Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut hingga Tingkatkan Risiko Alzheimer, Kok Bisa?

Selasa, 22 Jul 2025, 07:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Duduk terlalu lama selama berjam-jam tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan jantung, tapi juga dapat menyebabkan otak menyusut dan memicu penurunan kognitif. Demikian temuan dari studi terbaru yang dipublikasikan dalam Alzheimer's & Dementia: The Journal of the Alzheimer's Association.

Penelitian ini dipimpin oleh tim dari Vanderbilt University Medical Center dan University of Pittsburgh, yang menyebut bahwa perilaku sedentari yakni duduk atau berbaring dalam jangka waktu lama berkaitan langsung dengan neurodegenerasi, bahkan jika seseorang secara rutin melakukan aktivitas fisik.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Duduk Lama Sebabkan Penurunan Fungsi Otak

Penelitian ini menyoroti bahwaduduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, gangguan muskuloskeletal, dan kematian dini.

Namun yang mengejutkan, risiko penurunan fungsi otak dan penyusutan volume otak juga ditemukan meningkat secara signifikan akibat perilaku ini.

“Mengurangi risiko penyakit Alzheimer bukan hanya soal berolahraga sekali sehari. Meminimalkan waktu duduk, meskipun sudah berolahraga, tetap penting untuk mengurangi kemungkinan terkena Alzheimer,” ujar Marissa Gogniat, PhD, penulis utama studi, yang juga merupakan asisten profesor Neurologi di University of Pittsburgh dan mantan peneliti pascadoktoral di Vanderbilt Memory and Alzheimer's Center.

Penelitian dilakukan terhadap 404 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas selama lebih dari tujuh tahun. Para partisipan diminta memakai perangkat pemantau aktivitas selama satu minggu guna mencatat durasi waktu duduk atau berbaring mereka secara akurat.

Hasil dari pemantauan tersebut kemudian dibandingkan dengan kinerja kognitif dan hasil pemindaian otak yang dilakukan sepanjang masa studi.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang duduk lebih lama menunjukkan penurunan fungsi kognitif lebih besar, termasuk atrofi otak, terlepas dari frekuensi aktivitas fisik mereka.

Efek ini bahkan lebih mencolok pada individu yang membawa gen APOE-e4, yakni faktor genetik yang diketahui meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Duduk Jadi Faktor Risiko Independen Alzheimer

Dikutip dari Times of India, studi ini menegaskan bahwa duduk dalam waktu lama merupakan faktor risiko independen terhadap Alzheimer, dan bukan hanya akibat kurangnya olahraga.

Oleh karena itu, meski seseorang rutin berolahraga, waktu duduk yang tinggi tetap dapat berkontribusi terhadap degenerasi otak.

“Studi kami menunjukkan bahwa mengurangi waktu duduk bisa menjadi strategi yang menjanjikan untuk mencegah penurunan kognitif dan neurodegenerasi," ujar Gogniat.

Rekan penulis studi, Angela Jefferson, PhD, profesor Neurologi sekaligus direktur pendiri Vanderbilt Memory and Alzheimer's Center, menambahkan bahwa kunci kesehatan otak bukan hanya bergerak, tapi juga sering beristirahat dari posisi duduk.

“Sangat penting bagi kesehatan otak untuk beristirahat dari duduk sepanjang hari dan bergerak untuk meningkatkan waktu aktif kita,” ujar Jefferson.

Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi gaya hidup, terutama bagi lansia dengan risiko genetik tinggi.

Mengurangi waktu duduk dalam keseharian dapat menjadi langkah strategis yang murah dan mudah dilakukan, namun berdampak besar terhadap pencegahan Alzheimer dan penurunan fungsi otak di usia tua.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang menunjukkan pengaruh langsung gaya hidup terhadap kesehatan otak, studi ini memperkuat urgensi mengubah rutinitas harian yang terlalu banyak dihabiskan dalam posisi duduk.

  • Kesehatan Otak
  • Duduk Terlalu Lama

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.