Kemenyan Naik Kelas Usai Disorot Gibran, Ini 4 Rekomendasi Parfum Lokal Beraroma Mewah yang Wajib Kamu Coba!

Ket. Wapres RI dan ilustrasi perempuan menyemprotkan parfum

Doc: Instagram dan Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aroma kemenyan atau yang dikenal dalam industri parfum sebagai frankincense alias olibanum, selama ini sering dianggap mistis dan kuno.

Namun, pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut bahwa kemenyan justru menjadi bahan utama dalam parfum-parfum mewah seperti Louis Vuitton dan Gucci.

Hal ini sontak menjadi viral dan membuka mata publik soal potensi besar bahan lokal tersebut di industri wangi-wangian kelas dunia. Di dunia perfumery, frankincense disebut sebagai “emas cair” karena aroma kompleksnya yang hangat, woody, balsamic, dan spicy.

Kini, banyak parfum lokal yang mulai mengangkat aroma ini, namun dengan pendekatan modern yang jauh dari kesan ritual. Berikut empat parfum lokal dengan aroma kemenyan yang unik, elegan, dan siap membuat kamu tampil beda!

1. Kembang Juwita – Ataraksia

Kembang Juwita adalah contoh sempurna bagaimana kemenyan bisa tampil lembut dan elegan. Parfum ini memadukan aroma olibanum dengan unsur floral, kayu, dan rempah yang ringan.

Aroma pembukanya langsung menyuguhkan kehangatan dan kesan balsamik, namun tak membuat hidung kaget. Justru, sensasi spicy-nya terasa pas dan berimbang.

Parfum ini memiliki vibe khas Indonesia, tradisional tapi tidak kuno. Kehadiran sentuhan bunga membuat komposisi wanginya tetap segar dan menenangkan. Cocok dipakai di berbagai suasana, baik untuk keseharian maupun acara formal. Aromanya juga tidak terlalu tajam, sehingga aman digunakan di ruangan tertutup.

Dari segi harga, Kembang Juwita cukup terjangkau. Dibanderol mulai dari Rp187.000 untuk 55 ml EDP, dan tersedia juga discovery set dengan lima varian seharga Rp247.000. Parfum ini bisa dengan mudah ditemukan di e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, menjadikannya salah satu parfum lokal yang layak dikoleksi.

2. Mykonos – Tea Poetry

Meski tidak secara eksplisit menyebut “kemenyan” dalam daftar bahannya, Mykonos dari Tea Poetry memiliki nuansa smoky dan balsamik yang sangat identik dengan aroma dupa. Parfum ini dibuka dengan floral notes dari mawar dan melati, lalu bergeser ke aroma teh hitam asap yang tebal namun tetap halus di hidung.

Komposisinya terbilang kompleks dan menarik. Di fase pertengahan, aroma buah-buahan manis berpadu dengan balsam hangat, menciptakan nuansa yang misterius namun hangat.

Sementara itu, bagian dry down-nya mengejutkan dengan kehadiran wangi madu yang creamy dan manis, serta menambah kedalaman tanpa menghilangkan kesan elegan.

Dengan harga mulai dari Rp289.000 untuk 100 ml, Mykonos menawarkan sensasi parfum niche dengan harga ramah di kantong. Cocok untuk kamu yang menyukai aroma berlapis dan sedikit eksperimental, tapi tetap ingin aroma yang memeluk dan tidak agresif.

3. Mystique of Java – Crusita

Parfum lokal dari label Crusita ini mengusung kekayaan aroma Jawa dalam kemasan modern. Mystique of Java menggunakan Styrax, resin aromatik yang sering disamakan dengan kemenyan karena aromanya yang manis, balsamik, dan sedikit smoky. Ini menjadikannya salah satu parfum paling "nusantara" dalam daftar ini.

Parfum ini dibuka dengan kesegaran bergamot dan lavender, lalu perlahan bertransisi ke floral notes seperti melati dan orange blossom. Tapi yang paling memikat adalah fase akhirnya, aroma hangat dari Styrax, vanilla, dan kayu cedar yang menempel lama di kulit dan memberi kesan elegan serta tahan lama.

Dengan harga mulai dari Rp298.000 untuk 50 ml, Mystique of Java cocok untuk kamu yang ingin wangi lembut namun punya karakter kuat. Kemasannya juga tampak premium, menjadikannya pilihan menarik bagi kolektor parfum lokal yang mengutamakan estetika dan kualitas aroma.

4. Lamitana Perfume

Jika Cantiks mencari parfum dengan aroma kemenyan paling otentik, maka Lamitana adalah jawabannya. Parfum ini menggunakan minyak kemenyan murni asli dari Danau Toba, menjadikannya bukan hanya parfum, tapi juga produk dengan nilai budaya yang tinggi. Aromanya khas: hangat, balsamik, dan meditatif.

Kombinasi kemenyan murni dengan minyak atsiri alami lainnya menciptakan harmoni wangi yang dalam, tenang, dan sangat kontemplatif. Tidak terlalu kompleks dalam layer aroma, namun justru itulah kekuatannya. Parfum ini cocok bagi kamu yang ingin aroma yang membumi, menenangkan, dan penuh makna spiritual.

Selain kualitas aromanya, Lamitana juga layak diapresiasi karena mendukung UMKM dan petani kemenyan lokal. Meski belum tersedia luas di marketplace besar, parfum ini bisa ditemukan di komunitas aroma lokal dan pameran UMKM. Harganya diperkirakan Rp200.000–Rp400.000 untuk ukuran 30–50 ml, sepadan dengan nilai lokalitas dan keunikan yang ditawarkan.

Aroma kemenyan tidak lagi identik dengan hal-hal mistis atau upacara tradisional. Lewat tangan kreatif para pembuat parfum lokal, olibanum kini tampil sebagai simbol keanggunan, kedalaman, dan karakter yang kuat.

Dari yang floral dan lembut, hingga smoky dan kontemplatif, aroma kemenyan membuktikan bahwa warisan budaya Nusantara punya tempat terhormat di dunia perfumery modern.

Jadi, tak perlu ragu untuk mencoba parfum dengan nuansa frankincense. Empat rekomendasi di atas menunjukkan bahwa kemenyan bisa tampil elegan, berbeda, dan justru memberi identitas unik pada gaya personal kamu.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN