Kemarin Marah, Sekarang Nathalie Holscher Minta Maaf dan Ungkap Alasan ke Erika Carlina

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah gemuruh isu kehamilan Erika Carlina, mantan istri Sulis, Nathalie Holscher, terjerat kontroversi usai video parodi kehamilan bareng DJ Panda viral dan dianggap melecehkan kondisi psikis Erika.

Video tersebut menampilkan Nathalie dan Panda mengenakan daster, berakting seolah hamil, dan viral karena dianggap sindiran terhadap Erika yang tengah hamil sembilan bulan. DJ Bravy, kekasih Erika, sempat muncul dalam kolom komentar postingan tersebut dengan sindiran halus, “Circle bahagia”, yang memicu reaksi netizen yang mendukung Erika dan berpihak padanya.

Menyadari dampak negatif yang muncul, Nathalie lalu mengungkapkan permintaan maaf kepada Erika dan Bravy melalui Instagram Story pada Minggu (20/7). Ia menyampaikan ke Bravy lewat chat, bahwa “dasteran” yang jadi kostum parodi itu biasa ia pakai saat live DJ atau syuting sketsa. Ia juga menekankan bahwa konten tersebut dibuat spontan, dilakukan sebelum podcast Erika-Corbuzier dirilis, dan tak pernah bermaksud keras menyindir siapa pun.

Nathalie menambahkan, “Kalau itu menyinggung, gue minta maaf ke Erika… dan tidak ada maksud apapun… gue jujur shock dan sedih banget,” serta menyatakan telah membatalkan proyek bersama DJ Panda. Ia juga menyatakan akun pendukung boleh mengkritik “hujat enggak apa-apa” karena ia telah menyatakan permintaan maaf dan fokus kembali pada pekerjaannya.

Sementara itu, DJ Panda juga sudah menyampaikan permintaan maaf pada Nathalie lewat Instagram Story, mengakui situasi tersebut telah melibatkan dua pihak tanpa niat menyindir Erika secara langsung.

Namun upaya klarifikasi dan permintaan maaf ini ternyata belum sepenuhnya diterima. DJ Bravy sendiri tidak memberikan respons tegas terkait permintaan itu. Ia tetap berada di posisi membela Erika, memastikan bahwa konten itu berdampak pada kondisi mental pasangannya. Ia bahkan sempat menegaskan bahwa tindakan itu tidak hanya main-main, tetapi memengaruhi beban emosional Erika.

Isu ini bukan sekadar drama selebriti, tapi juga refleksi soal etika dalam membuat konten. Ruang publik jadi kian sensitif terhadap parodi yang menyasar individu dalam situasi pribadi rentan, seperti kehamilan tanpa pernikahan resmi. Kasus ini memperlihatkan bagaimana satu video ringan bisa menimbulkan gelombang bullying dan berdampak nyata pada kesehatan mental seseorang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN