- Home
-
- Entertainment
-
- Miliki 22 Istri dan 100 ...
Miliki 22 Istri dan 100 Anak, Begini Cara Fenomenal King Abdul Aziz Raja Pertama Arab Saudi Dirikan Aramco
Minggu, 20 Jul 2025, 08:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - King Abdul Aziz yang merupakan raja pertama Arab Saudi diketahui memiliki banyak istri dan juga anak cucu. Diketahui King Abdul Aziz memiliki puluhan istri dan ratusan anak. Dilansir dari kanal YouTube Data Fakta, pemilik nama lengkap Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud adalah pendiri negara Arab Saudi.
Kekuasaannya dimulai dari tahun 1932 hingga berakhir di tahun 1953 karena beliau meninggal dunia. Uniknya, ia memiliki istri sebanyak 22 orang, beberapa di antaranya adalah Wadhba binti Muhammad al-Hazzam, Tarfah binti Abdullah al-Shaykh Abdul-Wahab, Jauhara binti Musa'd Al Saud, Bazza, Jauhara binti Sa'ad al-Sudairy, Hussah binti Ahmad al-Sudairy, Shaida, Fahda binti Asi al-Shuraim, Haya binti Sa'ad al-Sudairy, Munaiyir dan yang lainnya.
Diketahui, putra pertama dari istri kesatunya, Saud menjadi Raja berikutnya yang menjabat dari tahun 1953 hingga 1964. Sementara putra dari istri keduanya, Faisal menjadi Raja selanjutnya yang menjabat dari tahun 1964 hingga 1975.
Raja-raja selanjutnya pun masih dari garis keturunan darah biru King Abdulaziz yang mengalir di darah masing-masing anaknya.
Bangun kilang minyak
Dikutip dari Reuters, Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia dan memproduksi sekitar 9 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas setelah beberapa kali pengurangan produksi yang dikoordinasikan dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang dipimpin Saudi dan sekutunya.
Dengan sisa kapasitas sekitar 3 juta barel per hari, penilaian dibuat bahwa sebagian besar dari kapasitas tersebut tidak dimonetisasi, kata sumber industri tersebut.
Aramco adalah penyumbang utama pendapatan negara Arab Saudi, berkontribusi sekitar 90% dari pendapatan pemerintah. Pendapatan dari Aramco memungkinkan kerajaan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan program sosial.
Dalam rangka memitigasi ketergantungan pada minyak, Arab Saudi telah mengembangkan Visi 2030, yang bertujuan untuk diversifikasi ekonomi. Aramco memainkan peran kunci dalam strategi ini dengan berinvestasi dalam sektor non-minyak seperti energi terbarukan dan teknologi.
Saudi Aramco, atau secara resmi dikenal sebagai Saudi Arabian Oil Company, adalah perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. Berbasis di Arab Saudi, Aramco tidak hanya berperan besar dalam perekonomian negaranya, tetapi juga memiliki pengaruh signifikan dalam pasar energi global.
Sejarah Singkat Aramco
Saudi Aramco didirikan pada tahun 1933 sebagai hasil kerja sama antara pemerintah Arab Saudi dan perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Standard Oil of California (Socal). Pada awalnya, perusahaan ini bernama California-Arabian Standard Oil Company (CASOC).
Minyak pertama kali ditemukan di Dammam pada tahun 1938. Seiring waktu, kepemilikan perusahaan ini beralih sepenuhnya ke pemerintah Arab Saudi. Pada tahun 1988, nama perusahaan resmi diubah menjadi Saudi Aramco.
- King Abdul Aziz
- Raja Arab Saudi
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.