Mengenal Oyen, Kucing Transgender yang Terpaksa Dibetinakan Karena Hal Ini

Ket. Kucing Oyen yang menjadi transgender

Doc: VCA Hospitals

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seekor kucing yang lucu dan menggemaskan bernama Oyen, menjadi perbincangan pada beberapa waktu terakhir karena kisah hidupnya yang unik.

Diketahui jika Oyen yang berjenis kelamin jantan terpaksa harus dibetinakan hingga disebut sebagai transgender. Hal itu karena ia memiliki riwayat penyakit FLUTD yang membuatnya susah kencing bahkan sampai berdarah.

Sehingga pasca berobat dan konsultasi ke dokter, Oyen pun memilih untuk dilakukan prosedur Uretrostomi Perineum.

Mengenal prosedur Uretrostomi Perineum

Dilansir dari laman vcahospitals, dibetinakan atau dalam bahasa kedokteran disebut Uretrostomi Perineum (Perineal Urethrostomy) adalah prosedur bedah yang paling umum dilakukan pada kucing jantan yang bermasalah pada saluran kemih yang terhambat atau susah kencing.

Prosedur ini dilakukan untuk beberapa alasan, di antaranya: 
 
1. Mencegah terjadinya obstruksi berulang pada saluran uretra 
 
2. Mengatasi penyumbatan yang tidak dapat diatasi dengan pemasangan kateter 
 
3. Mengatasi trauma pada uretra, seperti yang sering terjadi setelah kateterisasi 
 
4. Mengatasi neoplasia di area uretra 
 
Pada kucing, uretrostomi perineal dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan obstruksi berulang. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada kucing yang mengalami trauma uretra parah. 
 
Setelah prosedur selesai, pasien biasanya akan dijahit dan mengenakan kerah Elizabethan hingga jahitan dilepas.

Mengurangi risiko penyumbatan

Uretrostomi perineal (kadang-kadang disebut PU) adalah prosedur pembedahan yang paling umum dilakukan pada kucing jantan dengan obstruksi saluran kemih.

Prosedur ini menghilangkan bagian tersempit dari uretra (tabung yang menyalurkan urine dari kandung kemih ke bagian luar tubuh), sehingga memudahkan buang air kecil dan mengurangi risiko penyumbatan kembali.

Kucing jantan lebih mudah mengalami penyumbatan saluran kemih daripada kucing betina karena perbedaan anatomi saluran kemih antara kedua jenis kelamin. Sementara uretra betina relatif pendek dan mempertahankan diameter yang konsisten saat bergerak dari kandung kemih ke lubang luarnya, uretra jantan sedikit lebih panjang dan, yang lebih penting, menyempit saat memasuki penis. 

Penyempitan uretra ini membuat jantan rentan terhadap penyumbatan saluran kemih, di mana uretra tersumbat oleh batu, bekuan darah, lendir, atau tumor.

Uretrostomi perineal menciptakan lubang urin baru yang memperpendek panjang uretra dan memungkinkan urin melewati daerah yang menyempit ini. Operasi ini dapat mengurangi kemungkinan obstruksi berulang.

Yang lebih jarang, uretrostomi perineal dapat dilakukan pada kucing dengan trauma uretra yang parah. Dengan membiarkan urine keluar dari tubuh sebelum mencapai bagian saluran kemih yang rusak (misalnya, dalam kasus cedera traumatis pada penis), dokter hewan dapat memastikan bahwa komplikasi seperti jaringan parut atau infeksi tidak menyebabkan obstruksi urin pada kucing.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN