Viral! Bocah Bule Taklukkan Puncak Rinjani Sendirian Didampingi 3 Porter dan 1 Guide: 'Masa Kalah Sama Anak Kecil?'

Ket. Bocah bule yang berhasil taklukan puncak Gunung Rinjani

Doc: TikTok

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebuah video viral yang diunggah oleh akun Gupran Gupran di Facebook menghebohkan warganet. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang anak perempuan Warga Negara Asing (WNA) atau bule berhasil mencapai puncak Gunung Rinjani setinggi 3.726 mdpl. Keberhasilannya menaklukkan salah satu jalur pendakian paling ekstrem di Indonesia ini menuai pujian dan decak kagum dari publik.

Yang membuat banyak orang terkesima, anak ini mendaki tanpa ditemani orang tuanya, hanya bersama tiga porter dan satu pemandu lokal, selama tiga hari dua malam. Dalam video tersebut, sang porter yang merekam momen tersebut dengan penuh kebanggaan berkata:

“Ini tamu saya, dia sendiri, bawa porter 3. Masa kalah sama anak kecil naik gunung. Sendirian lagi, bodyguard-nya tuh di depan 1, di belakang 2 ini.”

Dari dokumentasi perjalanan yang dibagikan, anak tersebut tampak melakukan ritual sederhana sebelum memulai pendakian, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.

Ia mengenakan pakaian mendaki yang santai namun mencolok, seperti crop top putih tanpa lengan, celana pendek, dan sesekali mengenakan jaket puffer. Meski penampilannya terkesan ringan, semangat dan tekadnya luar biasa.

Tiba di puncak, si bocah dengan bangga mengangkat papan bertuliskan “Rinjani 3726 mdpl”, menandai pencapaiannya melewati rute legendaris seperti “Letter E”, titik rawan yang sering membuat pendaki dewasa sekalipun ciut.

Sementara itu, sang porter menjelaskan bahwa kedua orang tua sang anak tidak ikut mendaki, melainkan menunggu di penginapan dan menjemput anak mereka saat turun di Air Terjun Sendang Gile.

“Turun dari Gunung Rinjani langsung ketemuan sama ortunya di Air Terjun Sendang Gile Senaru. Wih ada yang rindu nih, soalnya 3 hari 2 malam di gunung,” ujarnya.

Video ini sontak viral dan disebut banyak warganet sebagai pendakian inspiratif dan penuh perencanaan. Tak sedikit netizen yang memuji keberanian si anak, sekaligus menyoroti profesionalisme porter dan guide yang menemaninya.

Sang porter pun menyampaikan pesan penting bagi para pendaki pemula:

“Kalau mau aman mendaki, satu orang guide, porter-nya tiga. Nah kalau terjadi yang tidak diinginkan, baru salahin guide.”

Unggahan ini juga memicu perbandingan dengan tragedi yang menimpa Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang tewas setelah jatuh ke jurang saat mengikuti pendakian sharing dengan satu guide dan enam peserta asing.

Salah satu komentar netizen menyindir, “Juliana bangun nggak lu, harusnya kek gini,”

Komentar lainnya menulis, “Ini baru keren... beneran niat dan memikirkan safety. Nekat yang bermodal dan terencana,"

“Kalau Juliana kayak gini, nyewa guide banyak, pasti nggak bakal jatuh,”

Banyak pula yang menyoroti kinerja para porter lokal, “Para porter dan guide sangat amanah, keren. Semoga dibayar banyak,"

Kisah anak kecil ini menjadi bukti bahwa pendakian bukan soal usia, tapi soal kesiapan dan manajemen risiko. Dengan pendamping profesional, strategi yang matang, dan dukungan penuh, siapa pun bisa menaklukkan alam dengan aman.

Video ini pun dinilai sebagai simbol baru "pendakian cerdas", menginspirasi banyak orang untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, tak peduli seberapa tinggi impian untuk menaklukkan gunung.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN