Ubah Penampilannya Jadi Kucing Zombie, Wanita Ini Lakukan Tato dan Operasi Ekstrem

Kamis, 17 Jul 2025, 14:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Keberanian Aydin Mod dalam mengekspresikan diri melalui modifikasi ekstrem tubuh benar-benar menantang batas artistik. Wanita asal Italia yang menjadikan rencana hidupnya untuk menjadi "kucing zombie" ini sudah menjalani puluhan prosedur untuk mewujudkan transformasi berbeda dari siapapun.

Obsesinya terhadap modifikasi tubuh dimulai sejak usia 11 tahun, saat pertama kali menindik wajah sendiri di kamar mandi lalu melanjutkan ke tindik telinga, lidah, dan bagian intim. Kini, Aydin telah melakukan puluhan modifikasi: menato bola mata, membelah lidah, memasang implan di dahi, scarification (menggores kulit untuk karya permanen), serta ratusan tindikan biologis di seluruh tubuh.

Modifikasi paling ekstrem adalah penghilangan hidung, dan penghapusan pusar. Lengkap dengan tato garis-garis seperti harimau di pipi, leher, hingga dada yang semakin mendekatkan citra kucing liar yang ia idamkan. Sebagai wanita 23 tahun, Aydin disebut sebagai model dan performa sirkus yang melakukan modifikasi ekstrem demi memenuhi obsesinya menjadi kucing zombie manusia.

Aydin dengan tegas menyatakan bahwa modifikasi tubuh adalah hal yang alami dan perlu. "Diskusi soal amputasi adalah bagian dari fisik saya. Tubuh saya bisa mengikuti apa yang dipikirkan pikiran saya," katanya. Dia menolak segala batasan bahkan menganggap kecantikan alami biasa saja. Menurutnya, tindakan seperti memotong rambut, mengecat kuku, hingga bercukur rambut tubuh adalah juga bentuk modifikasi, walau hanya sementara.

Dia menolak standar kecantikan konvensional. “Saya adalah ratu tubuh horor,” ujarnya. Meski sudah melakukan lebih dari 20 prosedur besar dan ratusan tindikan, Aydin belum berhenti. Dia berencana melakukan lebih banyak modifikasi: seperti canthoplasty (pengencangan mata ala kucing), reshaping gigi, pemotongan bibir atas, pemasangan ekor transdermal, hingga lebih banyak tato di tubuhnya.

Respons publik sungguh beragam. Di Instagram dan TikTok, video dan unggahannya sudah ditonton jutaan kali termasuk video viral yang memperlihatkan lidahnya yang terbelah menjulur ke atas bibir. Dia acuh terhadap kritik atau pujian: "Saya jarang peduli dengan komentar orang. Bagi saya, mereka hanya opini yang lahir dari ketidaktahuan,” jelasnya. "Orang bilang saya jelek tapi saya tak anggap itu penghinaan. Saya hanya ingin hidup dengan caraku sendiri.”

Transformasi ekstrem Aydin menantang batas seni, identitas, dan kebebasan individu atas tubuhnya sendiri. Baginya, modifikasi bukan soal hedonisme, melainkan ekspresi pribadi atas identitas yang ia rasakan paling autentik. Dalam lanskap modern, ini menjadi refleksi bagaimana individu bisa memilih estetika dan narasi hidup secara bebas walau kontroversial.

Aydin Mod menunjukkan bahwa tubuh bisa menjadi kanvas paling radikal. Ia berjalan di garis tipis antara seni tubuh dan usaha memaknai eksistensi. Baginya, modifikasi tubuh bukan sampingan dalam hidup namun pusat hidup itu sendiri. 

  • Tato
  • Tato Ekstrem

Redaktur: Nuraini Andriani

Penulis: Nuraini Andriani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.