Ngilu! Alat Kelamin Pria Ini 'Patah' saat Berhubungan Intim, Begini Kronologinya

Doc: Freepik (ilustrasi)

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seorang pria berusia 28 tahun di Polandia dilarikan ke unit gawat darurat karena pendarahan hebat dari uretra setelah berhubungan intim dengan pasangannya. Petugas medis mengira akan mendapati memar, pembengkakan, atau batang penis bengkok merupakan gejala klasik fraktur penis (juga dikenal sebagai “eggplant deformity”).

Namun yang terjadi malah mengerikan: pendarahan dari ujung penis menjadi satu-satunya tanda masalah serius. Penis tampak normal secara visual, tanpa tampilan khas fraktur. Ini membuat kasusnya makin misterius.

Tim di Rumah Sakit Spesialis Provinsi Janusz Korczak, S?upsk, akhirnya mengambil tindakan cepat. Setelah kulit penis dikupas dan dibersihkan, mereka menemukan robekan tersembunyi di bagian bawah batang penis yang merusak jaringan ereksi dan uretra. Luka ini sangat langka, bahkan tanpa tanda eksternal, dan bisa membahayakan nyawa.

Dokter lalu menjahit kembali struktur yang robek yakni jaringan korpus kavernosa dan uretra, membersihkannya, serta memasang kateter. Dalam waktu tiga hari, pasien dipulangkan dan dinyatakan pulih sepenuhnya.

Biasanya, fraktur penis terjadi saat ereksi kuat, tunika albuginea yang menipis sobek, menghasilkan suara “krek”, disertai nyeri hebat, pembengkakan, dan munculnya deformitas seperti terkulai. Tapi pada kasus ini, 20% fraktur juga merusak uretra, dan yang paling mencolok adalah adanya darah dari uretra bocor tanpa tanda lainnya.

Berdasarkan literatur, robekan korpus kavernosa yang disertai uretra memerlukan tindakan bedah darurat. Jika terlambat, dapat menyebabkan disfungsi ereksi, jaringan parut, atau bahkan infeksi urosepsis yang bisa berujung fatal.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN