Cara Menikmati Makanan Viral Tanpa Takut Kolesterol Naik
Rabu, 21 Okt 2026, 09:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Makanan viral selalu punya daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda yang gemar mencoba tren kuliner terbaru. Mulai dari burger berlapis keju, donat dengan aneka topping, minuman boba gula aren, hingga seblak dengan berbagai isian, semuanya mudah menggoda selera. Namun, di balik kenikmatannya, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu kandungan gula, lemak, garam, dan kalori dalam makanan tersebut.
Mengonsumsi makanan favorit sesekali sebenarnya tidak otomatis membuat kolesterol meningkat. Masalah dapat muncul ketika makanan tinggi lemak jenuh dikonsumsi terlalu sering, porsinya berlebihan, dan tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat.
Kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding pembuluh darah ketika kadarnya terlalu tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Karena itu, menjaga kesehatan bukan berarti harus berhenti menikmati makanan viral, melainkan lebih cermat dalam memilih menu dan mengatur kebiasaan makan.
Lantas, bagaimana cara tetap menikmati tren kuliner tanpa mengabaikan kesehatan jantung? Berikut sejumlah tips yang bisa mulai diterapkan.
1. Kurangi Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Burger, kentang goreng, pastry, dan camilan serba keju memang menggugah selera. Namun, sejumlah makanan tersebut dapat mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi, bergantung pada bahan dan cara pengolahannya.
Asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Oleh sebab itu, cobalah membatasi konsumsi daging berlemak, mentega, keju dalam jumlah besar, serta makanan yang digoreng terlalu sering.
Bukan berarti kamu harus menghindari makanan tersebut sepenuhnya. Pilihlah alternatif yang lebih rendah lemak, seperti daging tanpa banyak lemak, ayam tanpa kulit, atau makanan yang dipanggang. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati makanan favorit sambil memperhatikan asupan lemak harian.
2. Jangan Terjebak Manisnya Minuman Kekinian
Boba, kopi susu gula aren, dan minuman dengan berbagai topping menjadi bagian dari tren kuliner yang sulit dilewatkan. Sayangnya, kandungan gula tambahan dalam minuman tersebut bisa cukup tinggi, terutama jika menggunakan sirup, krimer manis, dan topping berkalori tinggi.
Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Untuk menyiasatinya, pilih ukuran minuman yang lebih kecil, minta tingkat kemanisan lebih rendah, dan kurangi topping tambahan. Air putih juga sebaiknya tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
3. Perbanyak Sayur dan Buah agar Pola Makan Lebih Seimbang
Salah satu cara menjaga kesehatan jantung adalah memperbanyak konsumsi makanan yang kaya serat. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Serat larut, yang terdapat dalam makanan seperti oat, apel, dan kacang-kacangan, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kamu bisa mulai dengan menambahkan sayuran ke dalam menu makan siang, memilih buah sebagai camilan, atau mengganti sebagian makanan berbahan tepung olahan dengan sumber karbohidrat yang lebih kaya serat.
Langkah sederhana ini membantu membuat pola makan lebih beragam tanpa harus menghilangkan seluruh makanan favorit.
4. Atur Porsi dan Frekuensi Makan
Salah satu kesalahan yang sering tidak disadari adalah mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam porsi besar dan terlalu sering. Misalnya, makan burger lengkap dengan kentang goreng, kemudian dilanjutkan dengan minuman manis dan dessert dalam satu waktu.
Kebiasaan tersebut dapat membuat asupan kalori, gula, dan lemak meningkat tanpa disadari.
Cobalah menikmati makanan viral dalam porsi yang wajar dan tidak menjadikannya menu harian. Jika ingin mencoba beberapa hidangan sekaligus, pertimbangkan berbagi porsi dengan teman agar tetap bisa mencicipi tanpa makan berlebihan.
Ingat, menjaga kesehatan bukan hanya tentang jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga jumlah dan frekuensinya.
5. Jangan Malas Bergerak setelah Menikmati Kuliner Favorit
Pola makan sehat akan lebih optimal jika diimbangi aktivitas fisik secara teratur. Kebiasaan bergerak membantu menjaga kebugaran, mengontrol berat badan, serta mendukung kesehatan jantung.
Kamu tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan aktivitas fisik yang disukai bisa menjadi pilihan.
Bagi orang dewasa, rekomendasi umum adalah melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot minimal dua hari per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
Yang terpenting adalah melakukannya secara konsisten, bukan hanya setelah mengonsumsi makanan tinggi kalori.
6. Jangan Abaikan Pemeriksaan Kolesterol
Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Seseorang bisa merasa sehat meskipun kadar kolesterolnya sudah berada di atas batas yang dianjurkan.
Karena itu, pemeriksaan profil lipid sesuai usia, faktor risiko, dan saran tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui kondisi kolesterol secara lebih akurat.
Jika memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan dan frekuensi pemeriksaan.
Jangan menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung.
Jadi, sebelum mengikuti tren kuliner yang sedang ramai di media sosial, jangan hanya terpikat tampilannya. Perhatikan juga kandungan gizi dan kebiasaan makan sehari-hari. Dengan pilihan yang lebih cerdas, kamu tetap bisa menikmati makanan favorit sekaligus menjaga kesehatan jantung untuk jangka panjang.
- Kolesterol
- Kolesterol Tinggi
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.