Demo Ricuh Prancis! Butik Hermes hingga Louis Vuitton Dijarah, iPhone 18 Jadi Sasaran Lemparan Massa
Minggu, 18 Okt 2026, 20:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM â Gelombang demonstrasi besar-besaran di Prancis berujung ricuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Aksi yang awalnya dipicu kemarahan masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup itu dilaporkan meluas menjadi kerusuhan, dengan sejumlah toko mewah dan gerai komersial menjadi sasaran perusakan hingga penjarahan.
Nama-nama merek ternama seperti Hermes, Dior, Rolex, Celine hingga Louis Vuitton ikut terseret dalam insiden tersebut. Tak hanya butik fashion mewah, gerai telekomunikasi hingga Apple Store juga dilaporkan mengalami kerusakan di tengah situasi yang semakin tidak terkendali.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana keresahan sosial dan tekanan ekonomi dapat memicu aksi massa yang berujung pada kerusakan fasilitas serta penjarahan di sejumlah kota.
Demo Dipicu Biaya Hidup Melonjak, Massa Turun ke Jalan
Demonstrasi yang berlangsung di berbagai wilayah Prancis dipicu oleh sejumlah persoalan yang membebani masyarakat. Lonjakan biaya hidup, penurunan daya beli sejak 2024, serta kenaikan harga bahan bakar disebut menjadi bagian dari latar belakang kemarahan publik.
Situasi semakin memanas di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut dikaitkan dengan kenaikan harga bahan bakar yang menambah tekanan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Selain persoalan ekonomi, aksi protes juga dipicu kemarahan terhadap dugaan tindakan brutal aparat kepolisian kepada sejumlah pelajar sekolah menengah. Isu tersebut menambah panjang daftar persoalan yang mendorong masyarakat menyuarakan ketidakpuasan mereka.
Menurut data yang disebutkan oleh serikat pekerja utama Prancis, CGT, sekitar 800.000 orang turun ke jalan dalam gelombang demonstrasi tersebut. Besarnya jumlah massa membuat situasi di sejumlah lokasi semakin sulit dikendalikan.
Aparat kepolisian dilaporkan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan. Namun, ketegangan di lapangan turut diwarnai aksi perusakan dan penjarahan yang menyasar berbagai gerai komersial.
Butik Hermes hingga Dior Jadi Sasaran Penjarahan
Paris menjadi salah satu kota yang terdampak kerusuhan. Sejumlah gerai barang mewah dilaporkan menjadi sasaran perusakan dan penjarahan, termasuk butik Hermès dan Dior.
Toko produk perawatan kulit serta gerai telekomunikasi di sekitar Place de la République juga disebut terdampak. Kawasan komersial yang biasanya ramai dengan aktivitas belanja berubah menjadi lokasi yang dipenuhi ketegangan ketika aksi massa berkembang menjadi tindakan anarkis.
Situasi serupa dilaporkan terjadi di Marseille. Sejumlah toko dengan merek ternama, seperti Rolex, Louis Vuitton, dan Hermes, disebut menjadi sasaran penjarahan.Â
Tidak hanya barang-barang mewah, toko perhiasan, pakaian, kosmetik, hingga peralatan rumah tangga turut terdampak.
Bahkan, kerusuhan di Marseille dilaporkan meluas hingga ke balai kota. Insiden tersebut memperlihatkan dampak demonstrasi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga menyentuh fasilitas publik.
Sementara itu, di Lille, sejumlah toko mengalami kerusakan, termasuk Apple Store yang berada di pusat kota. Informasi mengenai iPhone baru yang dilempar dalam insiden tersebut menjadi salah satu sudut pemberitaan yang menarik perhatian, meski detail spesifik mengenai kejadian itu perlu dikonfirmasi lebih lanjut.Kerusuhan Meluas ke Berbagai Kota di Prancis
Kerusuhan tidak hanya terjadi di Paris, Marseille, dan Lille. Sejumlah kota lain, seperti Nice, Bordeaux, Toulouse, Nantes, Limoges, dan Saint Etienne, juga dilaporkan mengalami gangguan keamanan selama gelombang demonstrasi berlangsung.
Di Nice, penjarahan disebut menyasar toko pakaian olahraga dan diler sepeda motor. Sementara itu, laporan dari berbagai wilayah menunjukkan adanya kerusakan toko, kebakaran, serta bentrokan antara kelompok massa dan aparat keamanan.
Meski demonstrasi diikuti ratusan ribu orang, aksi kekerasan tersebut tidak serta-merta mencerminkan sikap seluruh peserta. Sejumlah laporan media menyebut banyak demonstran awalnya mengikuti aksi untuk menyampaikan tuntutan sosial dan ekonomi secara damai, sebelum kerusuhan terjadi di beberapa lokasi.
Perbedaan angka jumlah peserta juga muncul dalam laporan mengenai demonstrasi tersebut. Serikat pekerja dan penyelenggara memperkirakan sekitar 800.000 orang berpartisipasi, sedangkan pemerintah Prancis menyebut jumlahnya sekitar 550.000 orang.
Meluasnya penjarahan dan perusakan kini menjadi persoalan serius bagi pemerintah serta pelaku usaha di Prancis.Â
Di tengah tuntutan masyarakat mengenai biaya hidup, daya beli, dan layanan publik, kerusuhan justru menambah kerugian material serta meningkatkan ketegangan antara warga dan aparat.
- Hermes
- Dior
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.