Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Gaji Karyawan yang Tak Dibayar hingga Rp100 Juta, Tegaskan Anak Tak Terlibat!

Kamis, 15 Okt 2026, 11:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aijing, salah satu anggota girl group A2O LITE, tengah menjadi sorotan setelah muncul kontroversi terkait dugaan gaji karyawan yang belum dibayarkan oleh perusahaan yang dikelola orang tuanya. Di tengah perhatian publik terhadap grup besutan Lee Soo Man tersebut, sang ibu akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf atas persoalan yang terjadi.

Dalam pernyataannya, ibu Aijing mengakui adanya masalah keuangan yang melanda perusahaan pendidikan miliknya hingga berujung pada sengketa utang. Ia juga menyatakan bertanggung jawab atas keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Namun, ia menegaskan bahwa Aijing sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis maupun persoalan yang sedang dihadapi keluarganya.

Kontroversi ini muncul ketika A2O LITE mulai mencuri perhatian penggemar KPop berkat konsep visual dan musik bergaya lawas yang menjadi ciri khas mereka. Alih-alih hanya membicarakan debut grup tersebut, warganet kini turut menyoroti persoalan bisnis keluarga salah satu anggotanya.

A2O LITE Baru Debut, Kontroversi Keluarga Aijing Jadi Sorotan

A2O Entertainment, perusahaan yang dipimpin oleh Lee Soo Man, pendiri SM Entertainment, menggelar showcase debut pada 12 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, Lee Soo Man memperkenalkan dua grup baru, yakni girl group A2O LITE yang beranggotakan sembilan orang dan boy group A2O SOUL dengan 15 anggota.

Kehadiran A2O LITE mendapatkan perhatian berkat konsep visual dan musik mereka yang mengusung nuansa jadul atau old-school. Identitas tersebut membuat grup ini menarik perhatian penggemar yang penasaran dengan arah baru Lee Soo Man di industri musik.

Namun, di tengah respons positif terhadap debut mereka, muncul tudingan mengenai perusahaan pendidikan di Beijing, China, yang disebut dikelola oleh orang tua Aijing. Dalam informasi yang beredar, ibu Aijing tercatat sebagai perwakilan hukum perusahaan, sedangkan ayahnya menjabat sebagai auditor.

Sejumlah karyawan perusahaan tersebut mengklaim bahwa bisnis itu telah mengalami kesulitan keuangan sejak 2024. Persoalan semakin menjadi perhatian setelah muncul dugaan bahwa pembayaran gaji yang sebelumnya telah dijadwalkan tidak dipenuhi sesuai kesepakatan.

Karyawan Klaim Gaji Belum Dibayar Capai Rp100 Juta

Ket. Foto: Aijing A20 LITE. — Sumber: Istimewa

Berdasarkan laporan yang beredar, para karyawan mengklaim belum menerima pembayaran gaji dengan total sekitar 40.000 yuan China atau setara dengan US$5.977. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya mencapai sekitar Rp100 juta, bergantung pada kurs yang digunakan.

Para karyawan disebut telah menyepakati rencana pembayaran agar hak mereka dapat dipenuhi secara bertahap. Akan tetapi, menurut klaim yang disampaikan, perusahaan hanya membayarkan gaji selama tiga bulan sebelum pembayaran berikutnya kembali terhenti.

Selain persoalan gaji, dokumen hukum yang disebut berkaitan dengan perusahaan tersebut juga menunjukkan adanya kewajiban utang sekitar 3,45 juta yuan China atau setara dengan US$515.529. Nilai tersebut setara dengan miliaran rupiah.

Meski demikian, angka dan kronologi tersebut merupakan informasi berdasarkan klaim karyawan serta dokumen yang dilaporkan. Persoalan ini perlu dilihat berdasarkan keterangan para pihak dan perkembangan penyelesaiannya.

Ibu Aijing Akhirnya Buka Suara dan Akui Kesalahan

Setelah kontroversi tersebut menjadi perhatian publik, ibu Aijing menyampaikan permintaan maaf atas persoalan bisnis yang menyeret namanya. Ia menjelaskan bahwa perusahaan pendidikan yang pernah dikelolanya mengalami kemunduran operasional secara cepat hingga menghadapi kesulitan keuangan serius.

Kondisi tersebut kemudian memicu sengketa utang dan membuat perusahaan kesulitan memenuhi kewajibannya kepada para karyawan.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa keterlambatan pembayaran gaji merupakan kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan penyesalan kepada pihak-pihak yang terdampak oleh tindakannya.

Ibu Aijing mengungkapkan bahwa dirinya terus berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, krisis keuangan perusahaan yang diikuti perubahan di industri pendidikan disebut membuat proses penyelesaian berjalan lebih rumit daripada yang diperkirakan.

Ia mengaku saat ini masih menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas kemungkinan solusi. Ia pun berjanji tidak akan menghindari tanggung jawab dan akan terus berusaha menuntaskan persoalan tersebut.

Tegaskan Aijing Tak Terlibat dalam Masalah Bisnis Orang Tua

Salah satu poin penting dalam pernyataan tersebut adalah penegasan Aijing tidak memiliki keterlibatan dalam bisnis maupun sengketa yang sedang berlangsung.

Ibu Aijing menekankan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab orang tua dan harus diselesaikan oleh mereka sendiri. Ia meminta agar tanggung jawab atas masalah perusahaan tidak dikaitkan dengan putrinya yang kini tengah menjalani karier sebagai idol.

Penegasan ini muncul ketika nama Aijing ikut menjadi perbincangan di tengah kontroversi yang melibatkan keluarganya. Sebagai anggota grup yang baru diperkenalkan ke publik, perhatian terhadap persoalan tersebut berpotensi memengaruhi pemberitaan mengenai dirinya dan A2O LITE.

Meski demikian, pernyataan sang ibu menjadi klarifikasi bahwa Aijing tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan maupun sengketa pembayaran yang dipersoalkan.

Di akhir pernyataannya, ibu Aijing kembali meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan dan memenuhi kewajibannya.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan yang akan diambil untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Di sisi lain, A2O LITE juga tengah memulai perjalanan mereka di industri K-Pop setelah debut yang menarik perhatian berkat konsep musik dan visual khas mereka.

  • a20 lite
  • Aijing A2O LITE

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.