Ruben Onsu Klarifikasi soal Hak Bertemu Anak dan Mental Tertekan, Polemik VC Pria Ikut Disorot?

Selasa, 13 Okt 2026, 13:55 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ruben Onsu akhirnya menyampaikan klarifikasi panjang terkait polemik yang tengah dihadapinya. Melalui akun Thread, @ruben_onsu, Ruben mengungkapkan isi hati mengenai perjuangannya sebagai orang tua, proses hukum yang ditempuh, hingga komentar kebencian yang terus bermunculan di media sosial.

Dalam unggahannya, Ruben mengaku situasi yang terjadi belakangan ini terasa melelahkan. Ia pun meminta maaf kepada para pengikutnya karena harus kembali menjelaskan persoalan tersebut ke ruang publik. Meski demikian, Ruben merasa perlu memberikan penjelasan agar masyarakat tidak hanya melihat permasalahan dari satu sudut pandang.

Klarifikasi tersebut disampaikan melalui serangkaian unggahan yang berisi pandangannya mengenai proses hukum, hubungannya dengan anak, serta dampak berbagai tuduhan terhadap kondisi mentalnya.

Ruben Onsu Jelaskan Alasan Memilih Jalur Pengadilan

20261013134942_FotoJet---2026-10-13T134642.261.jpg

Ket. Foto: Klarifikasi Ruben Onsu. — Sumber: Istimewa

Dok. Thread

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam klarifikasi Ruben Onsu adalah keputusannya membawa persoalan yang dihadapi ke pengadilan. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan dilakukan untuk menantang pihak lain, melainkan sebagai upaya mencari penyelesaian melalui jalur hukum.

Menurut Ruben, pengadilan merupakan lembaga yang dapat menjadi penengah ketika komunikasi antara kedua belah pihak tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga mempertanyakan apakah keputusannya memperjuangkan hak melalui proses hukum merupakan sesuatu yang salah. Ruben mengungkapkan bahwa dirinya ingin mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan anak kandungnya tanpa syarat yang menurutnya tidak semestinya.

Dalam penjelasannya, Ruben turut menyoroti perubahan hubungan dan komunikasi antara orang tua dengan anak setelah perpisahan. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang berat, terlebih bagi orang tua yang telah mengenal karakter anak sejak kecil dan ingin terus hadir dalam kehidupannya.

Meski begitu, persoalan yang tengah berjalan tetap perlu dilihat berdasarkan proses hukum dan keterangan dari masing-masing pihak. Pernyataan Ruben dalam unggahannya merupakan penjelasan dari sudut pandangnya mengenai situasi yang sedang dihadapi.

Akui Mental Tertekan akibat Komentar Kebencian

20261013135009_FotoJet---2026-10-13T134740.089.jpg

Dok. Thread

Tak hanya membahas perjuangannya sebagai orang tua, Ruben juga mengungkapkan dampak komentar negatif yang diterimanya di media sosial.

Ia merasa berbagai unggahan yang melibatkan dirinya kerap dipenuhi komentar kebencian. Menurut Ruben, sebagian serangan tersebut justru membuat persoalan yang sebenarnya menjadi semakin melebar karena masyarakat terlanjur memiliki penilaian tertentu terhadap dirinya.

Ruben mengaku tidak pernah menganggap dirinya selalu benar. Ia menyadari masih memiliki banyak kekurangan dan menyebut pengalaman yang dialaminya sebagai kesempatan untuk terus belajar, menerima keadaan, serta melakukan introspeksi diri.

Namun, bukan berarti semua komentar yang diterimanya mudah untuk dihadapi.

Ruben mengungkapkan bahwa kata-kata menyakitkan yang ditujukan kepadanya terkadang membuat dirinya terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri. Ia pun berusaha menguatkan diri agar tidak terus-menerus terpengaruh oleh ucapan negatif yang muncul di media sosial.

Ia juga menyebut telah berusaha menjawab berbagai tuduhan dengan memberikan penjelasan dan bukti. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar dirinya memiliki ruang untuk meluruskan hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.

Ruben Sebut Sudah Berusaha Diam dan Menahan Ego

20261013135023_FotoJet---2026-10-13T134826.351.jpg

Dok. Thread

Dalam klarifikasinya, Ruben turut menjelaskan bahwa dirinya pernah memilih untuk diam dan merendahkan ego jauh sebelum polemik ini berkembang.

Akan tetapi, ia merasa bahwa dalam sebuah permasalahan, kedua belah pihak seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan penjelasan. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi dari satu sisi.

Ruben juga menyinggung berbagai hinaan yang disebutnya harus dihadapi, termasuk komentar yang disampaikan melalui siaran langsung di media sosial.

Ia mengaku tetap berusaha tidak menyudutkan pihak lain ketika memberikan klarifikasi. Meski merasa dirugikan oleh sejumlah pernyataan yang beredar, Ruben menegaskan bahwa dirinya ingin persoalan tersebut diselesaikan dengan baik.

Ia pun mempertanyakan apakah dirinya harus terus memilih diam ketika merasa ada tuduhan atau informasi yang tidak berkaitan langsung dengan persoalan hak asuh anak.

Bagi Ruben, memberikan penjelasan bukan berarti ingin memperpanjang konflik. Ia merasa perlu meluruskan informasi yang menurutnya keliru, terutama ketika polemik tersebut berpotensi memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Teman hingga Brand yang Bekerja Sama Ikut Terdampak

20261013135036_FotoJet---2026-10-13T134908.620.jpg

Dok. Thread

Hal lain yang disoroti Ruben adalah dampak polemik tersebut terhadap orang-orang di sekitarnya.

Ia menyebut teman-teman dan pihak yang bekerja sama dengannya, termasuk brand, turut menerima komentar negatif dari sebagian pendukung pihak lain. Ruben merasa orang-orang tersebut seharusnya tidak ikut menanggung konsekuensi dari persoalan pribadi yang sedang dihadapinya.

Menurut Ruben, kondisi tersebut membuat situasi semakin rumit. Di satu sisi, ia berusaha menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, di sisi lain, ia merasa langkahnya untuk memberikan klarifikasi justru memicu serangan yang semakin meluas.

Ia berharap masyarakat dapat membedakan persoalan pribadi dengan orang-orang yang tidak terlibat langsung di dalamnya.

Sikap di media sosial, menurut pesan yang disampaikan Ruben, seharusnya tetap mengedepankan empati. Perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk menghina, menyerang, atau menyebarkan kebencian kepada pihak lain.

Ruben Tegaskan Ingin Penyelesaian Terbaik untuk Anak

Pada bagian akhir klarifikasi, Ruben menegaskan perjuangannya bukan bertujuan untuk memenangkan kebencian atau menjatuhkan siapa pun.

Ia ingin haknya sebagai orang tua dapat diperjuangkan dan persoalan yang sedang dihadapi memperoleh penyelesaian yang adil melalui prosedur yang semestinya.

Ruben juga berharap dirinya tetap memiliki ruang untuk menjelaskan keadaan tanpa harus terus-menerus menghadapi tekanan akibat berbagai tuduhan dan serangan di media sosial.

Ia meminta semua pihak agar lebih bijak dalam menyikapi permasalahan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing sebelum membentuk penilaian.

Klarifikasi Ruben Onsu ini memperlihatkan bahwa polemik yang dihadapinya bukan hanya berkaitan dengan persoalan keluarga dan hak bertemu anak, tetapi juga tekanan yang dirasakannya akibat respons publik.

Meski demikian, penyelesaian persoalan yang tengah berjalan tetap perlu mengacu pada proses hukum dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, kepentingan anak dan privasi keluarga juga penting untuk tetap dijaga.

  • Betrand Peto
  • sarwendah

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.