Anthony Vaccarello Hengkang dari Saint Laurent, Koleksi Serba Emas Jadi Salam Perpisahan Usai 10 Tahun

Senin, 12 Okt 2026, 09:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia fashion internasional. Anthony Vaccarello resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai direktur kreatif Saint Laurent setelah satu dekade memimpin rumah mode mewah asal Prancis tersebut. Kepergiannya menandai berakhirnya era yang membawa identitas Saint Laurent semakin kuat di panggung mode global.

Pengumuman tersebut disampaikan Saint Laurent pada Jumat (9/10/2026). Peragaan koleksi Spring Summer 2027 di Paris Fashion Week yang berlangsung pada akhir September lalu pun menjadi koleksi terakhir Vaccarello untuk rumah mode tersebut.

Selama 10 tahun, desainer kelahiran Belgia itu dikenal berhasil mempertahankan karakter sensual, berani, dan elegan yang menjadi ciri khas Saint Laurent. Ia mengolah warisan pendiri rumah mode tersebut menjadi interpretasi modern yang kuat, tanpa kehilangan identitas klasiknya.

Kini, Saint Laurent yang berada di bawah naungan grup barang mewah Kering bersiap memasuki babak baru. Nama pengganti Vaccarello belum diumumkan secara resmi, sehingga perhatian industri fashion tertuju pada sosok yang akan melanjutkan arah kreatif merek ikonis tersebut.

CEO Kering, Luca de Meo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Vaccarello selama memimpin Saint Laurent.

Ia menilai visi kreatif dan standar tinggi yang diterapkan Vaccarello telah memperkuat pengaruh rumah mode tersebut sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu nama besar dalam industri fashion mewah.

Presiden sekaligus CEO Saint Laurent, Cédric Charbit, juga memuji pencapaian sang desainer. Menurutnya, Vaccarello berhasil membawa Saint Laurent melalui perjalanan luar biasa dan menempatkannya di garis depan industri, baik dari segi kreativitas maupun pengaruh budaya.

Koleksi Serba Emas Jadi Momen Perpisahan Anthony Vaccarello

Nuansa perpisahan sudah terasa dalam peragaan Saint Laurent pada Selasa (29/9/2026). Berlangsung dengan latar Menara Eiffel, pertunjukan tersebut digelar tepat 10 tahun dua hari setelah debut Vaccarello untuk rumah mode tersebut.

Dalam koleksi itu, Vaccarello menghadirkan 49 tampilan busana bernuansa emas sebelum menutup peragaan dengan 10 tampilan serba hitam. Perpaduan dua warna tersebut menciptakan kontras dramatis yang seolah menandai penutupan satu era penting dalam sejarah kreatif Saint Laurent.

Koleksinya menampilkan berbagai elemen ikonis, mulai dari jaket saharienne, trench coat, rok pensil, brokat, hingga gaun malam. Potongan yang tegas berpadu dengan sentuhan sensual dan kemewahan yang selama ini menjadi identitas desain Vaccarello.

Warna emas memberikan kesan megah dan mencolok, sementara hitam menghadirkan nuansa klasik yang lebih gelap dan melankolis. Pergantian palet warna tersebut pun menjadi salah satu detail yang paling menarik perhatian dalam peragaan terakhirnya.

Suasana emosional bahkan sudah terasa sebelum pertunjukan dimulai. Vaccarello memilih tidak menjalani wawancara praperagaan seperti biasanya. Sebagai gantinya, ia memberikan bunga calla lily hitam yang disertai catatan mengenai koleksi tersebut sebagai karya personal dan emosional.

Musik Miles Davis dari film Elevator to the Gallows turut mengiringi suasana menjelang pertunjukan. Momen penutup semakin istimewa dengan kemunculan penyanyi sekaligus aktris Charlotte Gainsbourg.

Vaccarello kemudian berjalan bersama para modelnya sebelum melintasi catwalk untuk menyerahkan sesuatu kepada putranya. Gestur tersebut memicu beragam interpretasi dari penonton, termasuk anggapan bahwa momen itu menjadi simbol penyerahan warisan kreatif Saint Laurent.

Perjalanan 10 Tahun Mengubah Wajah Saint Laurent

Anthony Vaccarello ditunjuk sebagai direktur kreatif Saint Laurent pada April 2016, ketika usianya 36 tahun. Ia menggantikan Hedi Slimane yang meninggalkan rumah mode tersebut setelah empat tahun menjabat.

Sebelum bergabung dengan Saint Laurent, Vaccarello sudah dikenal lewat karya sensual dan berani. Ia pernah berkolaborasi dengan Versus sejak 2013 sebelum dipercaya memimpin lini tersebut pada 2015. Ia juga mengembangkan label fashion atas namanya sendiri sejak 2009.

Setelah menerima posisi di Saint Laurent, Vaccarello menutup label pribadinya untuk memusatkan perhatian pada rumah mode Paris itu.

Pengalamannya di industri fashion turut diperkuat oleh kemenangan dalam Andam Fashion Award pada 2011. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting yang mengukuhkan namanya sebagai desainer yang patut diperhitungkan.

Tantangan yang dihadapinya tidak kecil. Saint Laurent telah mengalami pertumbuhan bisnis pesat pada era sebelumnya, sehingga Vaccarello perlu mempertahankan daya tarik merek sekaligus menawarkan arah kreatif yang berbeda.

Ia kemudian membangun identitas yang menggabungkan konstruksi busana terstruktur, siluet sensual, dan estetika Parisian yang kuat. Jaket berpotongan tegas, gaun malam dramatis, serta permainan proporsi menjadi bagian dari bahasa desain yang konsisten selama masa kepemimpinannya.

Vaccarello pernah menjelaskan bahwa pendekatan desainnya dipengaruhi latar belakang Belgia dan Italia. Ia menggambarkan sisi Belgia sebagai pengaruh terhadap konstruksi dan dekonstruksi pakaian, sedangkan sisi Italia memberikan sentuhan sensualitas.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu karakter utama koleksinya untuk Saint Laurent. Alih-alih sekadar mengikuti tren, ia memilih memperkuat kode desain yang sudah melekat pada rumah mode tersebut dengan pendekatan kontemporer.

Pendapatan Saint Laurent Pernah Tembus 3,3 Miliar Euro

Kesuksesan Vaccarello juga terlihat dari perkembangan bisnis Saint Laurent. Pendapatan rumah mode tersebut mencapai sekitar 3,3 miliar euro pada 2022, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan ketika ia mulai menjabat pada 2016.

Namun, pertumbuhan itu tidak berlangsung tanpa tantangan. Setelah mencapai puncaknya pada 2022, Saint Laurent menghadapi penurunan pendapatan di tengah perlambatan industri barang mewah global. Pada 2025, pendapatannya tercatat sekitar 2,64 miliar euro.

Kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari perubahan pasar barang mewah dan strategi bisnis perusahaan. Saint Laurent juga mengurangi ketergantungannya pada penjualan grosir sejak 2023.

Meski menghadapi tekanan bisnis, Vaccarello tetap mempertahankan pendekatan kreatif yang konsisten. Ia tidak berusaha mengubah Saint Laurent mengikuti setiap tren yang muncul, melainkan memperkuat identitas merek agar mudah dikenali di tengah persaingan industri fashion.

Strategi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari warisan kepemimpinannya. Saint Laurent tidak hanya dikenal lewat koleksi busana, tetapi juga melalui citra yang kuat dan pendekatan visual yang konsisten.

Bukan Cuma Fashion, Vaccarello Perluas Pengaruh Saint Laurent ke Film

Salah satu langkah penting Vaccarello adalah memperluas keterlibatan Saint Laurent di dunia perfilman dan budaya populer.

Pada 2023, rumah mode tersebut meluncurkan Saint Laurent Productions, sebuah inisiatif yang menandai keterlibatannya dalam produksi film. Langkah ini juga mengingatkan pada hubungan historis pendiri rumah mode tersebut dengan dunia sinema, termasuk keterlibatannya dalam merancang kostum untuk aktris Catherine Deneuve dalam film Belle de Jour.

Saint Laurent Productions kemudian terlibat dalam sejumlah proyek film, termasuk Emilia Pérez, yang meraih dua penghargaan Oscar, serta Parthenope karya sutradara Paolo Sorrentino.

Vaccarello juga membangun hubungan erat dengan sejumlah figur yang merepresentasikan estetika Saint Laurent modern, termasuk model Anja Rubik dan Charlotte Gainsbourg.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa visinya tidak berhenti pada busana. Musik, film, fotografi, dan sosok-sosok dengan karakter kuat turut menjadi bagian dari dunia kreatif yang dibangun Saint Laurent selama kepemimpinannya.

Siapa yang Akan Menggantikan Anthony Vaccarello?

Ket. Foto: Anthony Vaccarello. — Sumber: Istimewa

Kepergian Vaccarello terjadi ketika Kering berupaya memperkuat kembali kinerja bisnisnya di tengah tantangan pasar barang mewah. Karena itu, sosok yang akan menggantikannya tidak hanya menghadapi tantangan untuk menjaga kualitas koleksi, tetapi juga mempertahankan daya tarik komersial Saint Laurent.

Cédric Charbit mengambil alih posisi presiden sekaligus CEO Saint Laurent pada awal 2025. Pengalamannya di industri barang mewah dan keterlibatannya sebelumnya di Saint Laurent menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan strategi.

Saint Laurent juga memiliki sejumlah target pertumbuhan jangka panjang, termasuk memperkuat kategori busana pria, perhiasan, serta menjangkau pelanggan dengan daya beli tinggi.

Hingga pengumuman kepergian Vaccarello, nama penggantinya belum diungkapkan secara resmi. Industri fashion pun menantikan siapa yang akan meneruskan warisan kreatif rumah mode tersebut.

Sementara itu, Vaccarello pernah mengisyaratkan langkah berikutnya mungkin membawanya ke bidang yang benar-benar berbeda dari fashion. Dalam wawancara dengan TheWrap pada 2024, ia menggambarkan Saint Laurent sebagai pencapaian impian dan menyebut bahwa tantangan berikutnya mungkin terletak pada memulai sesuatu yang baru.

Kini, satu dekade perjalanan Vaccarello bersama Saint Laurent resmi memasuki babak akhir. Koleksi emas dan hitam yang dramatis menjadi penutup perjalanan kreatifnya, sekaligus pengingat akan identitas kuat yang telah ia bangun.

Bagi Saint Laurent, kepergian ini membuka kesempatan untuk memasuki era baru. Namun, bagi dunia fashion, warisan Vaccarello akan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan rumah mode tersebut.

  • Saint Laurent
  • Anthony Vaccarello

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.