Anak Mengalami GTM? Ini Cara Menyuapi yang Tepat agar Mau Makan

Sabtu, 10 Okt 2026, 20:20 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menghadapi anak yang melakukan gerakan tutup mulut (GTM) saat makan menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Berbagai cara kerap dilakukan agar si kecil mau makan.

Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan orangtua justru dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan semakin menolak makanan.

Ket. Foto: Anak Mengalami GTM? Ini Cara Menyuapi yang Tepat agar Mau Makan — Sumber: istimerwa

Spesialis anak, dr. Nunki Andria, menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah teknik memasukkan sendok ke mulut anak yang kurang tepat. Selain itu, kebiasaan membersihkan sisa makanan di sekitar mulut anak secara berulang juga dapat mengganggu kenyamanan si kecil selama proses makan.

Agar anak lebih nyaman saat makan, orangtua perlu memperhatikan teknik menyuapi serta tekstur makanan yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

1. Teknik Menyuapi yang Tepat

Penggunaan teknik menyuapi yang tepat dapat membantu anak belajar makan dengan lebih nyaman. dr. Nunki menjelaskan bahwa saat menyuapi anak, orangtua sebaiknya memosisikan sendok di depan mulut agar si kecil dapat melihat makanan yang akan diberikan.

Orangtua juga tidak disarankan langsung memasukkan makanan dalam jumlah banyak tanpa menunggu respons anak. Setelah anak melihat makanan dan bersedia membuka mulut, masukkan sendok secara perlahan.

Tunggu hingga anak menutup mulutnya, kemudian tarik sendok ke arah depan secara mendatar. Hindari menarik sendok ke arah atas karena gerakan tersebut dapat membuat gusi anak terasa sakit.

Selain itu, gerakan sendok yang kurang tepat dapat menyebabkan makanan tertinggal di belakang gusi atas. Kondisi ini juga berpotensi membuat makanan terdorong keluar dari mulut karena anak masih memiliki refleks menjulurkan lidah.

Kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah terus-menerus membersihkan sisa makanan di sekitar mulut anak menggunakan sendok. Tindakan tersebut dapat membuat anak merasa terganggu dan tidak nyaman selama proses makan.

Jika dilakukan berulang kali, anak bisa mulai menunjukkan penolakan terhadap makanan. Oleh karena itu, orangtua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk makan dengan nyaman tanpa terlalu sering mengganggu prosesnya.

2. Kebiasaan Mengecerkan Makanan

dr. Nunki menambahkan bahwa kebiasaan mengencerkan makanan yang terlalu kental dengan air juga perlu diperhatikan. Selain dapat menurunkan kepadatan kalori makanan, kebiasaan ini membuat anak kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan oromotor.

Kemampuan oromotor merupakan koordinasi gerakan otot mulut yang digunakan untuk makan, mengunyah, dan menelan. Keterampilan tersebut penting untuk mendukung perkembangan kemampuan makan anak.

Oleh karena itu, orangtua perlu memastikan tekstur makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai dengan usia dan kemampuan makan si kecil. Makanan sebaiknya tidak terus-menerus diencerkan hanya agar lebih mudah disuapi.

Proses makan tidak hanya bertujuan membuat anak menghabiskan makanan yang diberikan. Lebih dari itu, waktu makan juga menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar mengenali tekstur makanan, melatih keterampilan makan, serta membangun kemandirian secara bertahap.

Orangtua perlu menciptakan suasana makan yang nyaman dan memperhatikan respons anak selama proses pemberian makanan. Dengan begitu, pengalaman makan diharapkan dapat berlangsung lebih positif bagi anak maupun orangtua.

Namun, jika gerakan tutup mulut (GTM) berlangsung terus-menerus atau disertai masalah pertumbuhan, orangtua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan agar penyebab anak menolak makan dapat dievaluasi dan ditangani sesuai kebutuhannya.

  • tips parenting
  • Cara Menyuapi Anak GTM

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.