Demi Kelancaran Investasi ke Indonesia AS Siap Dukung Reformasi Hukum
Rabu, 07 Okt 2026, 09:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Aqueelah T. Johnson mengatakan bahwa Pemerintahnya menyoroti kepastian regulasi sebagai salah satu penentu arus investasi ke Indonesia dan menyatakan siap mendukung reformasi untuk memperkuat iklim usaha nasional. Faktor seperti kejelasan regulasi, transparansi kepabeanan, serta proses perizinan menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menentukan apakah modal akan masuk dan bertahan di suatu pasar.
âKami mendorong berlanjutnya reformasi di bidang-bidang tersebut dan siap mendukung upaya Indonesia melalui kerja sama teknis, dialog kebijakan, serta keahlian sektor swasta,â kata Aqueelah dalam The 14th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6/10).
Menurut Johnson, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan AS. Skala ekonomi, pertumbuhan kelas menengah, serta posisi Indonesia dalam rantai pasok regional dinilai menjadi faktor penting dalam kemitraan kedua negara.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan AS disebut dapat membawa modal, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan Indonesia untuk mendukung target pertumbuhan, termasuk pada sektor infrastruktur, inovasi digital, dan energi.
âUntuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan iklim investasi yang lebih sehat,â tambahnya.
Johnson juga menyinggung Agreement on Reciprocal Trade yang telah disepakati kedua negara pada tahun ini. Dia menuturkan ratifikasi dan implementasi kesepakatan tersebut menjadi salah satu prioritas Kedutaan Besar AS.
Ia menilai implementasi perjanjian itu perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi investor AS, pelaku usaha Indonesia, serta pekerja dan konsumen di kedua negara. âKami melihat peluang yang sangat besar untuk memperdalam kemitraan ini dan berkomitmen bekerja sama dengan Indonesia untuk menarik investasi berkualitas dan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan jangka panjang Indonesia,â kata Johnson.
Sementara itu, survei Kadin Indonesia Institute menunjukkan, kebijakan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor utama yang diharapkan pelaku usaha dapat menopang perbaikan kondisi bisnis mereka pada 2026.
âKebanyakan dari mereka percaya bahwa kebijakan pemerintah pusat menjadi hal yang paling penting,â kata Direktur Insight di Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian dalam webinar Institut Kadin Indonesia bersama APF Kanada yang diikuti di Jakarta, Selasa (6/10).
Ia mengatakan, kebijakan pemerintah pusat berdampak penting khususnya bagi bisnis kecil dan menengah. Pada kuartal kedua 2026, sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi, diikuti dengan pengaruh kebijakan dan program pemerintahan sebesar 14,8 persen dan tantangan permintaan pasar (demand).
Sementara bagi perusahaan besar pengaruh perkembangan usaha mereka bergantung pada kolaborasi dan investasi dari internasional dengan melihat tren pasar global sebagai acuan pengembangan bisnis.
Fakhrul mengatakan, 33,7 persen responden juga menanggapi bahwa arah kebijakan ekonomi dari pemerintah yang tidak pasti menentukan risiko kebijakan bisnis yang akan dihadapi, diikuti oleh pelemahan permintaan domestik, dan pentingnya stabilitas rupiah dalam mengembalikan kepercayaan bisnis dan pelanggan.
âPelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Sebanyak 35 persen responden menilai depresiasi rupiah berdampak agak negatif terhadap bisnis, sementara 30 persen menilainya negatif,â kata Fakhrul.
Tantangan lainnya adalah akses keuangan. Bagi perusahaan mikro, akses keuangan menjadi persoalan utama dengan porsi 23,9 persen. Sementara bagi usaha kecil dan menengah, perkembangan pasar menjadi perhatian penting, terutama peluang untuk masuk ke pasar baru.
âMasalah utama untuk perusahaan besar adalah terdominasi oleh legal uncertainty (ketidakpastian hukum) dan birokrasi,â katanya.
- reformasi signifikan
Redaktur:
Penulis: M Zaki Alatas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.