Chanel Spring 2027: Matthieu Blazy Bongkar Sisi Liar Coco Chanel, Bawa Koleksi Penuh Kebebasan
Selasa, 06 Okt 2026, 12:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Matthieu Blazy kembali membuat gebrakan lewat koleksi Chanel Spring 2027. Setahun setelah debutnya sebagai direktur kreatif Chanel, Blazy menunjukkan dirinya bukan sekadar meneruskan warisan rumah mode legendaris tersebut. Ia justru mulai membentuk wajah Chanel yang lebih bebas, dinamis, playful, sekaligus berani keluar dari pakem lama.
Pertunjukan Chanel Spring 2027 digelar di Grand Palais dengan atmosfer yang langsung mencuri perhatian. Sebanyak 95 burung digantung seolah sedang terbang di atas area pertunjukan, menciptakan gambaran visual tentang kebebasan yang menjadi benang merah koleksi kali ini.
Pertunjukan Chanel Spring 2027 digelar di Grand Palais dengan atmosfer yang langsung mencuri perhatian. Sebanyak 95 burung digantung seolah sedang terbang di atas area pertunjukan, menciptakan gambaran visual tentang kebebasan yang menjadi benang merah koleksi kali ini.

Menariknya, inspirasi Blazy tidak datang jauh-jauh dari pendiri Chanel, Gabrielle Coco Chanel. Ia kembali menggali perjalanan gaya sang ikon, termasuk perubahan penampilannya dari busana tailoring bergaya Edwardian hingga keberaniannya mengenakan pakaian pria dan kemudian menciptakan tweed suit yang menjadi salah satu simbol terbesar Chanel.
Namun, Blazy tidak hanya menampilkan Coco Chanel sebagai sosok perempuan elegan dan klasik. Ia justru tertarik memperlihatkan sisi lain yang jarang dibicarakan.
Menurut Blazy, Coco Chanel juga memiliki sisi jenaka, ceria, gemar bermain musik, serta terobsesi dengan kostum. Sisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi yang jauh lebih beragam.

Sebanyak 83 look hadir di Chanel Spring 2027 dengan karakter yang berbeda-beda. Koleksi ini seolah ingin membuktikan bahwa perempuan Chanel tidak harus tampil dengan satu gaya tertentu. Ada perempuan yang feminin, maskulin, minimalis, sporty, hingga mereka yang berani tampil eksperimental.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah penggunaan siluet yang lebih mengikuti bentuk tubuh. Selama ini, siluet boxy khas Blazy sempat menjadi perdebatan di kalangan penggemar Chanel. Kali ini, ia menghadirkan lebih banyak busana dengan potongan yang membentuk tubuh, mulai dari knitwear transparan hingga atasan corset bertabur mutiara yang dipadukan dengan celana hitam bergaya maskulin.

Jaket cropped dengan bahu lebar tetap menjadi salah satu ciri khas Blazy. Namun, variasinya semakin berani. Ada jaket patchwork dengan detail pita menyerupai corset, tailored jacket dengan bagian bawah asimetris, hingga sleeveless jacket bermotif zebra yang dibuat dengan bentuk pinggang menyerupai jam pasir.
Bagi pencinta gaya minimalis, Blazy menawarkan coatdress warna ivory dengan detail belahan dan kancing emas yang tidak seragam. Sementara mereka yang lebih berani bisa melihat perpaduan tiga motif berbeda dalam satu tampilan yang jauh dari kesan aman.
Kesan playful juga semakin terasa lewat hadirnya siluet tutu yang terinspirasi dari kostum penari. Ada pula parachute dress dengan motif awan dan busana berkilauan yang menggambarkan langit malam.
Yang tidak kalah menarik adalah interpretasi baru terhadap Chanel suit. Blazy memperkenalkan material stretch yang mempertahankan tampilan tweed tetapi memberikan kenyamanan layaknya pakaian olahraga. Konsep ini menjadi gambaran bagaimana Chanel mencoba melihat masa depan tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas masa lalunya.

Pertunjukan dibuka dan ditutup oleh model Dyanira Hurbuscher yang membawa langsung tas Chanel 2.55 milik Gabrielle Chanel dari arsip. Momen tersebut terasa seperti simbol perjalanan dari masa lalu menuju masa depan Chanel.
Sementara itu, soundtrack pertunjukan semakin memperkuat nuansa sinematik. Duta Chanel, Nicole Kidman, hadir di barisan depan dan membacakan sejumlah bagian dari karya Virginia Woolf, termasuk Orlando dan To the Lighthouse.

Dok. Istimewa
Set panggung juga memiliki cerita tersendiri. Blazy mengambil inspirasi dari sebuah desa di Italia Selatan yang sering menjadi tempatnya berlibur dan memiliki sungai yang menjadi tempat perlindungan bagi burung-burung migrasi.Semua elemen tersebut akhirnya kembali pada satu gagasan utama, kebebasan.
Bagi Blazy, di tengah kehidupan modern yang dipenuhi berita berat setiap hari, fashion masih bisa menjadi ruang untuk menghadirkan puisi, keindahan, dan kegembiraan.
Pesan itu kemudian ditutup dengan lagu Britney Spears, Gimme More. Setelah satu tahun memimpin Chanel, Blazy tampaknya semakin berani melebarkan sayapnya.
Chanel Spring 2027 pun bukan hanya soal pakaian baru. Koleksi ini menjadi pernyataan bahwa warisan Coco Chanel bisa terus berubah tanpa kehilangan semangat kebebasan yang sejak awal menjadi bagian penting dari rumah mode tersebut.
- Chanel
- coco chanel
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.