Tak Hanya Pekalongan, Ini 7 Kota Batik di Indonesia yang Menarik untuk Dikunjungi

Jum'at, 02 Okt 2026, 13:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Batik merupakan karya seni Indonesia yang sarat makna dan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2009. Karena itu, setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik dengan ciri khas masing-masing. Mulai dari Jawa hingga Bali, setiap daerah memiliki motif dan sejarah batik yang beragam. Berikut tujuh kota batik di Indonesia yang dikenal hingga mancanegara.

Ket. Foto: Tak Hanya Pekalongan, Ini 7 Kota Batik yang Menarik untuk Dikunjungi — Sumber: Instagram/johnbedjok

1. Pekalongan

Pekalongan dijuluki “Kota Batik” karena memiliki sejarah panjang yang diperkirakan telah dimulai sejak 1800-an. Banyak pengrajin batik rumahan di daerah ini yang produknya dahulu dipesan oleh masyarakat Belanda, China, Jepang hingga India.

Sampai sekarang, Pekalongan menjadi salah satu sentra batik sekaligus mata pencaharian masyarakat. Batiknya identik dengan warna cerah serta motif flora, fauna, liong, buketan, dan encim. Teknik pembuatannya juga dikenal menggunakan canting dan lilin atau malam.

Untuk mengenal sejarah batik Pekalongan, wisatawan dapat mengunjungi Museum Batik Pekalongan di Jalan Jetayu No. 3, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara.

2. Yogyakarta

Perkembangan batik Yogyakarta tidak terlepas dari lingkungan keraton. Dahulu, kegiatan membatik dilakukan oleh ratu dan putri kerajaan dengan bantuan abdi dalem perempuan. Dari lingkungan keraton, tradisi tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas.

Batik Yogyakarta identik dengan warna alam seperti cokelat, biru kehitaman, dan putih. Motif yang terkenal antara lain Parang, Kawung, dan Truntum.

Museum Batik Yogyakarta menjadi salah satu destinasi yang dapat dikunjungi untuk mengenal sejarah dan perkembangan batik. Tempat ini juga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

3. Solo

Batik Solo atau Batik Surakarta dikenal sebagai batik klasik Jawa yang berkembang setelah pembagian Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Dahulu dibuat oleh abdi dalem sebagai simbol status sosial, batik Solo kini berkembang dengan perpaduan teknik tradisional dan modern. Motifnya dikenal halus serta sarat makna tentang etika Jawa dan spiritualitas.

Penggunaan pewarna alami kayu soga menghasilkan warna cokelat kekuningan yang menjadi salah satu cirinya. Motif yang terkenal antara lain Kawung, Naga, dan Meru.

Beberapa destinasi batik di Solo antara lain Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan Museum Batik Danar Hadi.

4. Cirebon

Batik Cirebon telah berkembang sejak abad ke-16 di lingkungan Keraton Cirebon dan kemudian menyebar ke masyarakat. Salah satu pusat perkembangannya berada di kawasan Trusmi.

Motif yang paling ikonik adalah Mega Mendung. Selain itu, ada pula motif Paksi Naga Liman dan Taman Teratai.

Kampung Batik Trusmi menjadi salah satu destinasi yang dapat dikunjungi untuk melihat aktivitas para pengrajin sekaligus mengenal batik khas Cirebon.

5. Lasem (Rembang)

Batik Lasem berasal dari Rembang, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai “Batik Tiongkok Kecil” karena kuatnya pengaruh budaya Tionghoa. Tradisi batik di Lasem berkembang sejak abad ke-15 setelah para perantau Tionghoa menetap di daerah tersebut.

Salah satu cirinya adalah penggunaan warna merah yang mencolok. Motifnya juga banyak menampilkan simbol Tionghoa seperti burung hong, naga, dan bunga teratai yang dipadukan dengan ornamen Jawa.

Wisatawan dapat mengunjungi Museum Batik Tiga Negeri Lasem dan Oemah Batik Lasem.

6. Bali

Batik Bali mulai berkembang pada 1970-an. Sejumlah seniman Bali memperkenalkan teknik batik cap dengan bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Seiring waktu, Batik Bali semakin berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata.

Motif Batik Bali biasanya memiliki warna cerah dan kontras serta mengambil unsur alam dan religius, seperti Barong, gunung, kura-kura, Rangda, dan Dewata Nawa Sanga.

Sentra kerajinan batik Bali dapat ditemukan di sejumlah wilayah, seperti Denpasar, Gianyar, dan Ubud.

7. Batik Kudus

Batik Kudus telah berkembang sejak abad ke-16 dengan pengaruh budaya Islam dan China. Perkembangannya semakin pesat pada 1930-an melalui karya pengrajin China yang menghasilkan “batik nyonya” serta pengrajin lokal yang membuat batik dengan pengaruh budaya Islam.

Produksinya sempat menurun pada 1980-an akibat persaingan batik cap dan berkembangnya industri kretek. Namun, pada 2000-an, industri Batik Kudus kembali dibangun.

Kini, Batik Kudus dengan motif seperti “Tembakau Cengkeh”, “Motif Legenda Bulusan”, dan “Motif Kaligrafi” masih diminati pencinta batik di dalam maupun luar negeri.

Untuk wisata edukasi membatik, wisatawan dapat mengunjungi Muria Batik, Omah Batik Ku, dan Gentamas Batik.

Tujuh kota tersebut menunjukkan kekayaan batik Indonesia yang memiliki karakter berbeda-beda. Setiap daerah memiliki motif, warna, teknik, dan sejarah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

  • Kota Batik di Indonesia
  • Batik Khas Indonesia

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.