Bottega Veneta Spring Summer 2027 Bikin Craftsmanship Terasa Ringan, Louise Trotter Usung Fashion yang Makin Bebas!

Rabu, 30 Sep 2026, 13:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bottega Veneta membawa angin segar ke Milan Fashion Week lewat koleksi Spring Summer 2027. Di bawah arahan Creative Director Louise Trotter, rumah mode asal Italia tersebut mengeksplorasi satu kata yang menjadi napas utama koleksinya: kebebasan.

Trotter mengambil inspirasi dari momen sederhana ketika musim semi perlahan bergeser menuju musim panas. Saat suhu mulai menghangat, tubuh tidak lagi membutuhkan lapisan pakaian yang tebal dan bersifat protektif. Pakaian pun mulai terasa lebih ringan, terbuka, dan memberikan ruang bagi tubuh untuk bergerak.

Namun, Trotter tidak sekadar mengganti material berat dengan kain tipis. Ia justru mempertanyakan bagaimana craftsmanship khas Bottega Veneta bisa tetap terlihat kuat ketika seluruh tampilan dibuat lebih ringan.

Hasilnya cukup mencuri perhatian. Leather, lace, crochet, hingga teknik Intrecciato yang selama ini menjadi identitas Bottega Veneta tampil dalam bentuk yang lebih airy dan rileks.

Konsep tersebut sejalan dengan gagasan letting the light in yang menggambarkan perubahan pendekatan Trotter. Jika dua koleksi sebelumnya lebih banyak mengeksplorasi bobot material dan konstruksi yang terasa padat, koleksi ketiganya justru membuka ruang agar material terlihat lebih bebas.

Tailoring Tetap Tajam, Tapi Tak Lagi Kaku

20260930121352_FotoJet---2026-09-30T121339.841.jpg

Ket. Foto: Koleksi Bottega Veneta Spring Summer 2027. — Sumber: Bottega Veneta

Dok. Bottega Veneta

Pertunjukan dimulai dengan deretan outerwear dan tailoring yang langsung memperlihatkan kemampuan konstruksi Bottega Veneta. Namun, kali ini struktur tersebut tidak dibuat terlalu formal.

Coat hadir dengan bahu yang sedikit oversized, sementara beberapa bagian hem sengaja dibuat berbelok atau diikat sehingga menghasilkan kesan spontan. Jaket tetap memiliki konstruksi yang presisi, tetapi dikenakan dengan siluet lebih santai.

Celana dibuat lebih longgar dengan volume yang memberikan ruang gerak. Scarf dan aksesori pun tidak dibuat terlalu rigid sehingga dapat bergerak mengikuti tubuh ketika model berjalan.

Pendekatan ini membuat pakaian terasa seperti mengikuti pemakainya, bukan sebaliknya.

Jika biasanya tailoring identik dengan bentuk yang mengontrol tubuh, Trotter justru membuatnya lebih fleksibel. Struktur tetap ada, tetapi tidak menjadi penghalang untuk bergerak.

Intrecciato Tak Lagi Sekadar Ada di Tas

20260930121451_FotoJet---2026-09-30T121320.307.jpg

Dok. Bottega Veneta

Salah satu kejutan terbesar datang dari eksplorasi Intrecciato, teknik anyaman kulit ikonik Bottega Veneta.

Trotter tidak hanya menggunakan teknik tersebut pada tas. Pita-pita kulit atau fettucce diolah menjadi bagian dari busana dan aksesori. Salah satu penerapannya terlihat pada leather scarf dengan teknik Intrecciato yang dapat dililitkan di pinggang seperti kain.

Ukuran anyaman juga diperbesar pada beberapa look sehingga menghasilkan tekstur yang lebih terbuka. Efek visualnya terasa jauh lebih ringan dibandingkan konstruksi Intrecciato yang padat.

Dengan cara tersebut, Intrecciato bukan lagi sekadar ornamen. Teknik tersebut menjadi prinsip desain yang dapat diterapkan pada pakaian, aksesori, hingga bagaimana material bergerak mengelilingi tubuh.

Kulit pun dibuat lebih tipis dan anyamannya diperlebar untuk mempertahankan craftsmanship tanpa memberikan kesan berat.

Lace, Crochet, dan Fringe Jadi Bintang Musim Panas

20260930121440_FotoJet---2026-09-30T121138.774.jpg

Dok. Bottega Veneta

Memasuki bagian yang lebih summer, koleksi bergerak menuju material yang terasa semakin ringan dan bernapas.

Handmade lace, chunky crochet, dan fringe menjadi tiga elemen penting yang memberikan karakter berbeda. Lace banyak hadir dalam warna putih dengan ukuran lubang yang bervariasi. Sementara crochet dibuat lebih terbuka sehingga kulit dapat terlihat di antara rajutan.

Meski memberikan kesan feminin, material tersebut tidak dibuat terlalu romantis. Trotter memasangkannya dengan siluet modern sehingga hasil akhirnya tetap terasa kontemporer.

Fringe menjadi salah satu detail yang paling menarik perhatian. Helaian panjang tersebut digunakan untuk membentuk volume pada rok sekaligus menciptakan gerakan dramatis ketika model berjalan.

Pada look lainnya, fringe dibiarkan menjuntai dan bergerak mengikuti langkah. Detail tersebut seolah menjadi representasi visual dari tema kebebasan yang diusung sepanjang koleksi.

Dari Netral ke Lilac hingga Merah Menyala

20260930121600_FotoJet---2026-09-30T121557.164.jpg

Dok. Bottega Veneta

Palet warna juga mengalami perubahan. Koleksi dibuka dengan warna-warna netral yang tenang, sebelum perlahan beralih ke warna yang lebih berani.

Lilac, butter yellow, hingga merah terang memberikan energi baru pada rangkaian busana.

Salah satu tampilan yang mencolok adalah dress katun merah dengan detail kerutan di bagian pinggang dan ikatan di sisi tubuh. Busana tersebut dipadukan dengan pleated skirt berwarna senada sehingga menciptakan efek berlapis sekaligus memperkuat gerakan kain.

Menariknya, Bottega Veneta juga tidak membatasi koleksi ini berdasarkan batasan feminin dan maskulin.

Tailoring yang biasanya identik dengan pakaian pria hadir berdampingan dengan lace, crochet, fringe, dan material transparan. Perpaduan tersebut tidak dibuat untuk menghapus identitas gender, tetapi memberikan lebih banyak pilihan bagi seseorang untuk menentukan bagaimana dirinya ingin tampil.

Aksesori Dibuat Lebih Personal

20260930121715_FotoJet---2026-09-30T121657.748.jpg

Dok. Bottega Veneta

Semangat craftsmanship juga terlihat dari detail-detail kecil. Anting hadir dalam bentuk yang menyerupai pahatan tanah liat hingga desain anyaman kulit. Bahkan, beberapa aksesori sengaja digunakan tidak berpasangan untuk memberikan kesan lebih personal dan tidak terlalu sempurna.

Tas tentu tetap menjadi salah satu pusat perhatian. Bentuk oversized yang fluid hadir berdampingan dengan berbagai interpretasi baru dari Pouch dan tas berteknik Intrecciato.

Fringe, anyaman kulit, dan bentuk yang lebih lembut membuat aksesori terasa semakin dinamis.

Lewat Spring Summer 2027, Louise Trotter seperti ingin menunjukkan craftsmanship mewah tidak harus selalu tampil berat, rumit, atau kaku.

Bottega Veneta justru menemukan kekuatannya ketika material diberi ruang untuk bergerak.

Dari leather yang dianyam lebih terbuka, tailoring yang dibuat lebih santai, hingga lace dan fringe yang bergerak mengikuti tubuh, koleksi ini menghadirkan definisi baru tentang kemewahan: dibuat dengan sangat teliti, tetapi tetap terasa bebas.

  • Milan Fashion Week 2026
  • Milan Fashion Week

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.