Syahrini Bikin PII, Jokowi Gabung PSI, Mau Gabung yang Mana?

Selasa, 29 Sep 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Joko Widodo (Jokowi) dan Syahrini sama-sama mendadak ramai karena membawa istilah “partai” di waktu yang hampir bersamaan. Bedanya, Jokowi tampil dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sementara Syahrini justru mendeklarasikan “Partai Inces Indonesia” atau PII di atas panggung Pestapora 2026.

Dua momen tersebut langsung menarik perhatian karena sama-sama menggunakan istilah partai, tetapi konteksnya ternyata jauh berbeda.

Jokowi secara terbuka mengungkap statusnya sebagai anggota PSI ketika menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menunjukkan KTA miliknya di hadapan kader dan jajaran pengurus PSI.

Sementara sehari setelahnya, Syahrini membuat aksi panggung yang tidak kalah mencuri perhatian. Saat comeback ke panggung off air dalam Pestapora 2026, penyanyi yang akrab disapa Inces itu tiba-tiba mengumumkan “partai” versinya sendiri.

Lantas, apa bedanya PSI milik Jokowi dengan PII versi Syahrini?

Jokowi Pamer KTA, Ternyata Sudah Jadi Anggota Sejak 2025

Status Jokowi sebagai anggota PSI sebenarnya bukan baru diumumkan pada September 2026.

Saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi mengatakan dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Untuk menegaskan pernyataannya, ia bahkan mengeluarkan KTA dan menunjukkannya kepada para kader yang hadir.

Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan terbuka mengenai posisi politik Jokowi setelah sebelumnya status keanggotaannya menjadi perhatian publik.

Jokowi juga membacakan nomor anggota yang tercantum dalam KTA tersebut di hadapan peserta acara. Ia mengatakan pengumuman dilakukan di Bandung agar statusnya diketahui oleh jajaran PSI dari tingkat pusat hingga daerah.

Dengan kata lain, PSI yang dimaksud Jokowi merupakan partai politik formal, lengkap dengan struktur organisasi, kepengurusan, dan kader.

PSI dan PII Syahrini Ternyata Beda Dunia

Ket. Foto: Syahrini dan Jokowi. — Sumber: Istimewa

Nah, di sinilah bagian yang bikin perbandingan Jokowi dan Syahrini menjadi menarik.

Jika Jokowi benar-benar menunjukkan KTA partai politik, Syahrini menggunakan istilah “partai” sebagai bagian dari konsep hiburan di panggung Pestapora.

Pada Minggu, 27 September 2026, Syahrini tampil di Pestapora setelah sekitar tujuh tahun tidak tampil di panggung off air. Dalam penampilannya, ia tiba-tiba mengatakan ingin membuat partai sendiri.

Syahrini kemudian memperkenalkan nama Partai Inces Indonesia atau PII.

Aksinya makin heboh ketika sebuah gong dibawa ke atas panggung. Gong tersebut kemudian dipukul Syahrini sebagai simbol “peresmian” PII.

Tidak berhenti sampai di situ, Syahrini juga langsung menunjuk orang-orang yang berada di atas panggung dan penonton sebagai kadernya. Dalam salah satu laporan, Adrian Khalif dan grup NPD juga disebut diperkenalkan sebagai bagian dari “kader” PII.

Jadi, Siapa Sebenarnya Kader PII?

Kalau PSI memiliki struktur kaderisasi sebagai partai politik, PII versi Syahrini jelas berbeda.

“Kader” PII merupakan bagian dari gimmick pertunjukan. Syarat yang disampaikan Syahrini pun sederhana: harus menjadi diri sendiri.

Artinya, tidak ada struktur organisasi politik atau agenda pemilu yang diperkenalkan dalam aksi tersebut. Konsep PII hadir sebagai bagian dari hiburan dan karakter panggung Syahrini.

Karena itu, penggunaan nama “partai” pada aksi Syahrini tidak berarti ia mendirikan partai politik dalam pengertian formal.

Justru kontras inilah yang membuat dua momen tersebut menarik. Jokowi membawa KTA sebagai bukti keanggotaannya dalam sebuah partai politik, sedangkan Syahrini membawa gong untuk “meresmikan” partai versinya di hadapan penonton konser.

Syahrini Bahkan Bawa-Bawa Nama Jokowi

Ada satu bagian lain yang membuat aksi Syahrini semakin ramai.

Sebelum gong dipukul, terdengar rekaman suara Jokowi dalam rangkaian pertunjukan tersebut. Setelah itu, Syahrini menyambungnya dengan seruan untuk “melawan” dalam konteks aksi panggungnya. Momen tersebut menjadi bagian dari konsep hiburan Syahrini saat mendeklarasikan PII.

Dengan konsep tersebut, Syahrini seolah membuat “partai” dengan aturan versinya sendiri: tidak perlu kartu anggota, tidak perlu struktur rumit, dan tidak perlu kampanye politik.

Cukup datang ke Pestapora, ikut meramaikan suasana, lalu resmi disebut sebagai kader PII versi Syahrini.

Jokowi dan Syahrini Sama-Sama Bawa Nama Partai, Tapi Konteksnya Berbeda

Jadi, kalau melihat sekilas, Jokowi dan Syahrini memang sama-sama membawa nama partai.

Namun konteksnya tidak sama.

Jokowi masuk PSI: organisasi politik formal, dengan status keanggotaan yang ditegaskan melalui KTA.

Syahrini bikin PII: konsep “partai” dalam aksi panggung Pestapora, lengkap dengan gong dan penunjukan kader sebagai bagian dari gimmick hiburan.

Dua momen tersebut akhirnya sama-sama menjadi perhatian publik, tetapi berada di ruang yang berbeda: satu terkait aktivitas politik formal, sementara satu lagi merupakan bagian dari pertunjukan musik.

  • Syahrini
  • Jokowi

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.