7 Buku Nonfiksi Tentang Cinta yang Bikin Lebih Paham Hubungan, Bukan Sekadar Bucin!
Jum'at, 25 Sep 2026, 18:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Cinta sering dianggap sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja. Padahal, di balik rasa sayang, ketertarikan, dan hubungan dengan pasangan, ada banyak hal yang ternyata bisa dipelajari. Mulai dari cara seseorang memberi kasih sayang, pola kelekatan, komunikasi, hingga alasan mengapa hubungan tertentu terasa begitu rumit.
Kalau selama ini Cantiks merasa cinta hanya bisa dipahami lewat pengalaman, mungkin sudah waktunya melihatnya dari perspektif berbeda. Ada banyak buku nonfiksi tentang cinta yang membahas hubungan dari sisi psikologi, filosofi, hingga ilmu saraf.
Menariknya, beberapa buku ini bukan sekadar membahas cara mendapatkan pasangan atau mempertahankan hubungan. Justru, pembahasannya bisa membuat pembaca mempertanyakan kembali arti mencintai, dicintai, dan menjalani hubungan yang sehat.
Berikut tujuh buku nonfiksi tentang cinta yang bisa masuk daftar bacaanmu.
1. The Art of Loving â Erich Fromm

Dok. Istimewa
Kalau Cantiks ingin memahami cinta dari sisi filosofi dan psikologi, The Art of Loving karya Erich Fromm bisa menjadi salah satu pilihan.
Fromm memiliki pandangan bahwa cinta bukan sekadar perasaan yang muncul secara spontan. Baginya, mencintai juga merupakan sebuah kemampuan yang perlu dipelajari dan dilatih.
Buku ini membahas bagaimana seseorang sering kali lebih sibuk mencari orang yang bisa mencintainya daripada belajar bagaimana memberikan cinta dengan baik. Fromm juga mengkritik cara masyarakat modern memandang hubungan seperti sebuah transaksi, seolah seseorang harus "memiliki nilai" agar layak dicintai.
Lewat buku ini, pembaca diajak melihat cinta bukan hanya sebagai perasaan, tetapi juga sebagai sesuatu yang membutuhkan perhatian, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.
2. All About Love: New Visions â bell hooks

Dok. Istimewa
Cinta ternyata tidak hanya berkaitan dengan hubungan romantis. Inilah salah satu gagasan yang banyak dibahas dalam All About Love: New Visions karya bell hooks.
Buku ini memperluas pembahasan cinta ke berbagai aspek kehidupan. hooks melihat cinta sebagai tindakan yang membutuhkan komitmen, kepedulian, kejujuran, dan tanggung jawab.
Pengalaman masa kecil serta pengamatan hooks terhadap kehidupan sosial turut memengaruhi pemikirannya mengenai kasih sayang. Karena itu, buku ini terasa seperti ajakan untuk melakukan refleksi terhadap cara seseorang memahami cinta sejak kecil hingga dewasa.
Cocok untuk Cantiks yang ingin membaca buku tentang cinta dengan sudut pandang yang lebih luas dan reflektif.
3. The Course of Love â Alain de Botton

Dok. Istimewa
Jangan terkecoh dengan bentuknya yang menghadirkan kisah pasangan. The Course of Love karya Alain de Botton menggunakan cerita fiktif Rabih dan Kirsten untuk membahas berbagai persoalan dalam hubungan.
Melalui perjalanan keduanya, pembaca diajak melihat bahwa kehidupan setelah jatuh cinta tidak selalu berjalan romantis seperti yang digambarkan dalam film.
Ada ekspektasi, konflik, rasa kecewa, kesalahpahaman, hingga usaha untuk tetap memahami pasangan. Di sela cerita tersebut, de Botton menyisipkan analisis mengenai psikologi hubungan dan berbagai kebiasaan yang dapat memengaruhi kehidupan pasangan.
Buku ini menarik untuk Cantiks yang ingin melihat sisi realistis dari cinta, termasuk bagian yang tidak selalu manis.
4. Attached: The New Science of Adult Attachment â Amir Levine dan Rachel Heller

Dok. Istimewa
Kenapa ada orang yang gampang cemas ketika pasangannya tidak membalas pesan? Mengapa ada pula yang justru merasa tidak nyaman ketika hubungan semakin dekat?
Attached karya Amir Levine dan Rachel Heller membahas pertanyaan semacam ini melalui konsep adult attachment atau pola kelekatan pada orang dewasa.
Buku ini memperkenalkan tiga pola kelekatan yang populer dibahas, yaitu anxious, avoidant, dan secure. Perbedaan pola tersebut dapat memengaruhi bagaimana seseorang menghadapi kedekatan, konflik, hingga kebutuhan emosional dalam hubungan.
Pembahasannya dilengkapi contoh kasus pasangan sehingga konsep yang dibahas terasa lebih mudah dipahami.
5. The 5 Love Languages â Gary Chapman

Dok. Istimewa
Pernah merasa sudah menunjukkan rasa sayang, tetapi pasangan tetap menganggap Cantiks kurang perhatian? Bisa jadi cara kalian mengekspresikan cinta memang berbeda.
Dalam The 5 Love Languages, Gary Chapman memperkenalkan lima bentuk bahasa cinta yang kemudian menjadi sangat populer, yaitu words of affirmation, acts of service, receiving gifts, quality time, dan physical touch.
Gagasan utama buku ini adalah setiap orang bisa memiliki cara berbeda dalam memberikan dan menerima kasih sayang. Karena itu, memahami kebutuhan pasangan dapat membantu seseorang berkomunikasi dengan lebih baik.
Meski konsep love language sudah sangat populer di media sosial, membaca bukunya secara langsung bisa memberikan konteks yang lebih lengkap mengenai gagasan tersebut.
6. Mating in Captivity â Esther Perel

Dok. Istimewa
Hubungan yang dekat bukan berarti pasangan harus selalu melakukan semuanya bersama. Mating in Captivity karya Esther Perel justru membahas ketegangan antara rasa aman dalam hubungan dan gairah.
Perel mengeksplorasi bagaimana kedekatan emosional, rutinitas, ruang pribadi, dan keinginan dapat saling berhubungan dalam kehidupan pasangan.
Buku ini juga menggunakan berbagai pengalaman dari praktik Perel sebagai terapis pasangan untuk menggambarkan persoalan yang bisa muncul dalam hubungan jangka panjang.
Buat Cantiks yang ingin memahami sisi keintiman dan dinamika hubungan secara lebih mendalam, buku ini bisa menjadi bacaan yang menarik.
7. A General Theory of Love â Thomas Lewis, Fari Amini, dan Richard Lannon

Dok. Istimewa
Kalau Cantiks lebih tertarik dengan cinta dari perspektif sains, A General Theory of Love menawarkan pendekatan yang berbeda.
Ditulis oleh tiga profesor psikiatri, buku ini membahas hubungan antara otak, emosi, dan hubungan antarmanusia. Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah limbic resonance, yaitu gagasan mengenai bagaimana kondisi emosional seseorang dapat saling memengaruhi dengan orang-orang terdekatnya.
Dengan pendekatan neurologi dan psikologi, buku ini menunjukkan bahwa hubungan manusia tidak hanya berkaitan dengan perasaan yang abstrak. Ada pula proses biologis dan emosional yang ikut berperan.
Bukan Cuma Soal Cara Mendapatkan Cinta
Tujuh buku nonfiksi tentang cinta tersebut menawarkan perspektif yang berbeda. Ada yang mengajak pembaca memahami cinta lewat filosofi, ada yang membahas pola kelekatan, bahasa cinta, keintiman, hingga hubungan antara otak dan emosi.
Jadi, kalau Cantiks sedang ingin memahami hubungan dengan perspektif yang lebih luas, daftar bacaan ini bisa menjadi titik awal. Siapa tahu, setelah membacanya, Cantiks bukan hanya lebih memahami pasangan, tetapi juga lebih mengenal cara dirimu sendiri dalam mencintai dan menerima kasih sayang.
- rekomendasi buku
- Buku Nonfiksi
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.