Bukan Sekadar Suka Pujian, Ini 13 Tanda NPD yang Perlu Diketahui
Kamis, 24 Sep 2026, 15:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah narsistik kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap terlalu mencintai diri sendiri, egois, atau gemar mencari perhatian.
Namun, dalam dunia medis terdapat kondisi yang disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik. NPD bukan sekadar sifat percaya diri atau kebiasaan seseorang yang ingin mendapat pujian.
Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan pola perilaku berupa rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan besar akan kekaguman, serta kesulitan memahami atau memperhatikan perasaan orang lain.
Tingkat keparahan gejala NPD dapat berbeda pada setiap individu. Karena itu, seseorang tidak dapat langsung disebut mengalami NPD hanya berdasarkan satu atau dua perilaku tertentu.
Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga profesional dengan melihat pola perilaku secara menyeluruh. Berikut sejumlah tanda yang dapat ditemukan pada seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik:
1.Merasa dirinya sangat penting
Seseorang dapat memiliki pandangan yang berlebihan mengenai pentingnya dirinya sendiri dan merasa dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain.
2.Membutuhkan pujian dan kekaguman berlebihan
Penderita NPD dapat memiliki kebutuhan yang kuat untuk terus mendapatkan perhatian, pengakuan, dan pujian dari orang-orang di sekitarnya.
3.Merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus
Mereka dapat merasa memiliki hak untuk memperoleh keistimewaan atau perlakuan tertentu yang tidak selalu diberikan kepada orang lain.
4.Menganggap dirinya superior tanpa pencapaian yang sepadan
Seseorang dengan NPD dapat berharap dirinya dianggap lebih unggul, meskipun pencapaian yang dimiliki tidak selalu mendukung pandangan tersebut.
5.Membesar-besarkan prestasi dan kemampuan
Prestasi, bakat, kemampuan, atau pengalaman yang dimiliki dapat digambarkan jauh lebih besar daripada kondisi sebenarnya.
6.Terobsesi dengan fantasi kesuksesan, kekuasaan atau kecantikan
Mereka dapat banyak memikirkan kesuksesan tanpa batas, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan, atau pasangan yang dianggap sempurna.
7.Merasa hanya dapat dipahami oleh orang-orang istimewa
Penderita NPD dapat meyakini dirinya unik atau istimewa sehingga hanya orang dengan status atau keistimewaan yang sama yang dianggap mampu memahami dirinya.
8.Merendahkan orang yang dianggap lebih rendah
Dalam interaksi sosial, mereka dapat mendominasi percakapan dan memandang rendah atau meremehkan orang yang dianggap tidak setara dengan dirinya.
9.Menuntut keistimewaan dan kepatuhan
Mereka dapat mengharapkan orang lain memberikan bantuan khusus atau mengikuti keinginan mereka tanpa banyak mempertanyakan permintaan tersebut.
10.Memanfaatkan orang lain
Salah satu ciri yang dapat muncul adalah memanfaatkan orang lain demi memperoleh sesuatu yang diinginkan atau mencapai kepentingan pribadi.
11.Kesulitan memahami kebutuhan dan perasaan orang lain
Penderita NPD dapat mengalami kesulitan mengenali atau memahami kebutuhan dan perasaan orang lain. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya kemampuan berempati.
12.Merasa iri dan menganggap orang lain iri kepadanya
Mereka dapat merasa iri terhadap pencapaian orang lain sekaligus meyakini bahwa orang lain sebenarnya merasa iri terhadap dirinya.
13.Bersikap arogan dan gemar membanggakan diri
Sikap angkuh, sombong, membanggakan diri, atau menunjukkan kesan seolah-olah lebih tinggi dibandingkan orang lain juga dapat menjadi salah satu tanda.
Selain itu, seseorang dengan NPD dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi sesuatu yang dianggap sebagai kritik. Responsnya dapat berupa kemarahan, ketidaksabaran, merasa tersinggung, atau berusaha merendahkan orang lain untuk mempertahankan citra dirinya.
Sensitivitas Terhadap Kritik
Di balik sikap yang terlihat percaya diri, seseorang dengan NPD dapat memiliki harga diri yang rapuh dan sangat sensitif terhadap kritik. Ketika mendapatkan teguran atau merasa tidak memperoleh perlakuan khusus, mereka dapat menunjukkan kemarahan atau respons emosional yang kuat.
Dalam kondisi tertentu, kegagalan memenuhi standar kesempurnaan yang mereka tetapkan juga dapat memicu perasaan malu, terhina, tidak aman, hingga suasana hati yang buruk.
Karena itu, perilaku seseorang tidak sebaiknya langsung diberi label sebagai NPD hanya berdasarkan pengamatan sehari-hari. Diagnosis gangguan kepribadian narsistik membutuhkan penilaian profesional dan melihat pola perilaku yang berlangsung dalam berbagai situasi.
Faktor Penyebab dan Komplikasi
Penyebab pasti gangguan kepribadian narsistik hingga kini belum diketahui secara pasti. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kombinasi berbagai faktor, termasuk lingkungan, genetik, serta faktor neurobiologis.
Pola hubungan orang tua dan anak juga diduga dapat berperan. Beberapa faktor yang dikaitkan dengan NPD antara lain pola pengasuhan dengan pujian yang berlebihan maupun kritik yang tidak proporsional.
Namun, faktor-faktor tersebut tidak berarti secara otomatis menyebabkan seseorang mengalami NPD. Jika tidak ditangani, NPD dapat menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Gangguan ini dapat berdampak pada hubungan pribadi, kehidupan pekerjaan atau sekolah, serta kondisi kesehatan mental.
Seseorang dengan NPD juga dapat mengalami depresi dan kecemasan. Dalam sejumlah kasus, masalah penyalahgunaan zat atau alkohol juga dapat muncul sebagai komplikasi.
Dengan demikian, memahami tanda-tanda NPD penting agar masyarakat tidak sembarangan memberikan label kepada seseorang. Perilaku narsistik sesekali tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan kepribadian narsistik.
Untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang sesuai, diperlukan pemeriksaan oleh psikolog atau psikiater.
- Ciri-ciri NPD
- Ciri Orang npd
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.