5 Makanan Penambah Imun Selain Jahe, Cocok Buat yang Lagi Gampang Sakit
Kamis, 24 Sep 2026, 18:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Mudah terserang flu atau merasa tubuh gampang drop? Selain menjaga pola tidur dan rutin beraktivitas fisik, asupan makanan juga tidak boleh diabaikan. Sejumlah makanan mengandung vitamin, mineral, dan senyawa alami yang dapat membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Selama ini, jahe mungkin menjadi salah satu bahan alami yang paling sering dikaitkan dengan daya tahan tubuh. Tak heran jika minuman berbahan jahe kerap menjadi pilihan ketika tubuh mulai terasa kurang fit.
Namun, ternyata pilihan makanan untuk mendukung sistem imun tidak berhenti pada jahe. Ada sejumlah bahan makanan yang mudah ditemukan dan bisa dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Sistem imun sendiri bekerja sebagai salah satu pertahanan tubuh terhadap berbagai ancaman, termasuk virus, bakteri, jamur, dan patogen lainnya. Sistem ini juga berperan dalam mengenali serta menangani sel tubuh yang mengalami kerusakan.
Karena itu, menjaga fungsi imun membutuhkan pola hidup secara keseluruhan, termasuk konsumsi makanan bergizi dan beragam.
Lantas, apa saja makanan yang bisa menjadi alternatif selain jahe?
1. Bawang Putih
Bawang putih bukan hanya berfungsi sebagai bumbu untuk membuat makanan semakin sedap. Bahan dapur yang satu ini juga mengandung senyawa sulfur alami, salah satunya allicin, yang banyak diteliti karena aktivitas biologisnya.
Senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antimikroba dan dapat berperan dalam respons tubuh terhadap sejumlah mikroorganisme. Bawang putih juga memiliki komponen yang berkaitan dengan proses peradangan dan perlindungan sel.
Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi potensi bawang putih dalam membantu tubuh menghadapi berbagai infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan.
Cara mengonsumsinya pun cukup mudah. Bawang putih dapat ditambahkan ke tumisan, sup, saus, atau berbagai hidangan sehari-hari.
2. Paprika
Kalau selama ini paprika hanya dianggap sebagai pelengkap makanan, mungkin sudah waktunya melihat bahan ini dari sisi lain.
Paprika merah, kuning, dan oranye mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi. Vitamin C sendiri berperan penting dalam mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
Selain vitamin C, paprika juga mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan kulit serta jaringan pada saluran pernapasan yang menjadi salah satu bagian dari pertahanan tubuh.
Warna paprika yang beragam juga membuat bahan ini mudah dikombinasikan dengan salad, tumisan, pasta, maupun hidangan lainnya.
3. Kunyit
Punya kunyit di dapur? Jangan cuma digunakan untuk memberikan warna kuning pada masakan. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti karena sifat antiinflamasinya. Senyawa tersebut juga menjadi salah satu komponen yang membuat kunyit populer dalam berbagai olahan tradisional.
Kurkumin diketahui memiliki aktivitas biologis yang berkaitan dengan proses peradangan dan respons sistem imun. Sejumlah penelitian juga mengeksplorasi potensinya terhadap berbagai proses yang berkaitan dengan infeksi.
Namun, konsumsi kunyit sebaiknya tetap dianggap sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan ketika seseorang sedang mengalami penyakit.
4. Makanan Fermentasi
Makanan fermentasi juga bisa menjadi pilihan menarik untuk melengkapi menu sehari-hari. Contohnya cukup beragam, mulai dari yogurt, kefir, kimchi, hingga miso. Beberapa makanan tersebut mengandung mikroorganisme hidup atau komponen hasil fermentasi yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Hal ini penting karena sistem imun memiliki hubungan erat dengan kondisi saluran pencernaan. Keseimbangan mikroorganisme di dalam usus dapat berperan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan fungsi kekebalan tubuh.
Karena itu, makanan fermentasi dapat menjadi salah satu cara untuk menambah variasi sumber nutrisi dalam pola makan.
5. Jamur
Jangan remehkan jamur yang sering dijadikan bahan tambahan dalam sup atau tumisan. Beberapa jenis jamur, termasuk shiitake, mengandung beta-glukan yang banyak diteliti terkait dengan aktivitas sistem kekebalan tubuh.
Beta-glukan dapat berinteraksi dengan komponen tertentu dalam sistem imun. Selain itu, jamur juga menyediakan sejumlah nutrisi seperti selenium dan vitamin B6.
Vitamin B6 sendiri dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses, termasuk yang berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan dan pembentukan antibodi.
Dengan begitu, jamur dapat menjadi salah satu pilihan makanan bergizi untuk dimasukkan dalam menu harian.
Jangan Cuma Andalkan Satu Makanan
Meski kelima makanan tersebut memiliki kandungan yang mendukung fungsi tubuh, bukan berarti mengonsumsinya otomatis membuat seseorang kebal dari penyakit.
Sistem imun dipengaruhi banyak faktor. Pola makan secara keseluruhan, kualitas tidur, aktivitas fisik, tingkat stres, usia, serta kondisi kesehatan juga dapat berperan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan jahe, bawang putih, kunyit, atau satu jenis makanan tertentu ketika ingin menjaga daya tahan tubuh.
Justru, pola makan yang beragam dan seimbang menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Jadi, kalau dapurmu sudah punya jahe, tidak ada salahnya menambahkan bawang putih, paprika, kunyit, makanan fermentasi, dan jamur ke dalam daftar belanja berikutnya.
- Sistem Imun
- Makanan Penambah Imun
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.