Kasus Influenza A Mulai Naik, Apakah Lebih Berbahaya dari Covid-19?
Selasa, 22 Sep 2026, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus Influenza A tengah menjadi perhatian setelah data surveilans menunjukkan peningkatan hasil positif dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini ramai diperbincangkan karena banyak anak mengalami demam tinggi, batuk, dan gejala mirip Covid-19.
Lantas, apakah Influenza A saat ini lebih berbahaya daripada Covid-19?
Influenza A Sedang Naik
Jawabannya tidak bisa disimpulkan hanya dari kenaikan kasus. Influenza dan Covid-19 merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan virus berbeda dan sama-sama dapat menyebabkan komplikasi serius.
Data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan proporsi influenza pada minggu ke-36 atau periode hingga 12 September 2026 mencapai 38 persen, naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Meski demikian, Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza secara nasional dalam level rendah.
Surveilans dilakukan melalui 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan. Dari kasus influenza yang terdeteksi, sekitar 33 persen terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan kenaikan kasus memang terjadi di sejumlah kota, tetapi secara nasional belum signifikan dan masih terkendali.
"Secara nasional kenaikannya tidak terlalu signifikan, lonjakannya tidak terlalu melonjak tajam begitu, mungkin di beberapa daerah iya. Jadi secara nasional tuh masih aman, terkendali untuk yang influenza-influenza tadi," kata Aji, Kamis (17/9/2026).
Kemenkes menyebut peningkatan influenza berkaitan dengan pola musiman. Faktor lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta paparan abu vulkanik juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kelompok rentan.
Influenza Bisa Menjadi Serius
Meski sebagian besar penderita dapat pulih tanpa perawatan khusus, influenza tetap dapat menyebabkan komplikasi serius. WHO memperkirakan influenza musiman menyebabkan sekitar 1 miliar kasus setiap tahun di dunia, termasuk 3-5 juta kasus penyakit berat dan sekitar 290.000-650.000 kematian akibat penyakit pernapasan terkait influenza setiap tahun.
Influenza berat dapat berkembang menjadi pneumonia hingga sepsis dan memperburuk penyakit kronis. Kelompok berisiko antara lain anak di bawah 5 tahun, terutama balita, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
CDC juga menyebut anak di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius seperti pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga, gangguan otak hingga, dalam kasus jarang, kematian.
Influenza A atau Covid-19, Mana Lebih Berbahaya?
Perbandingan keduanya tidak bisa ditentukan dengan satu ukuran. Influenza dan Covid-19 sama-sama dapat menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri tubuh hingga sesak napas.
CDC menegaskan gejala saja tidak cukup untuk membedakan keduanya sehingga pemeriksaan diperlukan. Seseorang bahkan dapat mengalami infeksi influenza dan Covid-19 secara bersamaan meski kondisi ini tidak umum.
Dari sisi penularan, Covid-19 secara umum lebih mudah menyebar dan dapat menular dalam periode lebih panjang. Namun, influenza juga dapat menyebabkan penyakit berat, terutama pada kelompok rentan.
CDC mencatat bahwa secara keseluruhan influenza tampaknya dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat pada anak-anak dibandingkan Covid-19. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti Influenza A secara umum lebih berbahaya daripada Covid-19.
Kenali Gejala dan Tanda Bahaya
Influenza biasanya muncul tiba-tiba dengan gejala berupa demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot dan tubuh, sakit kepala serta kelelahan. Pada anak, muntah dan diare juga dapat terjadi.
Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami napas cepat atau kesulitan bernapas, bibir atau wajah membiru, tulang rusuk tertarik saat bernapas, nyeri dada, dehidrasi, kejang, tidak responsif ketika terjaga, atau demam maupun batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.
CDC merekomendasikan pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang mengalami influenza, Covid-19, atau infeksi lainnya karena penanganan antivirus keduanya berbeda.
Vaksinasi Jadi Pencegahan Utama
WHO menyebut vaksinasi merupakan cara terbaik untuk mencegah influenza. Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, serta tetap berada di rumah ketika mengalami gejala.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh melalui makanan bergizi, istirahat cukup dan aktivitas fisik. Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak memaksakan diri bekerja atau bersekolah.
Dengan demikian, peningkatan Influenza A perlu diwaspadai, terutama karena anak menjadi salah satu kelompok yang banyak terdeteksi. Namun, data saat ini belum mendukung kesimpulan bahwa Influenza A secara umum lebih berbahaya daripada Covid-19. Masyarakat perlu mengenali tanda bahaya, tidak mendiagnosis hanya berdasarkan gejala, dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi memburuk.
- Influenza A
- Penyakit Influenza A
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.