Teqball, Cabor Unik di Asian Games 2026 yang Bikin Indonesia Pulang Bawa Medali
Senin, 21 Sep 2026, 16:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Teqball menjadi salah satu cabang olahraga yang mencuri perhatian di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Indonesia turut mencatatkan prestasi melalui Yoga Ardika Putra dan Sumaya yang masing-masing meraih medali perunggu tunggal putra dan perak tunggal putri.
Olahraga ini terbilang unik karena memadukan berbagai unsur dari sepak bola, tenis meja, voli, hingga sepak takraw. Selain mengandalkan kemampuan mengontrol bola menggunakan anggota tubuh, teqball juga membutuhkan kelenturan, ketepatan, kecepatan, dan kemampuan melakukan gerakan akrobatik.
Lantas, dari mana sebenarnya olahraga teqball berasal dan bagaimana cara memainkannya? Berikut sejarah, karakteristik meja dan lapangan, hingga aturan dasar teqball yang kini mulai dikenal luas setelah debut di Asian Games 2026.
Berawal dari Hongaria
Teqball pertama kali dikembangkan di Hongaria pada 2012. Ide olahraga tersebut berasal dari mantan pemain sepak bola profesional Gabor Borsanyi yang memiliki kebiasaan memainkan bola di atas meja tenis meja.
Namun, permukaan meja tenis meja yang datar membuat bola sulit memantul dengan arah yang sesuai. Kondisi tersebut kemudian mendorong Borsanyi menciptakan konsep meja dengan permukaan melengkung agar bola dapat memantul menuju pemain.
Dalam pengembangan olahraga tersebut, Borsanyi bekerja sama dengan Viktor Huszar dan Gyorgy Gattyan. Federasi Teqball Internasional atau FITEQ mencatat 2014 sebagai salah satu tonggak penting karena pada tahun tersebut video publik pertama mengenai teqball diperkenalkan bertepatan dengan pembukaan Piala Dunia FIFA 2014.
Seiring perkembangannya, teqball mulai menyebar ke berbagai negara dan membentuk jaringan federasi nasional. FITEQ mencatat olahraga tersebut telah memiliki 156 federasi nasional serta menggelar delapan Kejuaraan Dunia sejak 2017 hingga 2025.
Gabungkan Unsur Tiga Olahraga
Teqball memiliki karakter permainan yang memadukan sejumlah teknik dari beberapa cabang olahraga. Unsur sepak bola terlihat dari penggunaan bola serta teknik mengontrol dan mengembalikan bola menggunakan kaki, paha, dada, maupun kepala.
Sementara itu, konsep permainan di atas meja dengan net di bagian tengah membuat teqball memiliki kemiripan dengan tenis meja. Pemain harus mengarahkan bola melewati net dan membuat bola masuk ke area permainan lawan agar dapat memperoleh poin.
Unsur sepak takraw juga terlihat dari tuntutan kemampuan atlet melakukan gerakan lentur dan akrobatik saat mengontrol bola. Selain itu, terdapat unsur voli dalam aturan yang membatasi pemain untuk mengembalikan bola dengan maksimal tiga sentuhan.
Meja Teqball Tidak Datar
Salah satu bagian paling khas dalam permainan teqball adalah meja yang digunakan. Berbeda dari meja tenis meja yang permukaannya datar, meja teqball memiliki permukaan melengkung dan dilengkapi net di bagian tengah.
Berdasarkan regulasi FITEQ, meja teqball memiliki panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter. Ketinggian permukaannya juga berbeda karena bentuk lengkung, dengan titik terendah sekitar 0,565 meter dan titik tertinggi mencapai 0,76 meter dari permukaan lantai.
Net yang berada di tengah meja memiliki panjang 1,7 meter dan ketebalan 0,02 meter. Tinggi net dari permukaan meja mencapai 0,14 meter sehingga apabila dihitung dari titik tertinggi meja, bagian atas net berada sekitar 0,9 meter dari lantai.
Lapangan Harus Cukup Luas
Pertandingan teqball membutuhkan area yang cukup luas karena pemain harus bergerak mengejar bola yang memantul dari meja. Dalam pertandingan resmi, lapangan memiliki ukuran minimal 16 meter untuk panjang dan 12 meter untuk lebar.
Untuk pertandingan yang digelar di dalam ruangan, jarak antara permukaan lapangan dan langit-langit minimal mencapai 7 meter. Area permainan juga dikelilingi pembatas dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,5 meter.
Di tengah lapangan terdapat meja teqball yang membagi area permainan menjadi dua bagian. Terdapat pula garis tengah serta area servis yang menjadi penanda bagi pemain ketika melakukan servis dan memulai reli.
Aturan Dasar Permainan Teqball
Teqball dapat dimainkan dalam format tunggal maupun ganda. Dalam nomor tunggal terdapat dua pemain, sedangkan nomor ganda dimainkan oleh empat pemain yang terbagi menjadi dua tim.
Pertandingan dimainkan dengan sistem tiga set terbaik dan setiap set berakhir ketika salah satu pemain atau tim mencapai 12 poin. Setiap pemain atau tim juga memiliki kesempatan servis sebanyak dua kali untuk menghasilkan servis yang sah.
Pemain tidak diperbolehkan menyentuh bola menggunakan bagian tubuh yang sama dua kali secara berturut-turut. Bola juga tidak boleh dikembalikan menggunakan bagian tubuh yang sama secara berurutan.
Setiap pemain atau tim dapat mengembalikan bola dengan maksimal tiga sentuhan menggunakan bagian tubuh selain tangan dan lengan. Khusus nomor ganda, pasangan harus saling mengoper bola setidaknya satu kali sebelum mengembalikannya ke area lawan.
Servis dilakukan setelah pemain atau tim mendapatkan kesempatan sesuai aturan dan pergantian servis berlangsung setiap dua poin. Dalam permainan, pemain juga dilarang menyentuh meja maupun lawan.
Teqball dimainkan menggunakan bola sepak dengan ukuran nomor lima sebagai ukuran resmi dan yang direkomendasikan. Jika bola mengenai bagian tepi meja, reli dapat dinyatakan harus diulang sesuai ketentuan permainan.
Debut teqball di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus menjadi panggung pertama bagi para atlet cabang olahraga tersebut dalam ajang multiolahraga terbesar di Asia. Dua medali yang diraih Yoga Ardika Putra dan Sumaya membuat olahraga yang berasal dari Hongaria ini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.
- sejarah teqball
- teqball
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.