Cat Rambut Sebabkan Kanker Payudara Hingga 60 Persen? Cek Mitos dan Faktanya di Sini
Selasa, 08 Sep 2026, 13:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penggunaan pewarna rambut kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, baik untuk menutupi uban maupun mempercantik penampilan. Namun, beredarnya isu bahwa kebiasaan mewarnai rambut dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen memicu kekhawatiran publik.
Memahami hasil penelitian ilmiah secara tepat sangat penting agar kita tidak terjebak dalam kepanikan akibat kesalahpahaman informasi mengenai bahaya cat rambut bagi kesehatan tubuh.
1. Asal-usul Angka 60 Persen dalam Penelitian
Klaim mengenai lonjakan risiko hingga 60 persen berpatokan pada Sister Study yang mengamati 46.709 perempuan di Amerika Serikat. Penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Cancer edisi 2020. Penting dicatat bahwa seluruh peserta yang diteliti memiliki riwayat keluarga (saudara kandung) dengan kanker payudara.
Hasil studi ini menunjukkan variasi angka peningkatan risiko relatif yang berbeda pada tiap kelompok:
-
Penggunaan pewarna permanen secara umum pada seluruh peserta hanya mencatatkan peningkatan risiko relatif sebesar 9 persen.
-
Pengguna dari kelompok perempuan kulit putih non-Hispanik mengalami peningkatan risiko sekitar 7 persen.
-
Pengguna dari kelompok perempuan kulit hitam mencatatkan kenaikan risiko sekitar 45 persen.
-
Angka peningkatan 60 persen hanya ditemukan pada kelompok spesifik, yaitu perempuan kulit hitam yang mewarnai rambut setiap 5â8 minggu sekali atau lebih sering.
2. Memahami Arti Peningkatan Risiko Relatif
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, mengimbau masyarakat agar tidak salah mengartikan hasil riset tersebut. Peningkatan risiko relatif sebesar 60 persen bukan berarti 60 dari 100 pengguna cat rambut pasti akan terserang kanker payudara.
Angka tersebut sekadar membandingkan tingkat risiko antar dua kelompok pengamatan, bukan probabilitas mutlak individu. Riset ini juga belum menghitung jumlah kasus tambahan yang secara langsung diakibatkan oleh produk pewarna.
3. Hubungan Observasional Belum Membuktikan Sebab-Akibat
Sister Study bersifat observasional, yang berarti peneliti hanya mengamati pola pemakaian dan kejadian penyakit tanpa uji eksperimen langsung. Oleh sebab itu, temuan ini baru sebatas menunjukkan adanya keterkaitan (association), bukan bukti sebab-akibat (causation).
National Cancer Institute menegaskan bahwa hasil studi mengenai pewarna rambut dan kanker payudara masih bervariasi serta belum konsisten. Selain itu, data tersebut tidak dapat langsung digeneralisasikan pada perempuan Indonesia karena jumlah partisipan keturunan Asia dalam studi tersebut sangat terbatas.
4. Anjuran Aman Mengecat Rambut Menurut Pakar
Bagi masyarakat yang tetap ingin mewarnai rambut, dr. Samuel menyatakan tidak ada alasan ilmiah untuk merasa takut berlebihan jika aktivitas tersebut dilakukan secara berkala atau sesekali. Namun, untuk pemakaian rutin bertahun-tahun, pengurangan frekuensi sangat disarankan.
Food and Drug Administration (FDA) memberikan panduan keselamatan berikut:
-
Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan produk.
-
Lakukan uji tempel (patch test) pada kulit sesuai petunjuk kemasan sebelum penggunaan.
-
Bilas kulit kepala hingga benar-benar bersih dan jangan membiarkan cat menempel melebihi batas waktu yang dianjurkan.
-
Hindari mengecat rambut apabila kulit kepala sedang dalam kondisi terluka atau mengalami iritasi.
Isu mengenai keterkaitan pewarna rambut dan risiko kanker payudara memerlukan pemahaman konteks medis yang utuh agar tidak menimbulkan keresahan.
Dengan membatasi frekuensi pemakaian, memilih produk aman, serta mematuhi petunjuk penggunaan, masyarakat tetap dapat merawat penampilan secara optimal tanpa perlu khawatir berlebihan terhadap risiko kesehatan yang ada.
- Cat Rambut dan Kanker Payudara
- Risiko Kanker Payudara
Redaktur: Sarah Ramadhani
Penulis: Sarah Ramadhani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.