Singkong Jadi Senjata Baru Lawan Karhutla? Ide Prabowo Bukan Omon Omon, Aryanto Misel Sudah Dicoba Sejak 2003!

Minggu, 30 Agu 2026, 20:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla biasanya identik dengan air, helikopter, hingga berbagai bahan pemadam khusus. Namun, bagaimana jika salah satu solusi alternatifnya justru berasal dari singkong?

Gagasan tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto merespons usulan pemanfaatan tepung ubi atau singkong sebagai bahan untuk membantu mencegah dan memadamkan api.

Ket. Foto: Ilustrasi kebakaran hutan. — Sumber: Istimewa

Ide itu sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatera di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin, 24 Agustus 2026.

Listyo menyebut bahan berbasis ubi atau singkong berpotensi digunakan terutama ketika kebakaran masih berada pada tahap awal.

Gagasan tersebut langsung mendapat respons positif dari Presiden Prabowo. Ia bahkan meminta agar kemungkinan produksi bahan tersebut dalam skala besar dipertimbangkan.

"Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," kata Prabowo, dikutip dari pemberitaan detikSumbagsel.

Ternyata Bukan Ide Baru, Inovasi Ini Sudah Ada Sejak 2003

Menariknya, pemanfaatan bahan dari singkong untuk pemadaman api ternyata bukan gagasan yang benar-benar baru.

Jauh sebelum wacana ini kembali mencuat pada 2026, seorang inovator asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bernama Aryanto Misel, sudah mengembangkan alat pemadam api berbahan kulit singkong.

Nama Aryanto sendiri sebelumnya dikenal luas setelah inovasinya, Nikuba, sempat menjadi perhatian publik.

Namun, jauh sebelum itu, ia ternyata sudah bereksperimen membuat alat pemadam api ringan atau APAR berbahan organik.

Aryanto mengaku mulai membuat APAR dari kulit singkong sekitar 2003. Ide tersebut muncul setelah dirinya melihat kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Jakarta.

Ia kemudian berpikir untuk membuat alat pemadam yang tidak hanya efektif, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Kulit Singkong Disebut Punya Kandungan yang Bisa Memadamkan Api

Dalam pengembangan alat tersebut, Aryanto menggunakan kulit singkong yang menurutnya mengandung potassium sitrat.

Ia menyebut senyawa tersebut dapat membantu memutus mata rantai reaksi pembakaran sehingga api dapat dipadamkan.

Menariknya, penemuan tersebut berawal dari eksperimen yang tidak sengaja.

Saat melakukan penelitian untuk membuat produk antikarat rantai kendaraan, Aryanto menemukan suatu bahan yang dianggap tidak sesuai. Bahan itu kemudian dibuang ke tempat pembakaran.

Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Api di tempat tersebut justru padam.

Dari kejadian itulah Aryanto mulai menelusuri bahan yang digunakan dan mengaitkannya dengan kemampuan potassium sitrat dalam membantu proses pemadaman api.

Ia kemudian melakukan berbagai percobaan menggunakan bahan yang berasal dari umbi-umbian, dengan kulit singkong menjadi salah satu bahan yang dianggap paling potensial.

APAR Singkong Dibuat dalam Dua Bentuk

Inovasi Aryanto tidak berhenti pada eksperimen bahan. Ia juga mengembangkan alat pemadam api yang dapat digunakan secara praktis.

APAR buatannya kala itu dibuat dalam dua model. Satu berbentuk tabung seperti APAR pada umumnya, sementara model lainnya dibuat menyerupai bola.

Menurut Aryanto, alat tersebut dirancang untuk memutus reaksi pembakaran. Ia juga menyebut residu dari bahan pemadam tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Namun, klaim mengenai efektivitas tersebut merupakan bagian dari penjelasan Aryanto dan tetap membutuhkan pengujian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan kinerja serta keamanannya dalam berbagai kondisi kebakaran.

BRIN Kini Ikut Mengkaji Potensi Tepung Singkong

Wacana penggunaan singkong untuk karhutla kini memasuki tahap yang lebih serius.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN melalui pusat kimia molekuler tengah melakukan kajian mengenai efektivitas penggunaan pati singkong untuk membantu pemadaman karhutla.

Kajian tersebut dilakukan setelah usulan penggunaan bahan berbasis singkong mencuat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BRIN menyampaikan praktik penggunaan bahan tersebut sebelumnya sudah dilakukan di lapangan oleh personel terkait. Namun, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya secara ilmiah.

Secara teori, penggunaan tepung atau pati singkong sebagai bahan alternatif pemadaman api dinilai memungkinkan. Meski demikian, masih diperlukan penelitian untuk mengetahui formulasi, mekanisme kerja, efektivitas, serta penerapannya dalam skala besar.

BRIN juga bekerja sama dengan Polri untuk mengkaji potensi tersebut sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi karhutla.

Jika penelitian nantinya membuktikan bahan berbasis singkong efektif, murah, aman, dan mudah diproduksi dalam jumlah besar, bukan tidak mungkin singkong yang selama ini identik dengan makanan justru bisa menjadi bagian dari strategi baru menghadapi karhutla.

Tetapi untuk saat ini, jangan buru-buru menganggap tepung singkong sebagai pengganti air atau alat pemadam standar. Kajian ilmiah dan pengujian lapangan tetap menjadi kunci sebelum inovasi tersebut benar-benar diterapkan secara luas.

  • Kebakaran
  • Prabowo

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.