Sering Kena Mom Shaming dari Orang Terdekat? 6 Cara Ini Bisa Bantu Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri
Minggu, 16 Agu 2026, 12:05 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Â Menjadi seorang ibu sering kali diikuti berbagai komentar dari orang-orang di sekitar.
Mulai dari cara mengasuh anak, pilihan makanan, hingga keputusan dalam kehidupan keluarga. Tidak semua komentar disampaikan dengan niat buruk, tetapi ketika terus-menerus diterima, hal tersebut dapat membuat seorang ibu merasa diragukan bahkan mempertanyakan kemampuannya sendiri.
Situasi ketika seorang ibu mendapat kritik atau komentar yang menyudutkan terkait peran dan cara pengasuhan ini kerap disebut sebagai mom shaming. Hal tersebut bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang paling dekat seperti keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
Komentar semacam itu terkadang terdengar sederhana, tetapi dampaknya bisa cukup besar. Seorang ibu yang terus dibandingkan dengan ibu lain atau dianggap kurang tepat dalam mengasuh anak dapat merasa bersalah dan kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri.
Padahal, setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Cara yang berhasil diterapkan pada satu keluarga belum tentu cocok bagi keluarga lainnya. Begitu pula dengan kondisi setiap anak yang memiliki kebutuhan dan karakter masing-masing.
Karena itu, penting bagi ibu untuk belajar membedakan antara masukan yang memang membangun dan komentar yang justru membuat diri semakin tertekan. Tidak semua pendapat orang lain harus dijadikan tolok ukur dalam menentukan apakah seseorang sudah menjadi ibu yang baik atau belum.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerima bahwa tidak semua orang akan memahami pilihan yang dibuat. Ketika keputusan yang diambil sudah dipertimbangkan dengan baik dan sesuai dengan kondisi keluarga, ibu tidak perlu terus-menerus mencari validasi dari lingkungan.
Ibu juga perlu mengingat bahwa menjadi orang tua bukan tentang mencapai kesempurnaan. Ada kalanya seseorang melakukan kesalahan, merasa lelah, atau mengambil keputusan yang ternyata perlu diperbaiki. Semua itu merupakan bagian dari proses belajar dalam menjalani peran sebagai orang tua.
Ketika komentar dari lingkungan mulai membuat pikiran terasa penuh, mengambil jarak sejenak juga dapat membantu. Tidak semua komentar harus langsung ditanggapi. Memberikan waktu kepada diri sendiri untuk menenangkan pikiran dapat membuat seseorang lebih mampu melihat situasi secara objektif.
Selain itu, penting untuk mengenali batasan diri. Jika komentar yang diberikan sudah terlalu mengganggu atau membuat tidak nyaman, seorang ibu berhak menyampaikan bahwa dirinya tidak membutuhkan komentar tersebut. Menetapkan batas bukan berarti bersikap kasar, melainkan bentuk menjaga kesehatan emosional.
Dukungan dari orang-orang yang dipercaya juga dapat menjadi sumber kekuatan. Memiliki ruang untuk bercerita tanpa takut dihakimi dapat membantu ibu merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.
- Cara Parenting
- Gaya Parenting
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.