Jelang 17 Agustus, Ini 8 Jenis Kebaya Indonesia yang Cocok untuk Perayaan HUT RI

Jum'at, 14 Agu 2026, 14:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebaya menjadi salah satu busana tradisional Indonesia yang lekat dengan kesan anggun dan elegan. Pakaian ini tidak hanya digunakan dalam berbagai acara adat dan formal, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya perempuan Indonesia.

Keberadaan kebaya memiliki beragam bentuk dan karakter yang berkembang sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing daerah. Mulai dari model yang sederhana hingga memiliki detail bordir dan aksesori khas, setiap jenis kebaya menyimpan cerita serta nilai budaya tersendiri.

Ket. Foto: Kebaya Tradisional Indonesia. — Sumber: pinterest

Kebaya juga telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Lantas, apa saja jenis kebaya yang berkembang di Indonesia dan bagaimana ciri khasnya? Berikut delapan jenis kebaya yang menarik untuk diketahui.

1. Kebaya Jawa

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: pinterest

Kebaya Jawa termasuk salah satu model kebaya yang paling dikenal di Indonesia. Pada masa lalu, busana ini banyak digunakan perempuan dari kalangan bangsawan atau lingkungan keraton, tetapi kini penggunaannya telah semakin luas di berbagai lapisan masyarakat.

Ciri khas kebaya Jawa dapat dilihat dari bagian leher yang berbentuk V serta bagian bawah busana yang memiliki ujung meruncing. Material yang digunakan juga beragam, mulai dari nilon, brokat, hingga sutera, sehingga modelnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya.

2. Kebaya Kutu Baru

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: pinterest

Kebaya Kutu Baru memiliki karakteristik yang cukup mudah dikenali melalui keberadaan kain tambahan pada bagian depan. Kain yang dikenal sebagai bef tersebut berfungsi menghubungkan bagian dada hingga perut sehingga menjadi elemen khas pada model kebaya ini.

Potongan Kutu Baru umumnya dibuat mengikuti bentuk tubuh atau fit body sehingga memberikan kesan anggun. Penggunaan bros di bagian depan juga kerap menjadi pelengkap untuk memperkuat tampilan klasik dan elegan.

3. Kebaya Bali

Sumber: pinterest

Kebaya Bali memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kebaya dari Jawa, salah satunya terlihat dari cara penggunaan selendang. Jika pada kebaya Jawa selendang umumnya disampirkan di pundak, pada kebaya Bali kain tersebut biasanya diikatkan di bagian pinggang.

Ikatan selendang tersebut memiliki makna simbolis, yakni sebagai perlambang pengendalian nafsu dan perilaku buruk ketika seseorang memasuki kawasan pura. Dari segi warna, kebaya Bali juga banyak menggunakan warna cerah seperti kuning, oranye, biru, dan merah muda yang memberikan kesan ceria.

4. Kebaya Encim

Gambar Story PIN

Sumber: pinterest

Kebaya Encim merupakan busana khas Betawi yang mendapat pengaruh dari perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu. Istilah encim sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang berarti bibi dan pada masa lalu banyak digunakan oleh perempuan keturunan Tionghoa.

Salah satu daya tarik Kebaya Encim terdapat pada bordir dan motifnya yang kaya. Motif seperti burung bangau, phoenix, kupu-kupu, serangga, serta naga pernah menjadi bagian dari desainnya, sementara perkembangan terbaru juga menghadirkan motif khas Betawi seperti ondel-ondel.

5. Kebaya Kartini

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: pinterest

Sesuai namanya, Kebaya Kartini terinspirasi dari busana yang dikenakan oleh pahlawan nasional R.A. Kartini. Modelnya dikenal memiliki desain yang lebih tertutup dan sopan sehingga menghadirkan kesan sederhana sekaligus anggun.

Sekilas, kebaya ini memang memiliki kemiripan dengan kebaya Jawa. Namun, salah satu cirinya adalah adanya lipatan vertikal pada bagian kerah, sementara panjang busana umumnya mencapai bagian bawah dengan garis hem yang lurus.

6. Kebaya Madura

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: instagram.com/svarna_byikatindonesia

Kebaya Madura atau yang juga dikenal sebagai Kebaya Rancongan memiliki bentuk yang sekilas menyerupai kebaya Jawa. Dalam penggunaannya, bagian depan bawah kebaya terkadang dibuat dengan cara diikat untuk memberikan karakter tersendiri.

Kebaya khas Madura umumnya menggunakan warna-warna cerah dan dapat dipadukan dengan odhet. Untuk bagian bawah, busana ini biasanya dikenakan bersama sarung batik dengan berbagai motif khas, seperti storjan, tabiruan, atau lasem.

7. Kebaya Labuh

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: instagram.com/rumahkebayabangsar_kl

Kebaya Labuh merupakan salah satu busana tradisional yang berasal dari Kepulauan Riau. Modelnya memiliki panjang hingga melewati lutut dan sekilas mengingatkan pada baju kurung yang menjadi bagian dari tradisi busana Melayu.

Potongan bagian bawah Kebaya Labuh cenderung lebih lebar dan terbuka sehingga memberikan ruang gerak yang lebih nyaman bagi pemakainya. Warna serta motif yang digunakan juga dapat disesuaikan dengan usia dan status sosial pemakainya, terutama dalam konteks acara adat atau resmi.

8. Kebaya Basiba

jenis kebaya di Indonesia

Sumber: instagram.com/butiknyonyah

Kebaya Basiba merupakan salah satu bentuk kebaya yang berkaitan dengan budaya Minangkabau. Modelnya memiliki potongan panjang dan relatif longgar sehingga memberikan tampilan yang lebih tertutup.

Istilah Basiba berkaitan dengan kata bersiba, yaitu model dengan tambahan atau keliman kain pada bagian belakang dan samping yang membuat busana tampak lebih panjang. Karakter busana yang tertutup tersebut mencerminkan nilai kesopanan, kehormatan, dan martabat perempuan Minang.

Dalam penggunaannya, Kebaya Basiba dapat dipadukan dengan kain songket maupun batik khas Minangkabau sebagai bawahan. Perpaduan tersebut semakin memperkuat karakter tradisional sekaligus identitas budaya yang melekat pada busana tersebut.

Kebaya dan Identitas Budaya Indonesia

Keberagaman jenis kebaya menunjukkan bahwa busana tradisional Indonesia tidak memiliki satu bentuk yang seragam. Setiap daerah mengembangkan model, warna, motif, dan cara pemakaian yang dipengaruhi oleh sejarah serta nilai budaya masyarakat setempat.

Meski memiliki perbedaan karakter, berbagai jenis kebaya tersebut sama-sama memperlihatkan bagaimana busana dapat menjadi bagian dari identitas budaya. Penggunaannya yang terus berkembang juga menunjukkan bahwa kebaya mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan unsur tradisionalnya.

Kebaya kini tidak hanya dikenakan dalam upacara adat atau acara resmi, tetapi juga semakin sering hadir dalam berbagai kegiatan seperti wisuda, pernikahan, perayaan budaya, hingga acara kenegaraan. Perkembangan desain modern membuat kebaya semakin mudah diterima oleh generasi muda sekaligus membuka ruang bagi pelestarian budaya melalui cara yang lebih kekinian.

Dengan mengenali berbagai jenis kebaya dan ciri khasnya, masyarakat dapat memahami bahwa setiap busana tradisional memiliki latar belakang dan makna yang berbeda. Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

  • Kebaya
  • 17 Agustus

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.