John Galliano Jadi Tema MET Gala 2027, Desainer Penuh Kontroversi yang Dipecat Dior Kini Dirayakan Dunia Fashion!

Senin, 03 Agu 2026, 13:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia mode kembali dibuat heboh dengan pengumuman mengejutkan dari Costume Institute di Metropolitan Museum of Art (The Met), New York. Sosok John Galliano, desainer legendaris asal Inggris yang dikenal berkat kreativitas luar biasa sekaligus kontroversi besar dalam perjalanan kariernya, dipilih sebagai tema utama pameran MET Gala 2027.

Keputusan ini langsung memicu perbincangan luas. Di satu sisi, John Galliano dipandang sebagai salah satu desainer paling berpengaruh dalam sejarah fashion modern. Namun di sisi lain, namanya juga tak pernah lepas dari kontroversi akibat pernyataan antisemitisme yang membuatnya kehilangan jabatan bergengsi di Christian Dior lebih dari satu dekade lalu.

Pameran bertajuk "John Galliano: Horizons" dijadwalkan berlangsung mulai 9 Mei 2027 hingga 9 Januari 2028 dan akan dibuka melalui malam amal paling bergengsi di industri mode, yakni MET Gala 2027. Pameran ini akan menampilkan perjalanan kreatif John Galliano selama puluhan tahun sekaligus mengulas sisi gelap yang pernah mengubah arah hidup dan kariernya.

Dengan kehormatan tersebut, John Galliano menjadi desainer ketiga dalam sejarah yang memperoleh pameran tunggal di The Met saat masih hidup. Sebelumnya, penghargaan serupa hanya diberikan kepada Yves Saint Laurent pada 1983 dan Rei Kawakubo pada 2017.

Kepala Kurator Costume Institute, Andrew Bolton, menjelaskan bahwa setiap koleksi John Galliano lahir dari perpaduan sejarah, budaya, seni, hingga narasi yang saling berkaitan. Menurutnya, karya-karya sang desainer selalu menghadirkan perjalanan visual yang kaya akan imajinasi sekaligus emosi.

Untuk menggambarkan kompleksitas tersebut, pameran akan dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu "Bearings", "Horizons", dan "Atlas of Transformation". Ketiga tema itu dirancang untuk membawa pengunjung memahami evolusi kreatif John Galliano, mulai dari masa kejayaannya hingga transformasi yang terjadi setelah berbagai kontroversi mengguncang hidupnya.

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah pembahasan mengenai insiden pada 2011 yang membuat John Galliano dipecat oleh LVMH dari posisinya sebagai direktur kreatif Christian Dior setelah 15 tahun berkarya. Saat itu, ia tersandung kasus ujaran kebencian terhadap komunitas Yahudi setelah terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan dirinya melontarkan komentar antisemit saat berada di sebuah bar di Paris.

Peristiwa tersebut bukan hanya mengakhiri kariernya di Dior, tetapi juga memicu proses hukum. John Galliano kemudian diwajibkan mengikuti rehabilitasi akibat kecanduan alkohol, sekaligus menjalani pembelajaran mengenai Yudaisme, antisemitisme, dan Holocaust bersama sejumlah rabi di London dan New York.

Andrew Bolton menilai perjalanan hidup John Galliano tidak bisa dipisahkan dari pemahaman terhadap karya-karyanya. Karena itu, pameran ini tidak hanya menyoroti pencapaian artistiknya, tetapi juga bagaimana tindakan masa lalunya membawa konsekuensi besar yang mengubah cara publik memandang dirinya.

Upaya John Galliano menghadapi masa lalunya juga sempat terdokumentasi dalam film High & Low: John Galliano yang dirilis pada 2024. Dalam film tersebut, ia kembali mengungkapkan penyesalan mendalam atas ucapannya dan mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Ia bahkan menyatakan tidak berharap memperoleh pengampunan dari semua orang yang terluka akibat perbuatannya.

Menariknya, menurut laporan The New York Times, penyelenggaraan pameran ini telah melalui diskusi panjang dengan sejumlah pemimpin komunitas Yahudi di New York. John Galliano, pihak museum, dan Anna Wintour dilaporkan bertemu dengan para rabi untuk membahas rencana tersebut.

Salah satu peserta pertemuan, Rabbi Rick Jacobs, mengungkapkan bahwa awalnya banyak pihak menolak gagasan menjadikan John Galliano sebagai pusat pameran. Namun setelah berdialog secara langsung, sebagian peserta menilai John Galliano menunjukkan penyesalan yang tulus dan bersedia bertanggung jawab atas kesalahan yang pernah diperbuatnya.

Karier John Galliano sendiri dimulai sejak lulus dari Central Saint Martins pada era 1980-an. Koleksi kelulusannya yang mendapat pujian luas menjadi batu loncatan untuk membangun label sendiri sebelum akhirnya menarik perhatian Bernard Arnault, yang merekrutnya sebagai kepala desainer Givenchy. Tak lama kemudian, ia dipercaya memimpin lini busana wanita dan haute couture Christian Dior, tempat ia melahirkan berbagai koleksi ikonis yang masih dikenang hingga kini.

Setelah meninggalkan Dior, John Galliano sempat vakum sebelum kembali ke panggung mode sebagai direktur kreatif Maison Margiela. Selama satu dekade, ia berhasil menghidupkan kembali citra rumah mode tersebut dan memperkuat posisinya sebagai salah satu desainer paling visioner di industri fashion.

Kini, setelah berpisah dari Maison Margiela pada 2024, John Galliano bersiap kembali dengan proyek baru melalui kolaborasi bersama Zara yang dijadwalkan meluncur pada September mendatang.

Bersamaan dengan itu, pameran MET Gala 2027 menjadi simbol perjalanan seorang desainer tidak hanya diukur dari karya spektakulernya, tetapi juga dari bagaimana ia menghadapi kesalahan, belajar darinya, dan berusaha membangun kembali kepercayaan publik.

Ket. Foto: John Galliano. — Sumber: Istimewa
  • Met Gala
  • Dior

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.