Wanita Penyuka Matcha Disebut Lebih Sabar dan Kalem daripada Peminum Kopi, Cek Faktnya!

Senin, 27 Jul 2026, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, perdebatan soal matcha vs kopi kembali ramai di media sosial. Bukan lagi hanya soal rasa atau kandungan kafein, tetapi juga dikaitkan dengan kepribadian seseorang. Sebuah anggapan yang viral menyebut wanita yang gemar minum matcha cenderung lebih sabar, tenang, dan mampu mengendalikan emosi dibandingkan wanita yang lebih memilih kopi.

Benarkah demikian, atau hanya sekadar stereotip yang berkembang di internet?

Matcha dan kopi memang sama-sama mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan fokus serta energi. Namun, keduanya memiliki komposisi yang berbeda sehingga memberikan efek yang tidak sepenuhnya sama bagi tubuh maupun pikiran.

Salah satu keunggulan matcha adalah kandungan L-theanine, yaitu asam amino alami yang hampir tidak ditemukan dalam kopi. Senyawa ini diketahui mampu membantu tubuh menjadi lebih rileks tanpa menyebabkan rasa kantuk. Ketika dikombinasikan dengan kafein, L-theanine dapat menciptakan kondisi yang sering disebut sebagai calm alertness, yakni tetap fokus dan waspada tetapi dengan perasaan lebih tenang.

Efek inilah yang membuat banyak orang merasa lebih santai setelah menikmati secangkir matcha. Tidak sedikit pula yang mengaku lebih mudah berkonsentrasi tanpa mengalami rasa gelisah atau jantung berdebar yang terkadang muncul setelah mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu.

Sebaliknya, kopi memiliki kadar kafein yang umumnya lebih tinggi. Minuman ini bekerja lebih cepat dalam merangsang sistem saraf sehingga mampu meningkatkan energi secara instan. Bagi sebagian orang, efek tersebut sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas, terutama saat bekerja atau belajar.

Namun, konsumsi kopi berlebihan juga dapat memicu rasa cemas, gugup, hingga mudah tersinggung pada individu yang sensitif terhadap kafein. Karena itulah muncul anggapan bahwa peminum kopi cenderung lebih ekspresif atau mudah bereaksi dibandingkan penyuka matcha.

Meski begitu, para ahli mengingatkan tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan seseorang otomatis menjadi lebih sabar hanya karena rutin mengonsumsi matcha. Kepribadian dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetika, pola asuh, lingkungan, kualitas tidur, tingkat stres, hingga gaya hidup secara keseluruhan.

Dengan kata lain, memilih matcha bukanlah jaminan seseorang memiliki sifat yang lebih kalem, begitu pula peminum kopi tidak bisa langsung dianggap lebih emosional. Respons tubuh terhadap kafein pun berbeda pada setiap individu.

Menariknya, budaya menikmati kedua minuman ini juga turut membentuk persepsi tersebut. Matcha identik dengan tradisi minum teh Jepang yang dilakukan secara perlahan dan penuh ketenangan. Sementara kopi lebih sering dikaitkan dengan ritme hidup yang cepat, kesibukan, dan kebutuhan akan tambahan energi. Citra inilah yang kemudian melekat pada para penikmatnya.

Pada akhirnya, baik matcha maupun kopi sama-sama memiliki manfaat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Matcha cocok bagi mereka yang menginginkan sensasi rileks dengan fokus yang stabil, sedangkan kopi tetap menjadi pilihan favorit untuk meningkatkan semangat dan kewaspadaan.

Jadi, apakah wanita penyuka matcha benar-benar lebih sabar daripada peminum kopi? Jawabannya belum tentu. Meski kandungan L-theanine pada matcha memang dapat membantu menciptakan efek menenangkan, sifat sabar dan kemampuan mengelola emosi tetap ditentukan oleh banyak faktor, bukan hanya oleh minuman yang ada di dalam cangkir.

  • kopi
  • Matcha

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.