5 Alasan The Odyssey Christopher Nolan Menuai Kontroversi, dari Pemain hingga Kostum

Kamis, 16 Jul 2026, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Adaptasi Christopher Nolan dari The Odyssey, puisi Yunani Kuno yang dikaitkan dengan Homer, akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada Rabu (15/07/2026).

Film ini menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan, terutama karena menghadirkan deretan bintang besar seperti Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, Robert Pattinson, dan Zendaya.

Ket. Foto: The Odyssey Christopher Nolan — Sumber: Istimewa

Menariknya, Nolan dan tim Universal Pictures hanya mengundang anggota pers dalam pemutaran awal World Premiere di London, Inggris, tanpa melibatkan influencer. Artinya, reaksi awal film ini datang dari para profesional industri film.

Erik Davis dari Fandango dan Rotten Tomatoes memberikan pujian besar melalui akun X miliknya. Ia menyebut The Odyssey sebagai kemenangan mutlak dan pencapaian sinematik dari salah satu pembuat film hebat.

Davis juga memuji unsur horor yang dimasukkan Nolan serta penampilan para pemain, terutama Anne Hathaway sebagai Penelope dan Robert Pattinson sebagai Antinous.

Namun, di balik pujian tersebut, The Odyssey juga menuai sejumlah kontroversi. Berikut beberapa hal yang menjadi perdebatan publik.

1. Lupita Nyong'o Dikritik karena Perankan Helen dari Troya

Pemilihan Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya sekaligus Clytemnestra menuai kritik dari sebagian pihak. Beberapa orang menilai pemeran film tersebut seharusnya berasal dari aktor Yunani asli.

Lupita bahkan menghadapi tuduhan wokeisme atau woke culture karena dianggap tidak sesuai dengan gambaran karakter dalam karya Homer yang menggambarkan Helen sebagai perempuan “berambut indah” dan “berlengan putih”.

Menanggapi kritik tersebut, Lupita memilih memberikan respons tenang. Dalam wawancara dengan Elle Magazine, ia mengatakan mendukung visi Christopher Nolan terhadap kisah tersebut.

"Ini adalah kisah mitologi. Aku sangat mendukung niat Christopher Nolan dan versi cerita yang dia sampaikan. Aku gak akan membela diri. Kritik akan tetap ada, meskipun aku menanggapinya atau tidak," ujar Lupita.

Tidak hanya itu, Elon Musk juga ikut mengomentari keputusan tersebut melalui akun X miliknya dengan menulis, "Chris Nolan telah kehilangan integritasnya."

2. Lokasi Syuting di Sahara Barat Menuai Kritik

Film The Odyssey melakukan syuting di berbagai negara, termasuk Maroko, Yunani, Sisilia, Malta, Skotlandia, dan Islandia.

Namun, salah satu lokasi syuting di Sahara Barat dekat Dakhla memicu kontroversi. Wilayah tersebut merupakan daerah yang status politiknya masih diperdebatkan dan disebut sebagai wilayah yang tidak berpemerintahan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sahara Barat saat ini berada di bawah kendali Maroko, tetapi status kepemilikannya belum diakui secara internasional oleh semua pihak.

Dewan Festival Film Internasional Sahara Barat (FiSahara) mengkritik keputusan tersebut. Mereka menyebut Dakhla bukan hanya lokasi indah untuk film, tetapi juga wilayah yang mengalami konflik dan penindasan terhadap masyarakat Sahrawi.

3. Bahasa dan Aksen Modern Dinilai Tidak Sesuai Era

The Odyssey berasal dari abad ke-8 SM, jauh sebelum bahasa Inggris modern muncul. Namun, Christopher Nolan memilih menggunakan bahasa Inggris dengan aksen Amerika untuk dialog para pemain.

Keputusan tersebut dianggap kontroversial karena sebagian pihak merasa film seharusnya menggunakan bahasa Yunani Kuno.

Meski begitu, penggunaan bahasa Inggris dinilai memiliki alasan tersendiri. Jika memakai bahasa Yunani modern, film tetap bisa diperdebatkan karena berbeda dengan bahasa Yunani Kuno.

Perdebatan lain muncul karena beberapa dialog terdengar terlalu modern, seperti kalimat "pining for a daddy" dan teriakan "Let's go" yang dianggap lebih cocok untuk film masa kini.

4. Kostum Dianggap Kurang Akurat

Pilihan kostum dalam film juga menjadi sorotan. Sejumlah sejarawan dan penggemar karya Homer menilai beberapa desain tidak sesuai dengan periode Zaman Perunggu.

Odysseus digambarkan memakai kostum bergaya Spartan dengan helm berbulu dan jubah merah, padahal dalam Iliad, helm Odysseus disebut terbuat dari kulit dan gading taring babi hutan.

Sementara itu, baju zirah hitam Agamemnon yang diperankan Benny Safdie juga dianggap terlalu modern.

Christopher Nolan menjelaskan bahwa catatan sejarah mengenai Zaman Perunggu tidak selalu lengkap. Ia mengatakan terdapat bukti bahwa benda berbahan perunggu pada masa itu bisa memiliki warna hitam.

5. Kapal Disebut Mirip Kapal Viking

Selain kostum, kapal yang digunakan Odysseus juga mendapat kritik karena dianggap menyerupai kapal panjang Viking.

Padahal, kisah The Odyssey berlatar sekitar 1.200 SM, sementara kapal Viking baru muncul sekitar tahun 800 M.

Nolan mengakui kapal tersebut memang terinspirasi dari kapal Viking yang ditemukan timnya di Norwegia. Menurutnya, kapal itu dipilih karena mampu bertahan di laut terbuka dengan teknologi kuno.

"Kami membutuhkan sesuatu yang berlambung kayu, dibangun dengan teknologi kuno yang dapat berada di perairan laut terbuka, dalam gelombang besar, dan Draken telah melintasi Atlantik," ungkap Nolan kepada The Los Angeles Times.

Kenapa The Odyssey Banyak Diperdebatkan?

Perdebatan mengenai The Odyssey muncul karena banyak pihak mempermasalahkan cara Christopher Nolan mengadaptasi mitologi Yunani ke layar lebar.

Namun, sebagian ahli mengingatkan bahwa Iliad dan Odyssey bukan catatan sejarah murni. Kedua karya tersebut merupakan gabungan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun sebelum akhirnya ditulis.

Dilansir National Geographic, banyak peneliti modern meyakini bahwa Homer kemungkinan bukan satu-satunya penulis, melainkan bagian dari tradisi penceritaan Yunani kuno.

Meski menuai kritik, The Odyssey tetap menjadi salah satu film yang paling dinantikan. Pada akhirnya, penilaian terhadap film ini kembali kepada masing-masing penonton, terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah dan dunia sinema.

  • The Odyssey Christopher Nolan
  • Kontroversi The Odyssey Christopher Nolan

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.