Hanya Kerja 24 Jam Seminggu! Ini 10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia
Selasa, 14 Jul 2026, 09:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM â Jam kerja sekitar 40 jam per minggu masih menjadi standar di banyak negara. Namun, tidak semua negara menerapkan pola kerja yang sama. Beberapa negara justru memiliki rata-rata jam kerja yang jauh lebih singkat sehingga masyarakatnya memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, beristirahat, hingga menjalani hobi.
Durasi kerja yang lebih pendek dinilai mampu menciptakan work-life balance yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko stres dan burnout. Faktor budaya, kebijakan ketenagakerjaan, hingga kondisi ekonomi menjadi alasan mengapa negara-negara ini menerapkan ritme kerja yang berbeda.
Berikut daftar 10 negara dengan rata-rata jam kerja paling pendek di dunia.
1. Vanuatu
Vanuatu menempati posisi pertama sebagai negara dengan jam kerja tersingkat di dunia. Rata-rata masyarakatnya hanya bekerja sekitar 24,7 jam per minggu.
Sebagai negara kepulauan di Pasifik Selatan, masyarakat Vanuatu dikenal mengutamakan kehidupan keluarga, hubungan sosial, dan aktivitas komunitas. Gaya hidup yang santai membuat tingkat tekanan akibat pekerjaan relatif rendah.
2. Kiribati
Kiribati memiliki rata-rata jam kerja sekitar 27,3 jam per minggu. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor perikanan, perdagangan lokal, dan usaha kecil yang menawarkan jadwal kerja lebih fleksibel.
Budaya kebersamaan yang kuat membuat masyarakat memiliki banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus menjaga kesehatan mental.
3. Federasi Mikronesia
Di Federasi Mikronesia, rata-rata jam kerja mencapai 30,4 jam per minggu.
Masyarakat dapat membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan aktivitas sosial. Hubungan komunitas yang erat juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kesejahteraan hidup penduduknya.
4. Rwanda
Rwanda juga mencatat rata-rata jam kerja sekitar 30,4 jam setiap pekan.
Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan usaha mikro yang memungkinkan jam kerja lebih fleksibel. Kondisi ini memberi kesempatan untuk menjalani aktivitas sosial, keagamaan, dan berkumpul bersama keluarga.
5. Somalia
Somalia memiliki rata-rata jam kerja sekitar 31,4 jam per minggu.
Mayoritas pekerja berada di sektor informal sehingga jam kerja lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Meski menghadapi tantangan ekonomi, masyarakat tetap memiliki waktu untuk beristirahat dan mempererat hubungan dengan keluarga.
6. Belanda
Belanda menjadi salah satu negara maju yang terkenal dengan budaya work-life balance. Rata-rata masyarakatnya bekerja sekitar 31,6 jam per minggu.
Banyak perusahaan di Belanda menerapkan sistem kerja paruh waktu, jam kerja fleksibel, hingga empat hari kerja dalam seminggu. Kebijakan tersebut dinilai membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengurangi burnout.
7. Irak
Irak mencatat rata-rata jam kerja sekitar 31,7 jam per minggu.
Sebagian besar masyarakat bekerja dengan sistem yang lebih fleksibel, terutama di sektor informal. Meski menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalani kehidupan pribadi.
8. Kepulauan Wallis dan Futuna
Wilayah kepulauan di Pasifik Selatan ini memiliki rata-rata jam kerja sekitar 31,8 jam per minggu.
Aktivitas ekonomi yang tidak terlalu padat membuat masyarakat lebih mudah menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga maupun kegiatan sosial.
9. Ethiopia
Ethiopia berada di posisi kesembilan dengan rata-rata jam kerja sekitar 31,9 jam per minggu.
Sektor pertanian dan usaha kecil masih mendominasi aktivitas ekonomi sehingga pola kerja masyarakat cenderung lebih fleksibel dibandingkan negara-negara industri.
10. Kanada
Kanada melengkapi daftar ini dengan rata-rata jam kerja sekitar 32,1 jam per minggu.
Sebagai salah satu negara maju, Kanada dikenal menerapkan berbagai kebijakan yang mendukung keseimbangan hidup pekerja, seperti sistem kerja hibrida, fleksibilitas jam kerja, hingga budaya kerja yang lebih sehat.
Mengapa Jam Kerja Pendek Dianggap Lebih Ideal?
Jam kerja yang lebih singkat tidak selalu berarti produktivitas menurun. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki waktu istirahat cukup cenderung lebih fokus, produktif, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
Selain mengurangi risiko kelelahan, waktu luang yang lebih banyak juga memungkinkan seseorang mempererat hubungan dengan keluarga, mengembangkan hobi, hingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Itulah daftar negara dengan jam kerja terpendek di dunia. Meski masing-masing memiliki kondisi ekonomi dan budaya yang berbeda, satu kesamaan yang terlihat adalah perhatian terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
- Produktivitas Kerja
- negara dengan jam kerja terpendek
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.