Ibu Harus Tahu! Cara Memberi Apresiasi agar Anak Tumbuh dengan Baik

Kamis, 09 Jul 2026, 23:50 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Banyak orang tua merasa sudah melakukan hal yang benar ketika memuji anak.

Kalimat seperti “kamu pintar” atau “hebat sekali” sering terlontar sebagai bentuk dukungan. Tapi ternyata, tidak semua pujian benar-benar membantu anak berkembang. Bahkan, jika tidak tepat, pujian justru bisa memberi tekanan tanpa disadari.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Anak yang terus-menerus dipuji secara umum bisa merasa harus selalu sempurna agar tetap dihargai. Di titik ini, pujian berubah dari dukungan menjadi beban. Itulah kenapa apresiasi pada anak sebenarnya bukan soal seberapa sering kita memuji, tapi bagaimana cara kita menyampaikannya.

Salah satu kunci penting adalah mengapresiasi usaha, bukan hanya hasil. Ketika anak berhasil melakukan sesuatu, coba arahkan perhatian pada proses yang mereka jalani. Misalnya, daripada mengatakan “kamu pintar”, kalimat seperti “kamu sudah berusaha keras” justru lebih bermakna. Anak jadi belajar bahwa kerja keras itu penting, bukan sekadar hasil akhir.

Selain itu, ketulusan juga memegang peran besar. Anak bisa merasakan apakah pujian itu benar-benar dari hati atau sekadar formalitas. Kontak mata, senyum hangat, dan nada suara yang lembut bisa membuat apresiasi terasa lebih nyata. Hal-hal kecil seperti ini justru membangun rasa aman dan dihargai dalam diri anak.

Yang sering luput, kita juga perlu menghindari pujian yang berlebihan. Terlalu sering memuji tanpa alasan yang jelas bisa membuat anak kehilangan arah. Mereka bisa tumbuh dengan kebiasaan mencari validasi dari luar, bukan memahami nilai diri sendiri. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi kepercayaan diri mereka.

Cara lain yang tidak kalah penting adalah menghargai proses belajar, termasuk saat anak gagal. Ketika anak melakukan kesalahan, tetap beri apresiasi atas keberanian mereka mencoba. Dari sini, anak belajar bahwa gagal bukan sesuatu yang memalukan, melainkan bagian dari proses berkembang.

Memberi apresiasi yang tepat juga berarti menjadi lebih spesifik. Daripada mengatakan “bagus”, coba jelaskan apa yang membuatnya bagus. Misalnya, “ibu suka caramu merapikan mainan tadi”. Dengan begitu, anak tahu perilaku apa yang perlu dipertahankan dan dihargai.

  • Cara Parenting

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.