Selat Hormuz Membara! Drone Hantam Kapal LNG Qatar, AS Tuding Iran Picu Ancaman Besar Pasokan Energi Dunia
Rabu, 08 Jul 2026, 09:40 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal tanker menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Salah satu kapal yang diserang merupakan kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar yang dilaporkan mengalami kebakaran usai diduga dihantam drone, memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global.
Menurut laporan media internasional, kapal LNG Al Rekayyat mengirimkan sinyal darurat setelah bagian kiri kapal, tepat di atas ruang mesin, terkena serangan. Kebakaran yang muncul di ruang mesin membuat kondisi kapal sangat berbahaya karena muatan gas alam cair memiliki risiko tinggi apabila api tidak segera dikendalikan. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan proses evakuasi langsung dilakukan oleh otoritas terkait.
Dalam rekaman komunikasi darurat yang ditinjau Reuters, kapten kapal menyampaikan permintaan pertolongan setelah kapal diserang. Ia melaporkan ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap sehingga kru belum dapat memastikan tingkat kerusakan yang dialami kapal. Informasi tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone yang menghantam sisi kiri kapal.
Insiden tersebut tidak hanya menimpa kapal LNG Qatar. Sebuah kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi juga dilaporkan mengalami kerusakan di perairan dekat Oman. Hingga kini penyebab pasti kerusakan pada kapal kedua masih dalam proses penyelidikan, meski sejumlah pejabat Barat menduga kedua insiden saling berkaitan.
Pemerintah Qatar secara terbuka menuding Iran berada di balik serangan terhadap kapal komersial tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyebut aksi itu sebagai ancaman serius terhadap keselamatan pelayaran internasional sekaligus berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Qatar juga meminta Teheran menghentikan segala tindakan yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan kawasan. Selain itu, pemerintah Qatar menegaskan Iran harus bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Dari pihak Amerika Serikat, seorang pejabat yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan indikasi awal menunjukkan Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Namun hingga kini pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi maupun mengakui keterlibatan dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini semakin memperkeruh hubungan antara Washington dan Teheran. Pemerintah AS menilai serangan tersebut menjadi bukti bahwa ancaman terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz masih sangat tinggi, meski gencatan senjata sementara antara AS, Iran, dan Israel telah berlangsung sejak bulan lalu.
Presiden AS, Donald Trump, kembali menegaskan Washington siap mengambil langkah lebih tegas apabila proses negosiasi dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa opsi militer masih terbuka apabila situasi keamanan terus memburuk.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa pembicaraan lanjutan tidak akan dilakukan selama Amerika Serikat masih menyampaikan ancaman militer terhadap negaranya.
Melalui unggahan di platform X, Araqchi meminta Washington menghormati kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah dicapai sebelumnya. Menurutnya, tekanan militer hanya akan memperbesar ketegangan dan menghambat peluang tercapainya solusi diplomatik yang lebih permanen.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak dan gas terpenting di dunia. Gangguan sekecil apa pun di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap harga energi internasional, biaya logistik, hingga stabilitas ekonomi global.
Karena itu, serangan terhadap kapal-kapal komersial di wilayah tersebut kembali memicu kekhawatiran dunia bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah dapat berkembang menjadi krisis yang lebih luas apabila tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
- Amerika
- iran
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.