Chanel Haute Couture Fall Winter 2026-2027, Matthieu Blazy Sulap Dongeng Coco Chanel Jadi Koleksi Paling Memukau di Paris
Rabu, 08 Jul 2026, 13:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Paris Fashion Week Haute Couture Fall Winter 2026-2027 kembali menghadirkan pertunjukan mode spektakuler, namun satu nama berhasil mencuri perhatian dunia fashion, yaitu Chanel. Di bawah arahan direktur kreatif Matthieu Blazy, rumah mode asal Prancis tersebut menghadirkan koleksi yang tidak hanya memamerkan kemewahan haute couture, tetapi juga membawa para penonton masuk ke dalam dunia penuh fantasi layaknya kisah dongeng.
Peragaan busana Chanel yang berlangsung di Grand Palais menjadi salah satu momen paling dinanti selama pekan mode Paris. Begitu lampu panggung menyala, para tamu langsung disambut dekorasi menyerupai hutan ajaib dengan batang tanaman raksasa, bunga-bunga berwarna cerah, serta suasana surealis yang membuat runway terasa seperti halaman dalam buku cerita.
Konsep tersebut bukan dipilih tanpa alasan. Matthieu Blazy mengaku terinspirasi buku dongeng tua yang ditemukannya di apartemen milik pendiri Chanel, Gabrielle Coco Chanel, di Paris. Dari sana muncul pertanyaan yang kemudian menjadi benang merah seluruh koleksi, apakah perjalanan hidup Coco Chanel sendiri merupakan sebuah dongeng?
Menurut Matthieu Blazy, kisah Coco Chanel yang tumbuh dari seorang anak yatim piatu di panti asuhan hingga menjadi salah satu desainer paling berpengaruh sepanjang sejarah mode dunia memang memiliki nuansa layaknya cerita penuh keajaiban. Gagasan itulah yang kemudian ia terjemahkan ke dalam koleksi Haute Couture Fall Winter 2026-2027.
Deretan busana yang ditampilkan memadukan unsur fantasi dengan sentuhan khas Chanel. Inspirasi dari cerita klasik seperti Puss in Boots hingga Goldilocks and the Three Bears terlihat melalui permainan bentuk, tekstur, dan detail dekoratif yang unik.

Dok. Chanel
Penampilan pembuka langsung mencuri perhatian lewat rompi transparan dan rok berbahan guipure kasar yang menyerupai anyaman tweed dalam ukuran raksasa. Selanjutnya, panggung dipenuhi busana dengan bordir sulur tanaman, bunga tiga dimensi, hingga detail alam yang menjadi identitas baru dalam era kepemimpinan Matthieu Blazy di Chanel.
Gaun linen berwarna ungu muda dihiasi bunga-bunga ramping yang menjalar dari bagian bawah hingga bahu. Sementara itu, jaket hitam berkilau dipercantik dengan kancing berbentuk serangga serta aksen hijau menyerupai tanaman rambat beracun. Permainan tekstur organik juga hadir melalui detail menyerupai dedaunan, lumut, hingga hiasan permata yang sebagian sengaja disembunyikan agar hanya terlihat ketika diamati dari dekat.
Matthieu Blazy menegaskan kemewahan Chanel tidak pernah bergantung pada kemegahan yang mencolok. Menurutnya, esensi haute couture Chanel justru terletak pada detail-detail kecil yang dikerjakan dengan tingkat presisi luar biasa.
Filosofi tersebut terlihat jelas dalam berbagai elemen tersembunyi di setiap busana. Beberapa jaket memiliki lapisan dalam berupa ilustrasi artistik, sementara yang lain dihiasi bordiran menyerupai catatan kecil berisi daftar pekerjaan atau to-do list. Detail pinggiran kain yang tampak terurai juga dibuat sebagai penghormatan terhadap kebiasaan Coco Chanel saat melakukan proses fitting.

Dok. Chanel
Lebih lanjut, Matthieu Blazy mengungkapkan Coco Chanel dikenal sangat perfeksionis. Ia bahkan tidak segan membongkar kembali bagian lengan atau potongan pakaian apabila hasilnya belum sesuai dengan standar yang diinginkannya. Proses kreatif yang agresif tersebut menjadi salah satu inspirasi utama dalam penyusunan koleksi musim ini.
Selain menghadirkan busana penuh detail artistik, Chanel juga menampilkan berbagai aksesori yang diprediksi menjadi incaran kolektor. Tas mungil berbentuk ayam dan beruang yang sedang tidur sukses mencuri perhatian, begitu pula sepatu dengan hak berbentuk kupu-kupu dan telur emas yang memberikan sentuhan imajinatif pada setiap penampilan.
Presiden Fashion Chanel, Bruno Pavlovsky, menilai koleksi terbaru Matthieu Blazy berhasil mengembalikan daya tarik haute couture yang selama beberapa tahun terakhir dianggap mulai kehilangan unsur kejutan. Menurut Matthieu Blazy membawa energi baru melalui perpaduan antara kreativitas, kemewahan, dan cerita emosional yang mampu membedakan haute couture dari koleksi ready-to-wear.
Sebelum pertunjukan dimulai, para klien eksklusif Chanel juga mendapat kesempatan mengunjungi salon haute couture di Rue Cambon untuk melihat langsung sejumlah arsip rancangan asli Coco Chanel. Pengalaman tersebut memperkuat hubungan antara warisan rumah mode dengan interpretasi modern yang dihadirkan Matthieu Blazy.

Dok. Chanel
Menariknya, Matthieu Blazy tidak hanya menampilkan sisi romantis kehidupan Coco Chanel. Ia juga mengeksplorasi karakter lain sang pendiri melalui sejumlah busana bernuansa lebih gelap, termasuk jaket berbahan rafia yang menyerupai orang-orangan sawah, setelan dengan rantai emas yang tampak seperti sarang burung, hingga gaun hitam off-shoulder yang menjadi penutup koleksi.
Keputusan menempatkan gaun hitam sebagai tampilan terakhir setelah busana pengantin tradisional menjadi simbol setiap kisah dongeng tidak selalu berakhir dengan cara yang biasa. Sentuhan inilah yang membuat koleksi Chanel Haute Couture Fall Winter 2026-2027 terasa begitu emosional, artistik, sekaligus menghadirkan perspektif baru terhadap warisan Coco Chanel.
Lewat koleksi keduanya sebagai direktur kreatif Chanel, Matthieu Blazy membuktikan haute couture masih mampu memukau dunia. Ia tidak hanya merancang pakaian mewah, tetapi juga menghadirkan pengalaman bercerita yang menghidupkan kembali semangat Coco Chanel dalam balutan fantasi modern yang memikat perhatian pecinta mode di seluruh dunia.
- Paris Fashion Week
- Chanel
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.