5 Fakta Penemuan Ilmuwan yang Diklaim Bisa Mempercepat Pemulihan Otak Setelah Stroke

Jum'at, 03 Jul 2026, 09:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Stroke masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia sekaligus penyebab utama kecacatan permanen. Dalam hitungan menit setelah serangan terjadi, jutaan sel otak dapat rusak sehingga banyak penyintas harus berjuang menghadapi kelumpuhan, gangguan bicara, hingga penurunan kemampuan berpikir. Namun kini, secercah harapan baru datang dari dunia sains.

Para ilmuwan mengungkap sebuah temuan yang berpotensi mengubah cara pemulihan pasien stroke. Alih-alih hanya mengandalkan terapi fisik atau pengobatan konvensional, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperkuat ritme biologis alami tubuh atau ritme sirkadian mampu membantu otak pulih lebih cepat, bahkan jika terapi baru dimulai beberapa hari setelah serangan stroke.

Ket. Foto: Illustrasi otak. — Sumber: Magnific

1. Ritme Sirkadian Berpotensi Mempercepat Pemulihan Otak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperkuat ritme sirkadian atau jam biologis tubuh dapat membantu otak pulih lebih cepat setelah stroke. Menariknya, manfaat tersebut tetap terlihat meski terapi baru dimulai beberapa hari setelah serangan terjadi. Temuan ini membuka peluang lahirnya pendekatan baru dalam rehabilitasi pasien stroke.

2. Sistem Glimfatik Menjadi Kunci Penting

Para peneliti menemukan bahwa ritme sirkadian yang baik mampu meningkatkan kinerja sistem glimfatik, yaitu sistem pembersihan alami otak yang bertugas membuang limbah metabolisme serta mengurangi penumpukan molekul penyebab peradangan. Sistem ini diketahui bekerja paling optimal ketika seseorang sedang tidur, sehingga kualitas tidur memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan otak.

3. Stroke Ternyata Berkaitan dengan Gangguan Jam Biologis

Selama ini stroke lebih dikenal sebagai gangguan pada pembuluh darah. Namun, penulis utama penelitian, Hablitz, menyebut stroke juga berkaitan dengan gangguan sistem pengaturan waktu biologis tubuh. Tak heran, banyak penyintas stroke mengalami gangguan tidur yang berujung pada proses pemulihan lebih lambat, meningkatnya risiko depresi, hingga penurunan kualitas hidup.

4. Membersihkan Limbah Otak Sama Pentingnya dengan Mengatasi Peradangan

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemulihan stroke tidak hanya bergantung pada upaya menekan peradangan. Kemampuan otak membersihkan limbah melalui sistem glimfatik juga berperan penting. Jika limbah dan molekul inflamasi terus menumpuk, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lambat dan berisiko menimbulkan kerusakan lanjutan pada jaringan otak.

5. Berpotensi Menjadi Terapi Stroke di Masa Depan

Penelitian yang dilakukan tim University of Rochester Medicine dan dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation ini memang masih menggunakan model hewan. Meski demikian, hasilnya dinilai sangat menjanjikan. Para ilmuwan berharap temuan tersebut dapat dikembangkan menjadi terapi baru yang mampu meningkatkan peluang pemulihan otak sekaligus memperbaiki kualitas hidup jutaan penyintas stroke di seluruh dunia.

Jika diteliti lebih lanjut dan terbukti efektif pada manusia, temuan ini berpotensi mengubah cara penanganan stroke. Pendekatan yang berfokus pada ritme sirkadian dan sistem glimfatik bisa menjadi harapan baru untuk mempercepat proses pemulihan pasien setelah serangan stroke.

  • Stroke
  • pemulihan otak

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.