Piala Dunia 2026 Dinilai Sepi Penonton, Ini Sejumlah Faktor Penyebabnya

Senin, 15 Jun 2026, 19:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling istimewa dalam sejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Namun di balik kemegahan penyelenggaraannya, turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu justru dinilai masih sepi penonton.

Ket. Foto: Piala Dunia 2026 — Sumber: Istimewa

Meski kompetisi telah resmi dimulai, Piala Dunia 2026 disebut belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko.

Selain itu, pemesanan hotel hingga tiket pesawat internasional dilaporkan mengalami penurunan. Sejumlah faktor pun disebut menjadi penyebab kondisi tersebut.

Kebijakan Imigrasi Amerika Serikat yang Sangat Ketat

Persoalan pertama yang dinilai memengaruhi antusiasme penonton adalah kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang sangat ketat.

Setiap negara memang memiliki aturan tersendiri terkait lalu lintas orang dan barang demi menjaga keamanan nasional. Namun, kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dinilai berada di tingkat yang lebih ketat dibandingkan banyak negara lainnya.

Dilansir dari BBC World Service, data Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menunjukkan bahwa tingkat penolakan visa dari 11 negara peserta Piala Dunia 2026 mencapai lebih dari 40 persen.

Meski tim nasional sepak bola dari negara-negara tersebut tetap diizinkan bertanding, banyak suporter dari Aljazair, Senegal, hingga Iran dilaporkan tidak dapat memasuki wilayah Amerika Serikat untuk memberikan dukungan langsung kepada tim mereka.

Harga Tiket Pertandingan yang Mencekik

Banyaknya kursi kosong di sejumlah pertandingan Piala Dunia 2026 juga menjadi sorotan publik.

Selain faktor kebijakan imigrasi, penerapan sistem harga dinamis oleh FIFA disebut menjadi salah satu penyebab utama tingginya harga tiket pertandingan.

Kebijakan tersebut membuat harga tiket melonjak drastis dan dinilai melampaui daya beli sebagian besar suporter, termasuk warga lokal.

Sebagai contoh, pada pertandingan Korea Selatan melawan Republik Ceko di Meksiko pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat, harga rata-rata tiket dilaporkan mencapai 500 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp8 juta.

Biaya Perjalanan dan Akomodasi yang Melonjak

Faktor lain yang turut memengaruhi jumlah penonton adalah meningkatnya biaya perjalanan dan akomodasi.

Kondisi geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah disebut berdampak terhadap industri penerbangan global. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran membuat harga bahan bakar avtur meningkat, sehingga tarif tiket pesawat internasional ikut melonjak.

Selain itu, sebagian besar hotel dan penyedia akomodasi jangka pendek di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menggunakan algoritma harga yang otomatis menyesuaikan tarif berdasarkan tingkat permintaan.

Akibatnya, harga penginapan di sekitar lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 mengalami kenaikan signifikan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan stadion.

Selain sejumlah faktor tersebut, pencinta sepak bola dari Indonesia juga disebut tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat nilai tukar rupiah yang masih melemah.

Meski demikian, Piala Dunia 2026 diperkirakan akan mulai dipadati penonton saat memasuki fase-fase krusial turnamen, seperti babak perempat final hingga pertandingan perebutan gelar juara.

  • Piala Dunia 2026
  • Penyebab Piala Dunia 2026 Sepi

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.