AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Blokade Selat Hormuz Resmi Dibuka

Senin, 15 Jun 2026, 08:11 WIB

WASHINGTON, KUCANTIK.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan blockade di Selat Hormuz telah resmi berakhir menyusul tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan mengizinkan pencabutan segerablokade Angkatan Laur Amerika Serikat,” tulis Trump seperti dilansir CNN, Senin (15/6).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

“Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda, biarkan minyak mengalir,” tRump menambahkan.

Sebelumnya, Sabtu (13/6) waktu Washington, Trump mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6).

“Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok (Minggu-red),” tulis Trump melalui platform Truth Social, Sabtu (13/6).

Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan tersebut ditandatangani.

“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” terang Trump.

Dia menambahkan bahwa hubungan antara kedua negara kini “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan pada masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya. Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat dan ketika situasi telah benar-benar tenang.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut juga tidak mencakup transfer dana Amerika Serikat kepada Iran.

“Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

“Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai sebuah nota kesepahaman.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati.

Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri.

Tahap Pembahasan

Sementara itu Iran menyatakan bahwa keputusan final terkait kemungkinan memorandum kesepakatan dengan Amerika Serikat masih dalam tahap pembahasan, menurut sumber yang mengetahui perkembangan tersebut, Minggu.

“Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan,” kata sumber tersebut kepada kantor berita Fars.

Ia menambahkan bahwa peninjauan terhadap aspek politik, hukum, dan teknis dari proposal yang diajukan masih terus berlangsung.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran, juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi dirampungkan dalam waktu 24 jam ke depan.

Namun, Iran menegaskan bahwa perjanjian itu tidak akan ditandatangani pada Minggu, meskipun kemungkinan dapat diteken dalam beberapa hari mendatang.

Proses diplomasi yang dimediasi Pakistan berfokus pada upaya mengakhiri permusuhan antara Teheran dan Washington, membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional, serta mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Para pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa sebagian besar isi rancangan kesepakatan telah disetujui kedua pihak. Namun, mereka juga menuduh Amerika Serikat memperlambat kemajuan perundingan melalui perubahan sikap dan pernyataan yang dinilai saling bertentangan.Ant/E-9

  • konflik timur tengah

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.