AS Berniat Salurkan Aset Iran kepada Sekutunya di Teluk Persia

Senin, 08 Jun 2026, 08:08 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Dengan pertimbangan dapat digunakan untuk menutupi kerusakan yang terjadi selama konflik Timur Tengah, Amerika Serikat (AS) berencana memberi aset-aset Iran kepada sekutu-sekutunya di Teluk Persia. Aset-aset tersebut untuk membiayai rekonstruksi sebagai kompensasi atas kerusakan yang mungkin mereka derita di masa mendatang.

Sebagaimana dirilis Antara, dalam laporan Reuters yang mengutip sebuah sumber, Minggu (7/6), menyebutkan AS juga akan mempertimbangkan penggunaan aset-aset itu untuk memperbaiki kerusakan sebelumnya.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi — Sumber: istimewa

Saat perundingan antara Iran dan AS tengah berlangsung, kedua pihak terus saling serang sesekali. Militer AS menjelaskan serangannya sebagai upaya menegakkan blokade laut terhadap Iran dan sebagai pembelaan diri, sementara Teheran mengeklaim akan membalas.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan terkait nuklir. “Kami bukan pihak yang terlibat dalam proses ini, tetapi kami menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak. Kami menilai bahwa mereka (Iran dan AS) sebentar lagi akan sepakat terkait isu nuklir," kata Grossi dalam konferensi pers pada Jumat (5/6).

Dia mengatakan isu-isu lain dalam kesepakatan tersebut bukan merupakan wewenang IAEA, tetapi kesepakatan tersebut secara teknis memungkinkan untuk dicapai. Grossi juga mengaku sebelumnya telah membahas isu tersebut dengan perwakilan dari Russia, Tiongkok dan Iran.

Harus Segera Cair

Sementara itu, Iran menyatakan setidaknya 50 persen dari asetnya yang dibekukan harus segera cair setelah penandatanganan nota kesepahaman yang mungkin terjadi dengan Amerika Serikat.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi mengatakan berbagai mekanisme sedang dikaji untuk menjamin akses Teheran terhadap dana yang diblokir dalam kemungkinan kesepahaman dengan Washington.

“Setidaknya, Iran menuntut agar 50 persen dari dana tersebut segera tersedia (bagi Iran) setelah penandatanganan nota kesepahaman,” kata Gharibabadi.

Sisa dana tersebut harus dicairkan dalam jangka waktu yang menurut Teheran wajar, yakni "tidak lebih dari satu atau dua bulan."

Gharibabadi mengatakan Iran hanya akan menganggap suatu dokumen sebagai final apabila seluruh kepentingannya telah tercermin di dalamnya, termasuk apa yang ia sebut sebagai segera menghentikan perang secara permanen di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Ia menyebut isu penting lainnya adalah pencabutan apa yang digambarkan Teheran sebagai blokade maritim.

Pejabat itu mengatakan bahwa Qatar dapat berperan dalam memfasilitasi akses Iran terhadap aset-asetnya yang dibekukan melalui mekanisme alternatif, sementara Washington mengambil langkah-langkah untuk mencabut pembatasan atas dana tersebut.

Ia menegaskan bahwa mekanisme alternatif apa pun tidak akan menghilangkan tanggung jawab AS untuk mencairkan aset Iran yang diblokir sesuai dengan rancangan kesepahaman yang sedang dibahas.

Menurut Gharibabadi, rancangan saat ini yang belum difinalisasi yakni yang mengharuskan AS mencairkan seluruh sumber daya keuangan Iran yang dibekukan sejalan dengan perkembangan proses perundingan. Ia mengatakan proses tersebut tidak boleh melebihi 60 hari.

Gharibabadi juga menyatakan beberapa tuntutan Teheran termasuk pencabutan seluruh sanksi sepihak AS, baik sanksi primer maupun sekunder, serta normalisasi status Iran di Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).Ant/E-9

  • Konflik Timur Tengah

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.