Sering Sensi? Ini Alasan Ilmiah Kenapa Lapar dan Ngantuk Bikin Kita Gampang Marah
Minggu, 07 Jun 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernahkah Cantiks tiba-tiba kehilangan kesabaran dan membentak orang terdekat hanya karena terlambat makan? Atau mungkin, seluruh lingkungan sekitar terasa begitu menjengkelkan saat kamu sedang didera rasa kantuk yang berat?Â
Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena unik ini dikenal dalam dunia medis sebagai hangry (lapar memicu amarah) dan sleepy-rage (kantuk memicu murka).
Menariknya, perubahan emosi yang drastis ini bukan sekadar mitos atau tanda bahwa kamu adalah orang yang egois. Reaksi emosional ini murni bersifat biologis dan dikendalikan oleh mekanisme pertahanan tubuh.Â
Yuk, bedah bersama alasan ilmiah mengapa tubuh menjadi sensitif, cara kerja otak saat kekurangan energi, hingga pengaruh hormon stres yang memicu emosi meledak-ledak melalui ulasan berikut!
1. Krisis Glukosa Melumpuhkan Sistem Kendali Emosi Otak
Otak manusia sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama untuk menjalankan seluruh fungsinya secara normal.
-
Mekanisme Otak: Ketika perut kosong, kadar gula darah akan merosot tajam. Kondisi ini membuat komponen bernama korteks prefrontal, bagian otak yang berfungsi sebagai pengendali logika, berpikir rasional, dan penyaring emosi, kehilangan dayanya.
-
Dampaknya: Tanpa energi yang cukup, korteks prefrontal gagal menjalankan fungsinya sebagai "rem" emosi. Akibatnya, sinyal amarah yang dikirim oleh amigdala (pusat emosi) langsung lolos tanpa penyaringan, membuat kamu mudah mengamuk hanya karena masalah sepele.
2. Lonjakan Hormon Stres Mengaktifkan Mode "Lawan atau Lari"
Tubuh manusia menginterpretasikan kondisi kelaparan ekstrem sebagai ancaman fatal terhadap kelangsungan hidup, mirip seperti ancaman bahaya fisik.
-
Mekanisme Hormon: Guna mengantisipasi ancaman ini, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar ke dalam aliran darah.
-
Dampaknya: Adrenalin yang melonjak menyebabkan detak jantung berpacu cepat dan otot-otot menegang. Sementara itu, kortisol akan menumpulkan kemampuan berpikir jernih dan memicu tindakan impulsif. Kombinasi kedua hormon stres inilah yang membuat kamu reflek melontarkan kata-kata ketus.
3. Putusnya Komunikasi Antara Rem Otak dan Pusat Amarah Saat Kurang Tidur
Rasa kantuk yang mendalam akibat kurang tidur memiliki dampak buruk yang signifikan pada konektivitas saraf di dalam kepala.
-
Mekanisme Saraf: Saat tubuh dipaksa terjaga, tingkat respons amigdala terhadap hal-hal negatif melonjak drastis hingga 60 persen. Pada saat yang sama, jalur komunikasi antara amigdala dan korteks prefrontal medial (yang bertugas menenangkan emosi) justru terputus.
-
Dampaknya: Karena "rem" otak tidak berfungsi, amigdala akan membesar-besarkan setiap ketidaknyamanan kecil secara berlebihan. Otak yang kelelahan tidak mampu membedakan gangguan kecil dengan ancaman serius, sehingga kamu bisa langsung naik pitam hanya karena mendengar suara ketukan meja yang konstan.
4. Merosotnya Kadar Zat Kimia "Penjaga Kebahagiaan" (Serotonin & Dopamin)
Kondisi perut yang kosong serta tubuh yang kelelahan akibat begadang dapat mengacaukan stabilitas zat kimia di otak (neurotransmiter).
-
Mekanisme Kimiawi: Produksi serotonin yang berfungsi menstabilkan suasana hati (mood) dan meredam agresivitas bisa merosot hingga setengah dari kadar normalnya. Hal ini diikuti oleh penurunan dopamin, zat pemicu rasa senang.
-
Dampaknya: Minimnya kedua zat ini membuat persepsi Cantiks terhadap sekitar menjadi kelabu dan negatif. Interaksi sosial yang biasanya terasa biasa saja kini berubah menjadi beban berat, sehingga kamu menjadi sangat sensitif dan mudah tersinggung oleh tindakan orang lain.
5. Sistem Saraf Simpatis Mengambil Alih Kendali Tubuh
Dalam kondisi normal, sistem saraf parasimpatis menjaga tubuh tetap dalam keadaan relaks dan tenang. Namun, keadaan berubah drastis saat energi menipis.
-
Mekanisme Saraf: Akibat kekurangan pasokan energi dari makanan atau tidur, sistem saraf parasimpatis kehilangan kendalinya. Posisi kemudi otomatis diambil alih oleh sistem saraf simpatis yang agresif.
-
Dampaknya: Sistem saraf simpatis akan langsung menyalakan alarm tanda bahaya secara penuh. Tanpa disadari, napas kamu menjadi lebih pendek, rahang mengatup rapat, dan raut wajah cemberut. Tubuh kamu secara tidak sadar bersiap untuk berkonfrontasi dengan siapa saja yang dianggap menghalangi jalan.
Apakah kamu tipe orang yang lebih sering mengalami hangry atau sleepy-rage? Yuk, bagikan cerita unikmu di kolom komentar!
- Penyebab Mudah Marah Saat Lapar
- Fenomena Hangry dan Sleepy Rage
Redaktur: Sarah Ramadhani
Penulis: Sarah Ramadhani
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.