Intip 8 Tradisi Unik Perayaan Hari Raya Waisak di Berbagai Negara, Mulai dari Borobudur hingga Jepang

Minggu, 31 Mei 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hari Raya Waisak, atau yang dikenal sebagai Waisaka, merupakan momentum paling sakral bagi seluruh umat Buddha di dunia.

Hari besar ini diperingati untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yang disebut Trisuci Waisak, yaitu hari kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna menjadi Buddha, serta hari mangkatnya (Parinibbana) sang guru spiritual pendiri agama Buddha.

Ket. Foto: Ilustrasi Hari Raya Waisak. — Sumber: Istimewa

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama dan nilai toleransi, banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, menetapkan Waisak sebagai hari libur nasional.

Di setiap wilayah, perayaan spiritual ini melebur dengan kebudayaan lokal, melahirkan berbagai tradisi unik dan visual memukau yang mencerminkan esensi perdamaian serta spiritualitas yang mendalam.

Manifestasi Tradisi Waisak di 8 Negara

Berikut adalah rangkuman keunikan ritual dan festival yang diselenggarakan oleh umat Buddha di berbagai negara saat menyambut Hari Raya Waisak:

1. Indonesia (Prosesi Agung di Kompleks Borobudur)

Sebagai salah satu pusat peninggalan sejarah Buddhis terbesar, Indonesia memusatkan perayaan Waisak nasional di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Rangkaian ritualnya mencakup:

  • Pengambilan Air Suci dan Api Abadi: Air berkat diambil dari mata air alam Jumprit di Temanggung, sementara obor dinyalakan dari sumber Api Abadi Mrapen di Grobogan.

  • Tradisi Pindapatta: Umat memberikan persembahan dana berupa makanan dan kebutuhan pokok langsung ke mangkuk para bhikkhu/biksu.

  • Samadhi dan Pelepasan Lentera: Setelah melakukan meditasi (samadhi) tepat pada detik-detik bulan purnama, malam puncak ditutup secara ikonis dengan pelepasan ribuan lentera (lampion) ke langit malam di sekitar candi.

2. Singapura (Simbol Kebebasan dan Cahaya di Jalanan)

Di Singapura, umat Buddha merayakan Waisak dengan mendatangi kuil-kuil untuk melakukan prosesi liturgis. Mereka membawa persembahan berupa bunga segar, lilin, dan dupa, serta mengibarkan bendera Buddhis.

Rangkaian ibadah ini diakhiri dengan prosesi penyalaan lilin massal di jalan-jalan protokol serta tradisi pelepasan burung dari sangkar yang melambangkan kebebasan, cinta kasih, dan datangnya hari baru yang lebih suci.

3. Thailand (Ritual Visakha Puja Mengelilingi Kuil)

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, Thailand menyambut Waisak atau Visakha Puja dengan penuh khidmat. Pusat ibadah biasanya berlokasi di Kuil Wat Phra Kaew.

Setelah mendengarkan khotbah suci dari para bhikkhu, umat akan melakukan tradisi berjalan mengelilingi kuil sebanyak tiga kali secara khusyuk sambil membawa lilin (qian tian), bunga, dan dupa sebagai simbol pelepasan dari keterikatan material duniawi.

4. Korea Selatan (Semarak Festival Lentera Teratai)

Dengan populasi Buddhis yang mencapai hampir setengah dari total penduduk, Korea Selatan menghias seluruh kompleks kuil dengan lampion berbentuk bunga teratai yang berwarna-warni.

Tradisi utama yang paling dinantikan adalah Pawai Lentera Teratai (Yeonjeondeung). Festival kolosal ini memiliki nilai sejarah tinggi karena telah dilestarikan sejak 1.200 tahun lalu, tepatnya bermula dari masa Dinasti Goryeo dan Joseon.

5. Jepang (Festival Bunga Musim Semi dan Ritual Ama-cha)

Perayaan Waisak di Jepang terbilang unik karena selalu bertepatan dengan datangnya musim semi, saat bunga-bunga bermekaran. Umat Buddha di Jepang akan membuat replika kuil mini yang dihiasi dengan aneka bunga musim semi yang cantik.

Di atas kuil tersebut diletakkan patung bayi Buddha, yang kemudian dimandikan dengan ama-cha, minuman teh manis khusus yang terbuat dari daun hortensia. Ritual ini juga dilengkapi dengan meditasi mengitari bunga teratai sebagai simbol pencerahan.

6. Tiongkok (Upacara Sakral Memandikan Rupang Buddha)

Sebagai salah satu negara dengan jumlah pemeluk Buddha terbesar di dunia, kuil-kuil di Tiongkok dipadati umat yang menyalakan dupa dan memberikan persembahan kepada para bhikkhu.

Tradisi inti yang wajib dijalankan di sini adalah upacara Yufojie, yaitu ritual memandikan patung Buddha dengan menuangkan air wewangian beraroma bunga yang sebelumnya telah diberkati melalui prosesi doa bersama.

7. Sri Lanka (Pendar Lentera dan Dekorasi Kota)

Sri Lanka memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perkembangan Buddhisme, termasuk sejarah penyebarannya ke nusantara. Saat Waisak tiba, seluruh umat Buddha di sana tidak hanya beribadah di kuil, tetapi juga menghias rumah mereka dengan ornamen keagamaan.

Seluruh sudut kota dan pinggiran jalan dipenuhi dengan pendaran cahaya dari lilin, lampu hias berwarna-warni, serta lentera kertas buatan tangan yang megah.

8. India (Pakaian Putih dan Khidmatnya Diet Vegetarian)

Ibadah Waisak di India berpusat di Kota Dharamsala, yang menjadi pusat ajaran Buddha Tibet. Saat pergi ke kuil untuk mendengarkan pembacaan sutra dan khotbah, para pemeluk Buddha diwajibkan mengenakan pakaian suci berwarna putih bersih.

Selain itu, sebagai bentuk pengendalian diri dan tujuan spiritual, umat menjalani diet vegetarian murni dan mengonsumsi makanan ritual khusus seperti kheer, yaitu puding beras manis tradisional.

Dari kedelapan tradisi negara yang telah diulas di atas, prosesi perayaan dari negara mana yang menurut Cantiks paling menarik dan sarat akan makna spiritual? Yuk, bagikan opini kamu di kolom komentar bawah!

  • Tradisi Waisak Berbagai Negara
  • Perayaan Waisak Candi Borobudur

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.