Olivia Rodrigo Geram Disebut Kekanak-Kanakan Gara-Gara Gaun Baby Doll, Ini Responsnya

Jum'at, 29 Mei 2026, 13:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi muda Olivia Rodrigo kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam wawancara bersama Popcast ramai dibicarakan di media sosial.

Pelantun drivers license itu secara terbuka membahas kritik yang diterimanya saat mengenakan gaun babydoll dalam sebuah penampilan.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto X

Menurut Olivia, respons publik terhadap busana tersebut justru memperlihatkan standar ganda dan cara pandang masyarakat yang problematis terhadap perempuan muda.

Dalam wawancara itu, Olivia mengaku merasa terganggu dengan komentar yang menganggap gaun tertutup bergaya babydoll sebagai sesuatu yang “tidak pantas” atau terlalu kekanak-kanakan.

Ia menilai penilaian tersebut terasa aneh, terutama karena selama ini dirinya juga pernah tampil dengan kostum yang jauh lebih terbuka di atas panggung tanpa menuai reaksi serupa.

Olivia menjelaskan bahwa ia pernah mengenakan bra berkilauan dan celana pendek kecil saat tampil, dan menurutnya itu adalah bagian dari ekspresi diri yang membuatnya merasa percaya diri.

Namun ironisnya, ketika ia memakai busana yang lebih tertutup dan terinspirasi dari estetika grunge ala idolanya, publik justru memberi label negatif.

Penyanyi berusia 23 tahun itu bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk normalisasi seksualisasi terhadap perempuan muda.

Dalam pandangannya, masyarakat sering kali melihat pakaian perempuan melalui sudut pandang seksual, bahkan ketika si pemakai sama sekali tidak memiliki niat demikian.

Olivia juga menyoroti bagaimana perempuan sejak kecil sudah dibesarkan dengan narasi bahwa mereka harus berhati-hati dalam berpakaian agar tidak “mengundang” perhatian laki-laki.

Ia merasa pola pikir seperti itu berbahaya karena secara tidak langsung membebankan tanggung jawab objektifikasi kepada perempuan, bukan kepada orang yang memandang mereka secara tidak pantas.

Menurut Olivia, gaun babydoll yang ia kenakan sama sekali tidak dimaksudkan untuk terlihat seksi. Sebaliknya, ia justru merasa tampil keren dan bebas, seperti ikon-ikon perempuan alternatif yang menjadi inspirasinya, termasuk Kathleen Hanna dan Courtney Love.

Kedua figur tersebut dikenal sebagai simbol perempuan yang berani mengekspresikan diri tanpa tunduk pada standar feminin tradisional.

Pernyataan Olivia pun memicu diskusi luas di internet. Banyak penggemar mendukung keberaniannya membicarakan isu seksualisasi perempuan dan standar ganda dalam dunia hiburan.

Tidak sedikit pula yang menilai komentarnya relevan dengan pengalaman banyak perempuan muda yang sering dikritik atas pilihan pakaian mereka, apa pun yang mereka kenakan.

Di sisi lain, ada juga pihak yang menganggap pernyataan Olivia terlalu berlebihan. Meski begitu, diskusi yang muncul memperlihatkan bahwa persoalan tentang tubuh perempuan, cara berpakaian, dan penilaian publik masih menjadi topik sensitif di budaya populer modern.

Lewat komentarnya, Olivia Rodrigo tidak hanya membahas soal fashion, tetapi juga mengajak publik mempertanyakan cara masyarakat memandang perempuan muda.

Baginya, pakaian seharusnya menjadi bentuk ekspresi diri, bukan alasan untuk memberi label atau melakukan objektifikasi.*

  • Olivia Rodrigo

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.