- Home
-
- Entertainment
-
- Petisi Hapus Perfect Cro...
Petisi Hapus Perfect Crown Tembus 50 Ribu Tanda Tangan, Kontroversi Makin Panas hingga Masuk Parlemen Korea
Selasa, 26 Mei 2026, 18:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang penolakan terhadap drama Perfect Crown terus membesar. Petisi yang meminta penghapusan drama tersebut dari layanan OTT kini resmi menembus angka 50 ribu tanda tangan hanya dalam waktu empat hari.
Pencapaian itu membuat petisi otomatis masuk ke jalur pembahasan resmi di parlemen Korea Selatan sesuai aturan petisi publik negara tersebut.
Kontroversi bermula dari tuduhan bahwa drama tersebut mengandung unsur distorsi budaya dan sejarah.
Meski pihak produksi menegaskan bahwa latar cerita Perfect Crown sepenuhnya fiksi dan mengambil setting Korea modern dengan sistem monarki konstitusional alternatif, banyak penonton Korea menilai sejumlah detail terlalu dekat dengan unsur budaya China.
Sorotan terbesar muncul pada kostum kerajaan, tata krama istana, istilah yang digunakan dalam adegan kerajaan, hingga simbol-simbol tertentu yang dianggap tidak mencerminkan identitas budaya Korea.
Kritikus menilai elemen-elemen tersebut justru terlihat seperti hasil peminjaman budaya China secara berlebihan.
Di media sosial Korea, banyak netizen menghubungkan persoalan ini dengan isu âDongbuk Gongjeongâ atau Northeast Project, sebuah kontroversi panjang yang selama bertahun-tahun memicu ketegangan budaya antara Korea dan China.
Isu tersebut sering dikaitkan dengan kekhawatiran publik Korea mengenai kemungkinan klaim atau interpretasi budaya yang dianggap mengaburkan identitas sejarah Korea.
Karena itulah, sebagian penonton khawatir audiens internasional bisa salah memahami asal-usul budaya Korea ketika menonton drama tersebut.
Kasus ini juga langsung mengingatkan publik pada kontroversi drama Joseon Exorcist pada 2021 lalu. Saat itu, drama tersebut menuai protes besar akibat penggunaan properti dan unsur yang dinilai tidak sesuai dengan sejarah Korea serta terlalu dipengaruhi elemen China.
Dampaknya sangat besar. Sponsor menarik dukungan, tekanan publik meningkat, dan drama itu akhirnya berhenti tayang setelah hanya menayangkan dua episode.
Kini situasi Perfect Crown dinilai menunjukkan pola serupa. Meski pihak produksi telah menyampaikan permintaan maaf dan bahkan mengedit adegan yang dipersoalkan, kemarahan publik belum mereda.
Beberapa adegan yang menjadi pusat kontroversi bahkan telah dihapus dari versi tayangan berikutnya.
Tekanan terhadap drama tersebut semakin besar karena pemerintah ikut turun tangan. Terungkap bahwa proyek produksi Perfect Crown sebelumnya memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga konten Korea.
Kementerian Kebudayaan kini sedang meninjau ulang apakah bantuan tersebut akan dicabut atau tetap dipertahankan.
Langkah ini membuat kontroversi tak lagi sekadar menjadi perdebatan publik, tetapi sudah berkembang menjadi persoalan yang melibatkan kebijakan negara.*
- Petisi Hapus Perfect Crown
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.