Bukan Sekadar Sembelih Hewan, Ini Sejarah Lengkap Ibadah Kurban Sejak Zaman Nabi Adam AS

Senin, 25 Mei 2026, 09:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sejarah kurban saat Idul Adha merupakan salah satu tonggak sejarah paling bermakna dalam ajaran Islam yang melambangkan ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Pelaksanaan ibadah kurban dinilai sebagai amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT pada hari raya.

Ket. Foto: Ilustrasi hewan kurban. — Sumber: Istimewa

Bagi umat Islam yang memiliki kecukupan secara ekonomi, menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, atau kerbau bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud rasa syukur sekaligus napak tilas perjuangan keimanan para nabi terdahulu.

Berawal dari Ujian Berat dan Mimpi Nabi Ibrahim AS

Akar utama syariat kurban yang dijalankan umat Islam saat ini bersumber dari kisah Nabi Ibrahim AS. Suatu malam, Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putra yang sangat dicintai dan lama dinantikannya, Nabi Ismail AS.

Mengingat mimpi seorang nabi adalah kebenaran, perintah berat tersebut disampaikan langsung kepada sang anak.

Dialog menyentuh bapak dan anak ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat As-Saffat ayat 102:

"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersama (Ibrahim), ia berkata, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?' Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.'"

Berkat kesabaran dan keikhlasan mutlak dari keduanya, sesaat setelah Nabi Ismail AS dibaringkan di atas pelipisnya untuk disembelih, Allah SWT memberikan mukjizat-Nya.

Allah SWT menebus Nabi Ismail AS dengan menggantinya menggunakan seekor kambing gibas besar dari surga, sekaligus meluluskan ujian keimanan Nabi Ibrahim AS (QS. As-Saffat: 103-110).

Kilas Balik Kurban Pertama di Masa Nabi Adam AS

Jauh sebelum masa Nabi Ibrahim AS, syariat mempersembahkan kurban sebenarnya sudah pernah terjadi di peradaban awal manusia, yaitu pada masa Nabi Adam AS. Kedua putranya, Qabil dan Habil, diperintahkan untuk berkurban sebagai jalan keluar atas perseteruan mereka (QS. Al-Maidah: 27-31).

Namun pada masa itu, Allah SWT hanya menerima kurban dari Habil karena ia mempersembahkannya dengan asas ketakwaan dan keikhlasan hati, sedangkan kurban Qabil ditolak karena dilandasi rasa iri dan dengki.

Aturan Waktu Menyembelih Kurban dalam Islam

Ibadah kurban secara resmi disyariatkan bagi umat Nabi Muhammad SAW pada tahun ketiga Hijriah, berbarengan dengan turunnya perintah zakat dan salat hari raya. Penegasan perintah ini salah satunya tertuang dalam Surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: "Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!"

Berdasarkan petunjuk sunah Rasulullah SAW, waktu penyembelihan hewan kurban yang sah dibatasi hanya pada Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) setelah pelaksanaan salat Id serta pada tiga Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa menyembelih hewan kurban sebelum salat (Idul Adha) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih kurban sesudah salat dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan Islam." (HR. Bukhari)

Keutamaan Besar Ibadah Kurban

Berkurban memegang kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada amalan yang lebih disukai Allah SWT di hari raya Idul Adha selain mengalirkan darah hewan kurban.

Hewan-hewan yang dikurbankan tersebut kelak akan menjadi saksi kebaikan di hari kiamat lengkap dengan tanduk, kuku, dan bulunya.

Keikhlasan dalam berkurban dinilai sebelum tetesan darah hewan tersebut menyentuh tanah, sehingga umat Islam sangat dimotivasi untuk melaksanakannya jika mampu.

Sejarah kurban saat Idul Adha mengajarkan kita bahwa esensi utama dari ibadah ini bukanlah sekadar menyembelih hewan atau membagikan dagingnya, melainkan tentang pengorbanan ego, materi, dan bukti ketakwaan tertinggi kepada Allah SWT.

Melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, umat Islam diajak untuk merefleksikan kembali tingkat keikhlasan mereka dalam menjalankan segala perintah agama.

Semoga di hari raya kali ini, kita semua diberikan kemampuan serta kelapangan hati untuk dapat menunaikan ibadah mulia ini secara istikamah.

  • Sejarah Kurban Idul Adha
  • Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.