Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Kenali Prosedur hingga Plus Minus Pembekuan Sel Telur
Minggu, 24 Mei 2026, 07:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Keputusan Sabrina Chairunnisa untuk menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur kembali memunculkan perhatian publik terhadap teknologi reproduksi modern.
Di tengah gaya hidup masa kini yang membuat banyak perempuan menunda kehamilan karena pendidikan, karier, kesiapan mental, atau alasan kesehatan, egg freezing menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati.
Metode ini dianggap memberikan kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk merencanakan masa depan tanpa terlalu dibayangi penurunan kualitas kesuburan seiring bertambahnya usia.
Pengertian
Secara sederhana, egg freezing adalah prosedur medis untuk mengambil, membekukan, dan menyimpan sel telur berkualitas di laboratorium agar dapat digunakan di masa mendatang.
Sel telur yang dibekukan saat usia masih optimal akan dipertahankan kualitasnya, sehingga ketika ingin digunakan beberapa tahun kemudian, peluang keberhasilannya dinilai lebih baik dibanding mengandalkan sel telur alami di usia yang lebih tua.
Manfaat
Manfaat utama egg freezing salah satunya adalah menjaga kualitas sel telur. Seiring bertambah usia, cadangan dan kualitas sel telur perempuan secara alami mengalami penurunan.
Dengan membekukannya lebih awal, kondisi sel telur dapat dipertahankan dalam kualitas terbaik. Selain itu, prosedur ini juga memberi kebebasan dalam merencanakan hidup.
Banyak perempuan memilih fokus pada pekerjaan, pendidikan, atau persiapan finansial sebelum memutuskan memiliki anak.
Tak hanya itu, egg freezing juga bermanfaat dari sisi medis. Prosedur ini sering menjadi pilihan bagi pasien yang harus menjalani pengobatan tertentu seperti kemoterapi atau radioterapi yang berisiko memengaruhi kesuburan di masa depan.
Dengan menyimpan sel telur lebih awal, peluang untuk memiliki keturunan tetap dapat dipertahankan.
Proses
Untuk prosesnya, prosedur egg freezing biasanya berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu.
Tahap pertama adalah stimulasi ovarium menggunakan suntikan hormon selama sekitar 8 hingga 14 hari.
Tujuannya untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih banyak sel telur matang.
Setelah itu dokter melakukan pemantauan melalui pemeriksaan USG dan tes darah secara berkala guna melihat perkembangan sel telur.
Jika sudah siap, tahap berikutnya adalah pengambilan sel telur atau Ovum Pick Up (OPU).
Prosedur ini dilakukan dengan tindakan kecil menggunakan jarum khusus yang dipandu USG dan umumnya dilakukan di bawah pengaruh bius. Proses pengambilan biasanya berlangsung sekitar 20â30 menit.
Tahap terakhir adalah vitrifikasi atau pembekuan cepat. Sel telur matang akan disimpan dalam nitrogen cair dengan suhu sangat rendah agar dapat bertahan dalam waktu lama.
Plus dan Minus
Meski menawarkan banyak manfaat, egg freezing tetap memiliki sisi plus dan minus.
Kelebihannya adalah memberi peluang kehamilan lebih besar saat usia lebih matang, mengurangi risiko kelainan kromosom tertentu, serta memberi fleksibilitas menentukan waktu berkeluarga.
Namun, ada sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Biaya prosedurnya relatif tinggi karena mencakup obat hormon, tindakan medis, hingga biaya penyimpanan tahunan.
Selain itu, efek samping stimulasi hormon seperti mual, nyeri payudara, hingga risiko Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) juga bisa terjadi.
Yang terpenting, egg freezing bukan jaminan mutlak untuk mendapatkan kehamilan karena keberhasilannya tetap dipengaruhi usia dan kualitas sel telur saat dibekukan.*
- Egg Freezing
- Sabrina Chairunnisa
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.