- Home
-
- Entertainment
-
- Perfect Crown Tuai Kriti...
Perfect Crown Tuai Kritik soal Budaya Joseon, IU dan Byeon Woo Seok Angkat Bicara
Rabu, 20 Mei 2026, 23:10 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Perfect Crown sempat jadi salah satu drama Korea yang banyak menarik perhatian sejak awal penayangannya. Namun, kontroversi drakor Perfect Crown justru ramai dibahas publik setelah episode terbaru menuai kritik dari penonton Korea.
Drama yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok dinilai menghadirkan detail yang kurang sesuai dengan budaya Korea era Dinasti Joseon. Lalu, apa saja yang membuat drama ini jadi sorotan? Berikut rangkumannya.
1. Episode 11 Perfect Crown Memicu Perdebatan

Sumber: program.imbc.com
Kontroversi drakor Perfect Crown mulai ramai setelah episode 11 tayang pada 15 Mei 2026. Sejumlah Knetz langsung membahas beberapa adegan yang dianggap kurang akurat dari sisi budaya dan sejarah.
Perdebatan tersebut kemudian menyebar ke berbagai forum online hingga media sosial. Banyak penonton mulai membandingkan detail dalam drama dengan catatan budaya Dinasti Joseon yang sebenarnya.
2. Ucapan âCheonseâ dan âManseâ Memicu Perdebatan

Sumber: program.imbc.com
Adegan penobatan Raja Yi An jadi salah satu sorotan terbesar dalam episode terbaru. Dalam adegan tersebut, para pejabat kerajaan meneriakkan âCheonseâ yang berarti âseribu tahunâ, bukan âManseâ yang berarti âsepuluh ribu tahunâ.
Perbedaan ini memicu kritik karena banyak Knetz menganggap Manse lebih identik dengan simbol kerajaan yang berdaulat. Sementara penggunaan âCheonseâ dinilai lebih identik dengan kerajaan bawahan sehingga maknanya dianggap sensitif oleh sebagian penonton.
3. Mahkota Raja Yi An Dianggap Tidak Sesuai Aturan

Sumber: program.imbc.com
Kontroversi drakor Perfect Crown yang selanjutnya datang dari detail mahkota yang digunakan Raja Yi An yang diperankan Byeon Woo Seok. Dalam adegan penobatan, karakter tersebut terlihat menggunakan mahkota dengan sembilan untaian.
Menurut sejumlah Knetz, raja dari negara berdaulat seharusnya menggunakan mahkota dengan dua belas untaian. Detail tersebut dianggap cukup penting karena jumlah untaian pada mahkota memiliki makna status dan hierarki tersendiri.
4. Adegan Daebi Mama Berlutut Ikut Dipermasalahkan

Sumber: program.imbc.com
Penonton juga menyoroti adegan ketika Daebi Mama berlutut kepada Yi An. Adegan tersebut dianggap menyalahi struktur hierarki kerajaan yang berlaku pada era Joseon.
Banyak Knetz menilai adegan itu terasa janggal karena posisi Daebi Mama sebagai Ibu Suri memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Karena itu, sebagian penonton merasa adegan tersebut kurang sesuai dengan aturan kerajaan.
5. Adegan Minum Teh Dianggap Terlalu Dekat dengan Budaya Tiongkok

Sumber: program.imbc.com
Selain struktur kerajaan, beberapa penonton ikut menyoroti adegan minum teh dalam drama. Penggunaan nampan teh khusus, tata letak peralatan, hingga kebiasaan membuang sisa teh dinilai lebih dekat dengan budaya Tiongkok.
Nama IU dan Byeon Woo Seok ikut terbawa dalam perbincangan publik setelah kontroversi drama ramai dibahas. Sebagai pemeran utama, keduanya menjadi sasaran pertanyaan terkait respons terhadap polemik yang terjadi. Banyak penggemar juga menilai para aktor ikut terkena dampak dari keputusan kreatif tim produksi.
Setelah kritik terus bermunculan, IU dan Byeon Woo Seok menyampaikan permintaan maaf terkait situasi tersebut. Respons itu kemudian menuai beragam reaksi dari publik dan penggemar. Sebagian mengapresiasi sikap mereka, tetapi sebagian lain menilai tanggung jawab utama seharusnya berada di tangan tim produksi drama.
Kontroversi ini pun terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drama Korea, terutama terkait akurasi budaya dan sejarah dalam produksi serial berlatar kerajaan.
- Perfect Crown Sejarah
- Kontroversi Perfect Crown
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.