PCOS Ganti Nama PMOS, Ini Beda dan Fakta yang Wajib Dipahami Semua Perempuan!
Rabu, 20 Mei 2026, 12:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah PCOS mungkin sudah sangat melekat di telinga banyak perempuan karena sering dikaitkan dengan menstruasi tidak teratur, jerawat membandel, hingga sulit hamil. Namun, mulai 12 Mei 2026, dunia medis resmi mengubah istilah tersebut menjadi PMOS. Perubahan ini bukan sekadar kosmetik, melainkan upaya global untuk menghadirkan pemahaman yang lebih tepat tentang kondisi ini.
Keputusan tersebut diambil oleh para ahli dari 56 organisasi medis dan kelompok advokasi pasien di berbagai negara. Hal ini memicu pertanyaan besar: mengapa nama PCOS harus diganti? Jawabannya ternyata cukup mengejutkan.
1. Mengapa PCOS Diubah Menjadi PMOS?
Istilah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) telah digunakan sejak tahun 1935, tetapi seiring berjalannya waktu, para ilmuwan menyadari nama tersebut tidak lagi mencerminkan kondisi sebenarnya.
- Tidak Semua Penderita Memiliki Kista
Kata polycystic menimbulkan salah paham. Banyak pasien percaya bahwa mereka hanya dapat didiagnosis PCOS bila terdapat kista pada ovarium. Kenyataannya, gambaran USG yang sering terlihat bukanlah kista patologis, melainkan folikel kecil yang normal namun tidak berkembang akibat gangguan hormon. Artinya, seseorang tetap bisa mengalami kondisi ini meski tanpa kista sama sekali.
- PCOS Tidak Berpusat pada Ovarium
Selama ini PCOS dianggap masalah reproduksi, padahal gangguannya jauh lebih luas. Kondisi ini terkait dengan, resistansi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, gangguan lemak darah, inflamasi kronis, sleep apnea, dan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik.
Tidak hanya itu, banyak pasien juga mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Karena spektrumnya sangat besar, para ahli menilai nama PCOS terlalu sempit dan menyesatkan.
2. Apa Itu PMOS?
PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) dipilih untuk menggambarkan gangguan ini secara lebih komprehensif. PMOS mencerminkan perubahan hormon yang kompleks, yang memengaruhi metabolisme, reproduksi, kulit, berat badan, hingga kondisi psikologis.
Menurut The Lancet, kondisi ini berdampak pada lebih dari 170 juta perempuan di seluruh dunia sekitar 1 dari 8 perempuan usia reproduktif.
Mengapa nama baru ini lebih akurat?
⢠Polyendocrine
Menegaskan gangguan melibatkan banyak hormon, termasuk insulin dan androgen, bukan hanya hormon reproduksi seperti yang selama ini dipercaya.
⢠Metabolic
Menunjukkan keterkaitan kuat dengan masalah metabolisme, seperti resistansi insulin dan penyakit kardiovaskular.
⢠Ovarian
Meski cakupannya diperluas, aspek ovarium tetap dipertahankan karena gangguan ovulasi tetap menjadi komponen penting dalam PMOS.
3. Dampak Perubahan Nama terhadap Penanganan Medis
Perubahan terminologi ini diharapkan mendorong dokter untuk melihat pasien secara lebih menyeluruh. Selama bertahun-tahun, pemeriksaan sering berfokus pada menstruasi atau kesuburan saja, hingga banyak gejala lain terabaikan, mulai dari gangguan tidur, berat badan naik, kelelahan ekstrem, hingga masalah psikologis.
Dengan nama âpolyendocrine metabolicâ, tenaga medis diharapkan menilai, kesehatan metabolik, sensitivitas insulin, risiko penyakit kronis, kualitas tidur, serta aspek mental pasien.
Langkah ini juga membantu meningkatkan pemahaman masyarakat kondisi ini bukan sekadar gangguan hormon biasa, melainkan sindrom metabolik kompleks yang membutuhkan pendekatan lebih luas.
- Perempuan
- PCOS
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.