Ibu Hamil Dianjurkan Tidur Miring ke Kiri, Ternyata Ini Alasan Medis Menurut Dokter Kandungan

Senin, 18 Mei 2026, 07:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama masa kehamilan, pertumbuhan rahim yang kian membesar menuntut ibu hamil untuk lebih selektif dalam memilih posisi tidur.

Hal ini bukan sekadar demi kenyamanan, melainkan demi menjaga kelancaran aliran darah, pasokan oksigen, serta kesehatan janin di dalam kandungan.

Ket. Foto: Ilustrasi ibu hamil yang sedang tidur dalam posisi menghadap ke kiri. — Sumber: freepik.com

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Gorga Udjung, Sp.OG., memaparkan bahwa posisi tidur miring ke kiri adalah opsi terbaik yang sangat direkomendasikan bagi ibu hamil, khususnya saat memasuki trimester kedua dan ketiga.

"Usahakan tidur lebih banyak posisi miring kiri. Nah itu diusahakan," tutur dr. Gorga dalam acara edukasi kehamilan di Jakarta Pusat.

Lantas, apa saja alasan medis di balik anjuran tersebut? Berikut adalah ulasan lengkapnya:

1. Mengoptimalkan Aliran Darah dan Nutrisi ke Janin

Alasan paling krusial dari anjuran tidur miring ke kiri berkaitan erat dengan sistem sirkulasi darah. Ketika ibu hamil tidur dalam posisi telentang, bobot rahim yang berat akan menekan pembuluh darah besar (vena cava inferior) yang terletak di bagian belakang tubuh.

"Selain cukup oksigen, kalau terlentang, pembuluh darah itu di bawah dan bisa ketekan. Flow darahnya jadi lebih sempit," jelas dr. Gorga.

Tekanan pada pembuluh darah ini dapat menghambat aliran darah menuju plasenta. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, suplai oksigen dan nutrisi penting untuk janin bisa terganggu, yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang bayi.

Dengan memposisikan tubuh miring ke kiri, tekanan tersebut akan berkurang sehingga sirkulasi darah ke janin tetap berjalan optimal.

2. Melindungi Organ Hati dan Organ Dalam Ibu

Selain berdampak pada janin, posisi tidur juga memengaruhi organ internal sang ibu. Dr. Gorga mengingatkan bahwa tidur miring ke kanan dalam durasi yang lama kurang disarankan karena rahim dapat menekan organ hati (hepar).

"Kalau miring ke kanan, di situ ada hepar. Apalagi kalau kehamilan makin besar, rahim akan menekan organ-organ sekitar," tambahnya.

Tekanan pada hati ini berisiko mengganggu kinerja sirkulasi darah tubuh ibu dan memicu rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, miring ke kiri menjadi pilihan paling aman untuk meminimalkan tekanan pada organ-organ vital tersebut.

Boleh Berganti Posisi Jika Terasa Pegal

Meski miring ke kiri adalah posisi ideal, dr. Gorga menegaskan agar ibu hamil tidak perlu terlalu kaku atau memaksakan diri. Mempertahankan satu posisi tidur semalaman tentu bisa memicu rasa pegal atau nyeri otot.

"Jadi, paling aman emang ya miring ke kiri. Tapi kalau misalnya udah pegal atau enggak nyaman, bisa aja kadang-kadang sesekali dikombinasikan," pungkasnya.

Poin utamanya adalah sebisa mungkin menghindari posisi tidur telentang dalam waktu yang lama.

Ibu hamil disarankan untuk tetap mengombinasikan posisi demi kenyamanan istirahat, sambil tetap memprioritaskan posisi miring ke kiri demi kesehatan diri dan buah hati tercinta hingga hari persalinan tiba.

Menjaga posisi tidur miring ke kiri memang sangat baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin dan kenyamanan organ tubuh ibu.

Namun, jangan ragu untuk sesekali berganti posisi demi menghindari rasa pegal, karena kualitas tidur yang nyenyak juga tidak kalah penting bagi kesehatan ibu hamil. Selamat beristirahat dan semoga kehamilan Cantiks selalu sehat hingga hari persalinan nanti!

  • Posisi Tidur Ibu Hamil
  • Tidur Miring ke Kiri

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.