Fakta Sagging Pants: Dulu Dipakai Napi, Kini Jadi Fashion Anak Gaul
Senin, 18 Mei 2026, 18:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Â Beberapa waktu terakhir viral gaya penyanyi Tenxi mengenakan celana sagging yang menuai atensi.
Tren celana melorot atau sagging pants memang punya sejarah panjang yang cukup menarik dan kontroversial.Â
Gaya yang kini identik dengan budaya hip-hop itu awalnya disebut muncul dari lingkungan penjara di Amerika Serikat sebelum akhirnya menjadi simbol fashion jalanan dan ekspresi budaya anak muda.
Identik Dipakai Napi
Salah satu penjelasan yang paling banyak dipercaya berkaitan dengan aturan ketat di penjara AS.
Pada era 1980-an hingga 1990-an, banyak lembaga pemasyarakatan melarang narapidana memakai ikat pinggang karena dianggap bisa digunakan sebagai alat kekerasan atau untuk bunuh diri.Â
Akibatnya, para tahanan hanya mengenakan celana longgar tanpa penyangga yang pas.
Ditambah lagi, seragam penjara sering kali tersedia dalam ukuran terbatas sehingga banyak tahanan mendapatkan celana yang terlalu besar atau kedodoran. Kondisi itulah yang membuat celana tampak melorot saat dipakai.
Ketika para tahanan bebas, sebagian dari mereka tetap membawa gaya berpakaian tersebut ke lingkungan luar.
Diadopsi Hip-Hop
Di saat yang sama, budaya hip-hop yang sedang berkembang di kota-kota seperti New York dan Los Angeles mulai mengadopsi tampilan itu sebagai simbol perlawanan, kebebasan, dan identitas jalanan.
Musisi rap dan figur hip-hop kemudian ikut mempopulerkan gaya sagging. Celana longgar yang dipakai rendah hingga memperlihatkan celana dalam menjadi tren besar pada akhir 1990-an sampai awal 2000-an.
Banyak anak muda mengikuti gaya tersebut karena dianggap keren, rebel, dan identik dengan kultur urban Amerika.
Teori Lain
Namun, muncul pula teori lain yang jauh lebih kontroversial. Ada cerita yang beredar bahwa celana melorot di penjara digunakan sebagai kode seksual antar narapidana, menandakan seseorang âtersediaâ untuk hubungan seksual sesama tahanan.
Meski cerita ini sangat populer di internet dan sering dibahas di media sosial, banyak peneliti budaya maupun mantan napi membantahnya.
Sebagian besar sejarawan budaya pop menilai teori tersebut tidak memiliki bukti kuat dan lebih banyak berkembang sebagai mitos urban.
Mereka menegaskan bahwa faktor praktis seperti larangan ikat pinggang dan ukuran seragam yang tidak pas jauh lebih masuk akal sebagai asal mula tren sagging.
Meski begitu, kontroversi tentang gaya ini tidak pernah benar-benar hilang. Di beberapa kota di Amerika Serikat, pemerintah bahkan sempat mencoba melarang penggunaan celana sagging di tempat umum karena dianggap tidak sopan.
Beberapa sekolah juga memasukkan aturan khusus soal cara berpakaian untuk melarang siswa memakai celana terlalu rendah.
Di sisi lain, banyak orang menganggap sagging hanyalah bagian dari evolusi fashion dan budaya populer.
Hingga sekarang, gaya tersebut masih sering muncul di dunia musik, streetwear, dan tren anak muda, meskipun popularitasnya tidak sebesar era kejayaan hip-hop awal 2000-an.*
- tenxi
- Sagging Pants
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
-
Anting Kuno Zendaya di Tur The Odyssey Bikin Geger, Benarkah Artefak Iran yang Dicuri?
-
Bangga! Welah Hatta Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026, Sempat Berfoto dengan Tom Cruise
-
FIFA Bocorkan Line-up Spektakuler Final Piala Dunia 2026: Dikabarkan Ada Tom Cruise, Robbie Williams, hingga IShowSpeed
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.