9 Bahan Pakaian yang Sebaiknya Dihindari Kalau Nggak Mau Bau Badan
Jum'at, 15 Mei 2026, 18:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COMÂ - Memilih pakaian ternyata bukan cuma soal model yang lucu atau harga yang murah saja. Banyak orang masih sering mengabaikan jenis bahan kain saat membeli baju, padahal hal tersebut bisa berpengaruh besar terhadap kenyamanan tubuh, bahkan memicu bau badan.
Beberapa jenis kain diketahui kurang mampu menyerap keringat dengan baik. Akibatnya, kelembapan tubuh terjebak di dalam pakaian dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau tidak sedap.
Supaya nggak salah pilih outfit, berikut beberapa bahan pakaian yang disebut bisa memicu bau badan jika dipakai terlalu lama, terutama saat cuaca panas.
1. Polyester
Polyester menjadi salah satu bahan pakaian yang paling sering digunakan karena ringan dan cepat kering.
Namun di balik kelebihannya, bahan ini ternyata mudah âmengunciâ keringat dan minyak tubuh di serat kain. Hal tersebut membuat bakteri penyebab bau badan lebih mudah berkembang.
Akibatnya, aroma tubuh bisa terasa lebih menyengat meskipun pakaian terlihat masih bersih dari luar.
2. Nylon
Nylon juga termasuk bahan sintetis yang cukup sering membuat tubuh terasa gerah.
Karena teksturnya elastis dan halus, bahan ini banyak dipakai untuk activewear maupun pakaian ketat. Sayangnya, sirkulasi udara pada nylon kurang baik sehingga keringat lebih mudah terjebak.
Jika dipakai terlalu lama, area tubuh seperti ketiak jadi lebih lembap dan rentan menimbulkan bau badan.
3. Rayon
Rayon memang terkenal adem dan lembut saat dipakai.
Meski begitu, bahan ini cukup mudah menyerap kelembapan dan bisa tetap basah lebih lama ketika terkena keringat berlebih. Kondisi lembap inilah yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Selain itu, rayon juga mudah kusut dan membutuhkan proses pengeringan yang benar agar tidak meninggalkan bau apek.
4. Acrylic
Acrylic sering dijadikan alternatif wol karena teksturnya hangat dan lembut.
Namun bahan ini tergolong kurang breathable sehingga panas tubuh dan keringat lebih mudah tertahan di dalam pakaian. Kelembapan yang terjebak bisa membuat bakteri berkembang lebih cepat.
Tak hanya itu, acrylic juga dikenal mudah menyimpan aroma sehingga pakaian bisa cepat bau walaupun baru dipakai beberapa jam.
5. Spandex
Spandex atau elastane terkenal karena sifatnya yang sangat elastis.
Bahan ini biasanya digunakan untuk legging, pakaian olahraga, atau inner wear yang menempel langsung di kulit. Karena terlalu rapat dengan tubuh, area kulit jadi lebih panas dan mudah berkeringat.
Jika dipakai terlalu lama, keringat yang tertahan dapat memicu munculnya bau badan.
6. Fleece
Fleece memang nyaman dipakai saat cuaca dingin karena terasa hangat dan lembut.
Namun bahan ini umumnya terbuat dari serat sintetis seperti polyester yang mudah menahan panas tubuh. Saat tubuh mulai berkeringat, udara di dalam pakaian jadi kurang bersirkulasi.
Hal tersebut membuat bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat, apalagi fleece juga mudah menyerap aroma dari lingkungan sekitar.
7. Denim
Denim atau bahan jeans dikenal kuat dan tahan lama.
Sayangnya, bahan ini cukup tebal dan kurang memiliki sirkulasi udara yang baik. Saat digunakan seharian di cuaca panas, tubuh akan lebih mudah berkeringat dan lembap.
Kondisi tersebut bisa memicu munculnya aroma tidak sedap, terutama di area tubuh tertentu.
8. Kulit Sintetis (PU Leather)
Bahan kulit sintetis memang terlihat stylish dan fashionable.
Namun bahan ini hampir tidak memiliki pori udara sehingga membuat tubuh terasa panas dan gerah. Keringat yang tidak bisa menguap dengan baik akhirnya memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
Selain itu, bahan ini juga mudah meninggalkan aroma lembap jika disimpan di tempat yang kurang kering.
9. Satin Sintetis
Satin sintetis sering dipilih karena tampilannya terlihat mewah dan mengilap.
Akan tetapi, bahan ini umumnya dibuat dari polyester atau nylon sehingga kurang mampu menyerap keringat. Saat dipakai di cuaca panas, kulit bisa terasa lebih lengket dan lembap.
Kondisi tersebut membuat bakteri penyebab bau badan lebih mudah berkembang, terutama di area tubuh tertutup.
Memilih pakaian dengan bahan yang tepat ternyata penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus mengurangi risiko bau badan. Karena itu, mulai sekarang jangan cuma fokus pada model bajunya saja, tetapi perhatikan juga jenis kain yang digunakan agar aktivitas tetap nyaman sepanjang hari.
- baju
- bahan baju
Redaktur: Afifa Khoirunnisa
Penulis: Afifa Khoirunnisa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.